Autocorrect, AI, dan Kemalasan Berbahasa

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogi Ardiansyah.

Yogi Ardiansyah.

Oleh: Yogi Ardiansyah │

Mahasiswa Program Studi Pendidikan bahasa Inggris, UNW Mataram, 2025
Tugas Akhir Mata Kuliah Psycholinguistics
Dosen Pengampu Mata Kuliah: M. Rajabul Gufron, S.Pd., M.A

PERKEMBANGAN teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara manusia menggunakan bahasa. Fitur autocorrect, teks prediktif, dan kecerdasan buatan kini menjadi bagian dari aktivitas menulis sehari-hari, baik di ponsel maupun komputer. Teknologi tersebut memang menawarkan kepraktisan, terutama dalam mempercepat proses penulisan dan mengurangi kesalahan ejaan. Namun, perubahan ini juga memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana teknologi memengaruhi keterlibatan manusia dalam berpikir saat berbahasa.

Dalam kajian psikolinguistik, berbahasa dipahami sebagai proses mental yang kompleks dan sadar. Penutur atau penulis tidak hanya menyusun kata, tetapi juga merancang gagasan, memilih struktur yang sesuai, serta memastikan makna tersampaikan dengan tepat. Ketika autocorrect atau AI secara otomatis memberikan koreksi dan saran, sebagian proses tersebut tidak lagi sepenuhnya dilakukan oleh pengguna. Kebiasaan menerima koreksi tanpa refleksi berpotensi melemahkan kesadaran terhadap kaidah bahasa itu sendiri.

Baca Juga :  Nyaris Menyerah Saat Latihan, Santri SMA IT Dhiaul Fikri Kini Juara 1 Fahmil Quran MTQ XXXI NTB 2026

Fenomena ini semakin terlihat pada generasi muda yang tumbuh di tengah kemajuan teknologi digital. Banyak penulis pemula yang kesulitan membedakan bentuk bahasa baku dan tidak baku, serta kurang peka terhadap kesalahan tata bahasa saat menulis tanpa bantuan sistem otomatis. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketergantungan pada teknologi dapat mengurangi latihan berpikir yang seharusnya terbentuk secara alami melalui proses berbahasa.

Meski demikian, teknologi tidak sepenuhnya dapat diposisikan sebagai penyebab utama permasalahan ini. Autocorrect dan AI pada dasarnya dirancang sebagai alat bantu untuk mendukung aktivitas manusia. Permasalahan muncul ketika pengguna bersikap pasif dan menyerahkan sepenuhnya proses berbahasa kepada mesin. Dengan kata lain, kemalasan kognitif lebih dipengaruhi oleh pola penggunaan teknologi daripada keberadaan teknologi itu sendiri.

Baca Juga :  Video Tak Senonoh 3 Siswi SMPN 1 Terara Viral di Medsos, Unit PPA Turun Tangan

Oleh karena itu, diperlukan sikap yang lebih seimbang dan kritis dalam memanfaatkan teknologi bahasa. Autocorrect dan AI sebaiknya digunakan sebagai pendukung pembelajaran, bukan sebagai pengganti proses berpikir. Kebiasaan membaca, menulis, dan meninjau ulang teks secara mandiri tetap penting untuk menjaga ketajaman kemampuan berbahasa. Jika digunakan secara bijak, teknologi tidak akan melemahkan bahasa, melainkan justru dapat membantu manusia mengembangkan kompetensi linguistiknya.(*)

Berita Terkait

AHM Tembus Ujung Timur Indonesia, Pendidikan Vokasi Berstandar Industri Hadir di Sorong
Astra Motor Campus Network Bekali Mahasiswa Unram Jurus Jitu Hadapi Interview Kerja
8 Tahun Pascagempa, Putri Victoria Saksikan Ketangguhan Lombok Utara dari Sekolah hingga Kesehatan
Gubernur Iqbal Dorong Pramuka NTB Jadi Pelopor Swasembada Pangan dari Desa hingga Sekolah
Lulusan SMK NTB Mulai Dibidik Kerja di Qatar, Gubernur Iqbal Buka Jalan ke Pasar Global
Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi, PT Bank NTB Syariah dan Universitas Islam Al-Azhar Jalin Kerja Sama Strategis
Pemprov NTB Gandeng UMM, Fokus Tekan Kemiskinan hingga Perkuat Ketahanan Pangan
96 Mahasiswa Fakultas Geografi UGM Teliti Potensi dan Ancaman Wilayah Lombok Tengah dengan Teknologi Geospasial

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 14:01 WIB

AHM Tembus Ujung Timur Indonesia, Pendidikan Vokasi Berstandar Industri Hadir di Sorong

Minggu, 13 September 2026 - 14:02 WIB

Astra Motor Campus Network Bekali Mahasiswa Unram Jurus Jitu Hadapi Interview Kerja

Sabtu, 5 September 2026 - 15:02 WIB

8 Tahun Pascagempa, Putri Victoria Saksikan Ketangguhan Lombok Utara dari Sekolah hingga Kesehatan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Gubernur Iqbal Dorong Pramuka NTB Jadi Pelopor Swasembada Pangan dari Desa hingga Sekolah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Lulusan SMK NTB Mulai Dibidik Kerja di Qatar, Gubernur Iqbal Buka Jalan ke Pasar Global

Berita Terbaru

Suasana kunjungan tiga perempuan yang mewakili kekuatan eksekutif, kebudayaan, dan legislatif NTB ke Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide, pada 11–12 September 2026.

Internasional

Dari Adelaide, Tiga Srikandi NTB Bawa Kekayaan Budaya Mendunia

Senin, 14 Sep 2026 - 13:09 WIB