Instruktur Safety Riding Astra Honda “Naik Podium” Dunia, Edukasi Keselamatan Dimulai dari Usia 2 Tahun

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Instruktur Safety Riding Astra Motor saat memberikan edukasi keselamatan berkendara kepada anak-anak balita.

Instruktur Safety Riding Astra Motor saat memberikan edukasi keselamatan berkendara kepada anak-anak balita.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID — Edukasi keselamatan berkendara kini tak lagi identik dengan orang dewasa. Bahkan, anak usia balita pun bisa belajar soal lalu lintas. Dan Indonesia baru saja diakui dunia karena pendekatan unik tersebut.

Tim Instruktur Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM) meraih peringkat kedua terbaik pada ajang internasional Asia-Oceania Safety Innovative Concept 2026, pada Kamis (29/1/2026).

Prestasi ini menjadi pengakuan global atas kreativitas Indonesia dalam membangun budaya berkendara aman sejak usia dini.

Bukan sekadar presentasi, para instruktur diminta menghadirkan konsep edukasi nyata dan aplikatif untuk anak-anak, lengkap dengan simulasi praktik secara daring di hadapan juri internasional.

Adapun lima instruktur yang mewakili Indonesia, di antaranya: M. Zakky Zulfiar, Dwi Oktawijaya, Deni Surahman, Hari Setiawan (Mitra Pinasthika Mulia), dan Yosepth K.L Dwiyanto (Astra Motor Bali).

Mereka memperkenalkan metode edukasi berbasis pengalaman (experiential learning) untuk anak usia golden age (2-6 tahun).

Baca Juga :  Gen Z Diajak Tetap Tenang di Jalan, Instruktur Safety Riding Astra Motor NTB Bagikan Tips Aman Berkendara di Lombok Utara

Konsep utamanya sederhana namun powerful: miniatur kota lalu lintas interaktif. Anak-anak tidak hanya mendengar teori, tetapi bermain peran sebagai pengendara & pejalan kaki, mengenali rambu secara visual, memahami posisi blind spot kendaraan, belajar cara berboncengan aman.

Model belajar dua arah ini membuat edukasi terasa seperti permainan, bukan kewajiban. Hasilnya? Anak lebih cepat memahami konsep keselamatan karena otak mereka belajar melalui pengalaman, bukan hafalan.

Pendekatan ini dinilai efektif membangun karakter tertib lalu lintas sejak kecil, sekaligus menekan risiko kecelakaan di masa depan. “Prestasi ini mendorong kami terus menghadirkan inovasi edukasi keselamatan berkendara di Indonesia,” ujar Zakky Zulfiar.

Kompetisi ini diikuti negara-negara Asia-Oceania seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, India, dan Taiwan. Penilaian dilakukan langsung oleh Honda Motor Co., Ltd, Asian Honda, dan Suzuka Traffic Education Center.

Menurut General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya, bahwa metode interaktif membuat anak memahami risiko berkendara jauh lebih efektif dibanding pendekatan teori semata.

Baca Juga :  Cari Ide Usaha? Bisnis Laundry Menjadi Salah Satu Sektor yang Terus Bertumbuh

Edukasi keselamatan bukan hanya soal aturan, tapi pembentukan kebiasaan. Dengan kata lain: budaya tertib lalu lintas harus ditanam sebelum seseorang cukup umur mengendarai kendaraan.

Saat ini jaringan Honda Indonesia memiliki: 120 instruktur Safety Riding aktif, Safety Riding Center di 9 kota: Banten, Jambi, Tangerang, Yogyakarta, Surabaya, Riau, Medan, Bandung, AHM Safety Riding Park (terbesar di Asia Tenggara).

6 sekolah dengan Safety Riding Lab: SMK Mitra Industri MM2100 Bekasi, SMK Panca Abdi Bangsa Binjai, SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang, SMAN Bali Mandara, SMKN 1 Bulakamba Brebes, SMKN 4 Tasikmalaya.

Fasilitas ini digunakan untuk membangun generasi pengendara yang sadar risiko, bukan hanya sekadar bisa mengendarai.

Penghargaan ini bukan hanya trofi. Ini menandai perubahan paradigma: keselamatan berkendara bukan materi ujian SIM, tapi bagian dari pendidikan karakter sejak balita. Dan dari Indonesia, konsep itu kini mendapat panggung dunia.(amn)

Berita Terkait

Wujud Sinergi dan Kepedulian Sosial, Bank Jatim Bersama Bank NTB Syariah dan IZI Salurkan Bantuan Kacamata Gratis bagi Pelajar di Jawa Timur
Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur
Ombudsman NTB Temukan Dugaan Alamat Fiktif pada SPMB SMA Jalur Domisili, Siswa yang Berhak Berpotensi Dirugikan
Pemprov NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Turun ke Desa Berdaya Entaskan Kemiskinan
Dikbud Lotim Keluarkan Edaran Larangan Sekolah Negeri Jual Seragam ke Siswa
Empat Tim Mahasiswa NTB Lolos Seleksi Regional Astra Honda SFL 2026, Siap Bersaing di Tahap Berikutnya
SMP 1 Masbagik Juara GSI 2026, Siap Wakili Kabupaten Lotim di Tingkat Provinsi NTB
Ironi Kampus: Ketika Ruang Kritik Tidak Lagi Memberi Ruang Bicara

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:07 WIB

Wujud Sinergi dan Kepedulian Sosial, Bank Jatim Bersama Bank NTB Syariah dan IZI Salurkan Bantuan Kacamata Gratis bagi Pelajar di Jawa Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:01 WIB

Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur

Senin, 13 Juli 2026 - 13:05 WIB

Ombudsman NTB Temukan Dugaan Alamat Fiktif pada SPMB SMA Jalur Domisili, Siswa yang Berhak Berpotensi Dirugikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:03 WIB

Pemprov NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Turun ke Desa Berdaya Entaskan Kemiskinan

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:07 WIB

Dikbud Lotim Keluarkan Edaran Larangan Sekolah Negeri Jual Seragam ke Siswa

Berita Terbaru