MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – ‘’Saya suka berorganisasi sejak dulu”, demikian ungkapan yang terlontar dari Prof Yusron Saadi ketika menceritakan pengalamannya saat diwawancarai dalam kapasitasnya sebagai salah satu Calon Rektor Universitas Mataram (Unram) periode 2026–2030.
Semasa menjadi mahasiswa jenjang pendidikan sarjana S1, Prof Yusron adalah Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa STTM–Unram. Saat menempuh pendidikan jenjang S2 pada tahun 1996–1997, dia aktif dalam kegiatan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Cabang Newcastle upon Tyne Inggris.
Keaktifannya berlanjut saat mengikuti pendidikan tingkat doktoral di University of Sheffield Inggris, di mana dia menjadi Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Cabang Sheffield periode tahun 1999–2000. Puncaknya adalah ketika dia terpilih sebagai Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia se–Inggris Raya (PPI-UK) dalam musyawarah besar (Mubes) PPI–UK tahun 2002.
‘’Saya adalah Ketua PPI-UK pertama yang berdomisili di luar Kota London, sebelumnya yang terpilih selalu mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di London,’’ katanya.
‘’Mungkin karena PPI Cabang Sheffield yang saya pimpin sebelumnya sangat aktif dan sering menjuarai event-event internasional yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Internasional seperti International Cultural Evening, International Food Evening dan festival budaya lainnya. Beberapa kali kami mendapat penghargaan dari kampus karena dianggap aktif dan rapi dalam pengelolaan administrasi organisasi kemahasiswaan,” lanjutnya dengan senyum khasnya.
Pengalaman organisasi ini sangat bermanfaat ketika beberapa tahun kemudian Prof Yusron dipercaya memegang posisi penting di Universitas Mataram, antara lain seperti Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi (2018-2022), Kepala Kantor Urusan International (2018), Dekan Fakultas Teknik (2013-2017), Ketua Tim Badan Layanan Umum (BLU) tahun 2011-2012 dan Ketua Tim Sistem Perencanaan, Penyusunan Program dan Penganggaran (SP4) Unram tahun 2008-2009.
Di luar kampus, Prof Yusron merupakan pengurus pusat Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) selama 2 periode, yaitu 2020-2023 dan 2023–2026 selain sebagai Penasehat HATHI Cabang NTB periode 2022-2025.
Tidak itu saja, pada tahun 2019-2022, Prof Yusron merupakan Penasehat Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Kota Mataram. Pengalaman organisasi bagi Prof Yusron merupakan wadah yang sangat baik untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan manajerial.
Keaktifan dalam organisasi ini pula yang menghantarkannya untuk mengikuti berbagai kegiatan pelatihan dan peningkatan kapasitas baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Misalnya saat menjadi Ketua Jejaring Sumber Daya Air Indonesia (JSDAI) atau Indonesia Water Resources Network Regional Bali dan Nusa Tenggara yang dibentuk oleh Direktorat Pengairan dan Irigasi Bappenas, Prof Yusron berkesempatan mengikuti Advanced International Training in Integrated Water Resources Management (IWRM) di Swedia selama lebih dari 2 minggu (7–23 April 2010) yang dibiayai oleh Swedish International Development Cooperation Agency (SIDA).
Keahliannya dalam bidang IWRM mengantarkannya menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan yang terkait dengan bidang manajemen sumber daya air terpadu baik dilevel nasional maupun internasional.
Hal ini pula yang membuatnya dipercaya oleh Stockholm International Water Institute (SIWI) dan mengantarkannya kembali ke Swedia pada tanggal 14–26 September 2012 untuk menginisiasi program Daerah Aliran Sungai (DAS) Kembar antara DAS Jangkok (Lombok–Indonesia) dengan DAS Eman (Swedia) melalui program Partner Driven Cooperation (PDC).
Pengalaman internasionalnya tidak berhenti disini saja karena tidak lama kemudian pemerintah New Zealand melalui Ministry of Foreign and Trade (MFAT) mensponsorinya untuk mengikuti pelatihan Peningkatan Ketangguhan Indonesia untuk Pengurangan Risiko Bencana (Strengthened Indonesian Resilience Reducing Risk from Disaster/StIRRRD) yang diselenggarakan diberbagai kota di New Zealand selama hampir 2 minggu (6–17 Juni 2015).
