Oleh: Himayatussholihah │
Mahasiswa Program Studi Pendidikan bahasa Inggris, UNW Mataram, 2026
Tugas Akhir Mata Kuliah Psycholinguistics
Dosen Pengampu Mata Kuliah: M. Rajabul Gufron, S.Pd., M.A
BAHASA dan atensi saling berhubungan dalam proses berpikir manusia. atensi membantu seseorang untuk fokus pada bahasa sehingga proses memahami dan menggunakan bahasa dapat berjalan dengan baik. jika perhatian kurang, pemahaman bahasa juga menjadi tidak maksimal.
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam cara kita berbahasa dan memusatkan perhatian. kehadiran gawai, media sosial, serta notifikasi yang terus-menerus membuat aktivitas membaca, menulis, dan memahami bahasa berlangsung dalam kondisi yang penuh distraksi. dalam konteks akademik, kondisi ini menjadi perhatian penting karena bahasa dan atensi merupakan dua aspek yang saling berkaitan erat dalam proses kognitif manusia.
Tujuan penulisan ini untuk mengkaji hubungan antara bahasa, atensi, dan distraksi digital dalam perspektif psikolinguistik serta menjelaskan dampaknya terhadap proses pemahaman dan penggunaan bahasa, khususnya dalam konteks akademik.
Atensi berperan penting dalam proses berbahasa karena membantu kita fokus pada informasi linguistik. di era digital, perhatian sering terpecah oleh distraksi seperti media sosial, sehingga mahasiswa kesulitan memahami teks akademik secara mendalam dan kemampuan berpikir kritis pun menurun. distraksi digital juga memengaruhi produksi bahasa, karena kebiasaan menggunakan bahasa singkat dapat mengurangi kemampuan menyusun kalimat akademik yang runtut. meski begitu, teknologi tetap bermanfaat jika digunakan secara bijak. kuncinya adalah mengelola atensi agar proses berbahasa tetap optimal.
Dengan demikian,dapat disimpullan bahwa bahasa, atensi, dan distraksi digital merupakan aspek yang saling berkaitan dalam kehidupan modern. dalam perspektif psikolinguistik, perhatian memegang peran penting dalam menentukan kualitas pemahaman dan penggunaan bahasa. distraksi digital yang tidak terkontrol dapat menurunkan efektivitas proses berbahasa, terutama dalam konteks akademik. oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan pengelolaan atensi yang baik agar teknologi digital dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengorbankan kualitas berpikir dan berbahasa.(*)

















