Diduga Akibat Arus Pendek Listrik, Toko Bangunan di Tanak Awu Ludes Terbakar

- Jurnalis

Senin, 3 Februari 2025 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ini toko bangunan di jalan raya Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, yang hangus dilalap si jago merah, Senin (3/2/2025), sekitar pukul 17.15 Wita.

Ini toko bangunan di jalan raya Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, yang hangus dilalap si jago merah, Senin (3/2/2025), sekitar pukul 17.15 Wita.

LOMBOK TENGAH, LOMBOKTODAY.ID – Sebuah toko bangunan yang berada di jalan raya Desa Tanak Awu menuju Pengembur, tepatnya di Dusun Selawang Barat, Desa Tanak Awu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), hangus dilalap si jago merah, pada Senin (3/2/2025), sekitar pukul 17.15 Wita.

Pemilik toko bangunan Ilham mengaku, api muncul secara tiba-tiba di dalam toko sudah menyala sangat besar,  menyebabkan sulit dilakukan pemadaman dengan tenaga manusia. Saat kejadian, toko masih buka dan dirinya sedang berada di luar toko bangunan. ‘’Saya kaget melihat api yang sudah menyala besar sekali, sehingga tidak bisa menyelamatkan barang-barang berharga di dalam toko,’’ katanya, Senin sore (3/2/2025).

Korban mengakui tidak bisa memastikan penyebab terjadinya kebakaran tersebut, namun ia menduga hal ini terjadi akibat arus pendek listrik. Akibat kejadian sejumlah bahan bangunan habis terbakar hanya beberapa barang seperti besi, semen yang tersisa. Namun pihaknya belum bisa menghitung kerugian akibat insiden kebakaran ini. ‘’Bahan bangunan yang cepat terbakar semua habis, belum bisa menghitung berapa kerugian untuk sementara waktu,’’ ujarnya.

Baca Juga :  550 Runners Meriahkan Road to Mataram, Sekda NTB Ajak Sukseskan Pocari Sweat Run Lombok 2026

Sementara itu, Kepala Dinas Damkarta (Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) Kabupaten Lombok Tengah, HL Supardan melalui Kasi Opersional, Herman Satriawan saat memimpin jalannya upaya pemadaman api mengaku, api yang sudah menyala sangat besar berhasil dipadamkan petugas setelah tiga puluh menit lebih berupaya bersama warga setempat memadamkan api dengan menerjunkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. ‘’Begitu laporan masuk, tim regu piket langsung meluncur ke TKP (Tempat Kejadian Perkara), dengan tiga unit mobil pemadam lengkap bersama regu piket,’’ katanya.

Baca Juga :  Polres Lombok Tengah Gelar Sertijab, I Komang Sugiarne Jabat Kasat Intelkam

Dalam peristiwa ini, lanjutnya, tidak ada korban jiwa dan beruntung api dengan cepat padam, sehingga tidak menjalar ke rumah lainnya dan secara kebetulan bangunan toko berdampingan dengan gudang besi bekas atau rosokan milik warga sekitar.

Herman mengaku belum bisa memastikan secara pasti penyebab terjadinya kebakaran, demikian juga belum bisa ditaksir berapa kerugian yang diderita korban. ‘’Kami hanya membantu melakukan pemadaman api, terkait persoalan penyebab dan jumlah kerugian masih harus dilakukan pendataan dan pemeriksaan lanjutan oleh pihak terkait,’’ ujarnya di lokasi kejadian.

Herman mengimbau agar warga masyarakat Lombok Tengah untuk senantiasa waspada terhadap musibah yang kemungkinan bisa terjadi sewaktu-waktu di tengah masyarakat. ‘’Kepada korban saya meminta untuk bersabar atas musibah ini,’’ ucap Herman.(LS)

Berita Terkait

Gubernur Iqbal Tegaskan SPM Tak Boleh Berhenti di Dokumen, Harus Dirasakan Warga NTB
MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga
Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati, Bidik Pengembangan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
Honda Vario Evo Night Ride Ramaikan Malam Kota Mataram, 150 Riders Ikut City Rolling
Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak Bawa 243 Orang, 103 Penumpang Berhasil Dievakuasi
Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh
Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?
Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:06 WIB

MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga

Senin, 14 September 2026 - 08:05 WIB

Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati, Bidik Pengembangan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

Minggu, 13 September 2026 - 13:09 WIB

Honda Vario Evo Night Ride Ramaikan Malam Kota Mataram, 150 Riders Ikut City Rolling

Minggu, 13 September 2026 - 07:06 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak Bawa 243 Orang, 103 Penumpang Berhasil Dievakuasi

Kamis, 10 September 2026 - 14:02 WIB

Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh

Berita Terbaru

Suasana tradisi betabeq yang digelar menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, pada Rabu malam (16/9/2026).

Pariwisata Seni Budaya

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Betabeq Jadi Simbol Doa, Restu dan Keselamatan

Rabu, 16 Sep 2026 - 22:38 WIB