LOTIM, LOMBOKTODAY.ID – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal menaruh harapan besar terhadap kehadiran Himpunan Masyarakat Paer Lauq (HIMAPALA). Melalui organisasi ini, berbagai persoalan strategis di kawasan Paer Lauq diharapkan dapat ditangani secara kolaboratif dan berkelanjutan.
Harapan tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, HL Moh Faozal, saat mewakili Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, pada acara deklarasi HIMAPALA, di Pantai Kura-Kura, Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Sabtu sore (7/2/2026).
Dalam sambutannya, Faozal menyampaikan lima pesan utama Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqgal yang menjadi fokus kerja sama antara pemerintah dan HIMAPALA ke depan.
Pertama, gerakan bersama untuk lingkungan. Pemprov NTB mengajak HIMAPALA terlibat aktif dalam upaya penyelesaian masalah lingkungan, terutama penghijauan. Salah satu program yang didorong adalah pengembangan kawasan mangrove di wilayah Paer Lauq. “Penghijauan, termasuk pengembangan mangrove, bisa menjadi langkah konkret yang kita lakukan bersama untuk menjaga kelestarian daerah ini,” ujar Faozal.
Kedua, pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan desa. Di mana, Pemprov NTB ingin memastikan seluruh warga Paer Lauq yang masih berada di bawah garis kemiskinan dapat terangkat melalui program Desa Berdaya.

“HIMAPALA diharapkan bisa menjadi mitra strategis Pemprov NTB untuk memetakan kebutuhan masyarakat. Memang tidak bisa selesai dalam waktu singkat, tapi dengan proses yang terencana dan dukungan dari para guru besar (profesor), para tuan guru, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dari Paer Lauq, persoalan ini bisa kita tuntaskan bersama,” katanya.
Selanjutnya ketiga, optimalisasi potensi kelautan dan perikanan. Menurut Faozal, Paer Lauq memiliki kekayaan sumber daya kelautan yang luar biasa. Ia mencontohkan kawasan Kedome yang memiliki potensi besar dalam pengembangan produksi garam.
“Produksi garam di Kedome sangat potensial, namun masih butuh pendampingan. HIMAPALA bisa hadir memberikan pembinaan agar kawasan ini ke depan menjadi role model pengembangan garam,” jelasnya.

Selain itu, sektor perikanan juga dinilai sangat menjanjikan. Wilayah pesisir selatan Lombok Timur, mulai dari Tanjung Luar hingga Jerowaru, dikenal sebagai lumbung ikan berkualitas.
“Potensi perikanan ini harus segera dikolaborasikan. Kami berharap HIMAPALA bisa ikut hadir berdiskusi dan merancang langkah konkret untuk memajukan sektor ini,” ucapnya.
Keempat, pembangunan infrastruktur yang memadai. Infrastruktur di kawasan Paer Lauq masih menjadi tantangan besar. Faozal mengakui bahwa keterbatasan anggaran sering kali menjadi kendala, sementara kebutuhan masyarakat terus meningkat.
“Kami sadar, tidak mungkin mengembangkan Paer Lauq sebagai destinasi pariwisata unggulan jika infrastrukturnya masih memprihatinkan,” ungkapnya.

Ia bahkan sempat merasakan langsung kondisi akses jalan menuju lokasi acara yang dinilai belum layak. “Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama. Pemerintah dan HIMAPALA harus bergandengan tangan agar infrastruktur yang mendukung pariwisata benar-benar bisa diwujudkan,” tegasnya.
Kelima, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Aspek pendidikan dan kesehatan juga menjadi perhatian serius Pemprov NTB. Faozal mengajak para akademisi dan tokoh masyarakat Paer Lauq untuk ikut menyumbangkan gagasan.
“Mari kita duduk bersama, merumuskan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas sekolah, layanan kesehatan, dan kapasitas SDM di wilayah ini. Kami butuh masukan yang aplikatif dan bisa segera dieksekusi,” katanya.

Menutup sambutannya, Faozal menegaskan bahwa Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, sangat mengapresiasi lahirnya HIMAPALA sebagai wadah kebersamaan masyarakat Paer Lauq.
“Kehadiran HIMAPALA diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di Paer Lauq. Mari kita bekerja bersama agar masyarakat di wilayah ini bisa hidup lebih sejahtera dan lebih baik,” tutupnya.(Sid)

