Seolah tidak puas dengan pengalaman internasional yang sudah diraih, saat menduduki jabatan WR IV Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi Unram, Prof Yusron memimpin tim Unram untuk bergabung membentuk konsorsium bersama 7 PTN lainnya dan membuat proposal hibah Uni Eropa.
Proposal disetujui oleh European Commission yang membiayai Prof Yusron Bersama tim mengikuti pelatihan yang bertajuk SMART Erasmus+ Project Third Training and Study Visit di University of Bologna Italia (5–7 Oktober 2022).
Selain kegiatan pelatihan di dalam dan luar negeri, Prof Yusron yang pernah menjadi Kepala Laboratorium Hidrolika dan Pantai di Fakultas Teknik Unram periode 2010–2013, juga sering mengikuti studi banding (benchmarking) baik ke perguruan tinggi didalam maupun perguruan tinggi diluar negeri.
Di luar negeri, Prof Yusron pernah mengunjungi Curtin University (Australia, 2022); University of Western Australia (2022); l’Universite Polytechnique Hauts-de-France (UPHF) dalam rangka France-Indonesia Joint Working Group (Perancis, 2022); Seoul National University (Korea Selatan, 2019); Kumamoto University (Jepang, 2019); University of New England (Australia, 2019); Kementerian Pendidikan Malaysia (2019); dan University of Utrecht (Belanda, 2012).
Tidak heran dengan pengalaman dan jejaring yang sangat luas di luar negeri, Prof Yusron tidak diragukan lagi akan mampu memimpin Unram untuk mengarungi samudera globalisasi sebagaimana dikehendaki dalam visi Unram.
Kedekatannya dengan mahasiswa tidak perlu diragukan lagi. Sebelum dan sesudah menduduki jabatan struktural, Prof Yusron sering mengajak mahasiswa untuk melakukan penelitian hingga pelosok-pelosok bahkan sampai hutan dimana mereka menyewa rumah penduduk selama melakukan kegiatan.
Hal ini menimbulkan kesan yang mendalam bagi para mahasiswa bimbingannya sehingga hubungan antar mereka tidak terputus walaupun sang mahasiswa telah lulus dan meninggalkan almamaternya mengarungi pasar kerja. Kebiasaannya menyapa mahasiswa juga patut diacungi jempol.
Prof Yusron mampu mengingat dan menyebut satu-persatu nama mahasiswanya baik didalam kelas maupun diluar kelas. ‘’Saya sungguh salut sama beliau. Jarang ada dosen yang mampu mengingat dan menyebut nama mahasiswa dalam jumlah banyak. Daya ingatnya luar biasa,” kata beberapa orang mahasiswa.
Ketika ditanyakan perihal ini. Prof Yusron hanya tersenyum dan berkata ‘’Saya memang selalu berusaha mengingat nama mahasiswa yang saya ajar saat berada di kelas. Dengan demikian saya bisa lebih interaktif dengan mereka sehingga terjadi komunikasi dua arah selama penyampaian materi kuliah berlangsung’’.
Mungkin inilah mengapa saat pemaparan program kerja Bakal Calon Rektor pada hari Kamis lalu (11-12-25) Prof Yusron mengusung motto ‘’MENYAPA’’ yang merupakan akronim dari: Menjadi Entitas Negara yang Adaftif, Progresif, dan Akuntabel.
Prof Yusron menjelaskan bahwa makna dari akronim ini tidak sederhana tapi menjadi impian bagi semua pengelola organisasi atau institusi modern seperti Universitas Mataram.
Dengan pengalaman dan kiprah internasionalnya yang luas, Prof Yusron ingin menakhodai Unram mengarungi samudera globalisasi dengan tetap menyapa dan tidak melupakan mitra lokalnya sehingga Unram tidak menjadi menara gading yang tidak memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah dan masyarakat sekitarnya.(Sid)

















