MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) melakukan perombakan birokrasi besar. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan terhadap 392 pejabat eselon III dan IV Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov NTB, di Ruang Rapat Utama Tambora, Kantor Gubernur NTB, pada Jumat sore (20/2/2026).
Pelantikan ini menjadi bagian dari penataan organisasi setelah penyederhanaan struktur birokrasi sesuai kebijakan pemerintah pusat. Dari 392 total pejabat yang dimutasi terdiri dari 147 pejabat eselon III dan sisanya 245 pejabat adalah eselon IV.
Mereka dijadwalkan mulai aktif menjalankan tugas pada Senin (23/2/2026) pekan depan. Acara tersebut turut dihadiri pejabat eselon I dan II, serta ratusan pejabat administrator dan pengawas.
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menegaskan rotasi dan mutasi bukan sesuatu yang perlu ditakuti dalam dunia ASN. “Rotasi dan mutasi adalah hal biasa dalam birokrasi. Yang paling penting adalah komitmen terhadap sumpah jabatan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, perubahan struktur organisasi membuat beberapa jabatan struktural dihapus sehingga diperlukan penyesuaian posisi di berbagai OPD.
Pemprov NTB menggunakan mekanisme uji kompetensi (beauty contest) untuk memetakan potensi ASN secara objektif. Penilaian tidak hanya berdasarkan kemampuan teknis, tetapi juga profil kepegawaian dan catatan Inspektorat.
Gubernur Iqbal ingin birokrasi NTB memiliki jalur karier yang sehat—naik karena kualitas, bukan relasi. “Saya ingin suatu saat pejabat eselon II berasal dari kader terbaik eselon III di OPD masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, jabatan eselon III merupakan tahap strategis menuju pimpinan OPD, sementara eselon IV adalah fase kaderisasi awal yang harus dibina. Ia bahkan menitipkan tanggung jawab khusus kepada pejabat eselon III untuk membentuk generasi pemimpin berikutnya.
Selain penataan struktural, Pemprov NTB juga akan memperkuat jabatan fungsional. Sistem kerja akan disesuaikan agar jalur karier ASN tidak hanya terpaku pada jabatan struktural. Langkah ini diharapkan membuka peluang pengembangan kompetensi yang lebih luas sekaligus membuat birokrasi lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Menutup sambutannya, Gubernur Iqbal menyampaikan pesan personal kepada para pejabat yang baru dilantik. “Bekerjalah dengan hati, tapi jangan memasukkan pekerjaan ke dalam hati. Pemimpin tidak mungkin menyenangkan semua orang,” ujarnya.
Ia juga menekankan satu hal yang menurutnya lebih penting dari kecerdasan. “Jika dihadapkan pada pilihan antara kemampuan intelektual dan komitmen, pilih komitmen. Kemampuan bisa dipelajari, komitmen lahir dari integritas,” katanya.
Para ASN pun diingatkan agar tidak menggantungkan karier kepada siapa pun, melainkan membangun kepercayaan melalui kinerja terbaik dan profesionalisme. Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum pembenahan organisasi sekaligus mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik di Provinsi NTB.(Sid)

















