Perangi Rentenir, Lotim Masuk Nominator Penerima TPAKD Award Tahun 2025

- Jurnalis

Senin, 16 Juni 2025 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin didampingi Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taofik (kanan).

Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin didampingi Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taofik (kanan).

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.IDKabupaten Lombok Timur terus memerangi merajalelanya “rentenir” yang acap dijuluki sang penghisap darah (lintah darat).

Terbukti, tahun 2021 lalu berhasil meraih penghargaan katagori inovasi program pengembangan akses keuangan di sektor peternakan melalui Lotim Berkembang.

Program ini diyakini ampuh sebagai upaya menyelamatkan pengusaha kecil menengah dari jeratan lintah darat tersebut.

Karenanya, Lombok Timur (Lotim) melalui Tim Percepatan Akses Keungan Daerah (TPAKD) kembali masuk nominasi penerima TPAKD Award tahun 2025.

Dalam kaitan itu pada hari Senin (16/6/2025) dilakukan Asesmen virtual di Rupatama II kantor Bupati Lotim yang dihadiri langsung Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, didampingi Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taofik, OJK NTB, dan OPD serta mitra kerja lainnya.

Bupati Haerul dalam pemaparannya menyampaikan komitmen Pemda terkait pengembangan Program TPKAD seperti Lombok Timur Berantas Rentenir melalui Kredit Tanpa Bunga (Lotim Berkembang) yang dimulai 2020, serta Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS), dan Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) yang dilaksanakan sejak tahun 2024 lalu.

Baca Juga :  Sesekali Wabup Lotim Bekerja Jadi Tukang Bersih Aset Daerah

Bupati menyampaikan bahwa melalui Lotim Berkembang sasarannya terus diperluas hingga ke UMKM. Hal itu mengingat potensi UMKM di daerah ini mencapai lebih dari 73 ribu.

“Sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi masyarakat, UMKM harus mendapat dukungan serius. Tahun 2025, Pemda menyediakan tak kurang dari Rp 20 miliar untuk UMKM yang jumlahnya mencapai 73 ribu lebih itu,” urai Bupati.

Diakui Bupati Haerul bahwa pemilihan mitra penyalur seperti PT Pegadaian juga berpengaruh terhadap keberterimaan program di masyarakat.

Menyinggung sasaran peternak yang sempat terhenti karena penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK), Bupati menegaskan akan kembali mengaktifkan sasaran peternak.

Hal ini juga didorong adanya perjanjian kerja sama dengan Pemda Kabupaten Kutai Kartanegara yang mengharapkan pasokan daging sapi dan bibit sapi dari Lombok Timur.

Baca Juga :  Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran 2025, Gubernur NTB Turun ke Pasar Sengkol dan Pasar Rakyat Mandalika

Sementara itu, Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taofik menjelaskan program seperti EPIKS dan Kejar yang berjalan sejak akhir 2024 menunjukkan program yang sangat baik.

Hal itu dapat dilihat dari semakin banyak Pondok Pesantren yang menerapkan program tersebut yaitu 46 Ponpes sejak diluncurkan Oktober 2024.

Program yang diharapkan mewujudkan kemandirian Ponpes melalui kerja sama dengan bank Himbara dan Bank Daerah ini memberikan pendampingan dan literasi keuangan syariah bagi masyarakat dan lingkungan Ponpes.

Selain itu, untuk program Kejar, Jumlah tabungan siswa Lombok Timur adalah yang tertinggi di Provinsi NTB. Untuk itu akan terus dijaga keberlanjutannya, mengingat dari aspek sasaran dinilai sudah optimal.

Selain pemaparan, Tim penilai utama yang berasal dari berbagai elemen juga melontarkan sejumlah pertanyaan yang mempertajam informasi program dan kegiatan yang dilaksanakan Pemda bersama TPKAD.(Kml)

Berita Terkait

Gubernur Iqbal Perintahkan APBD-P 2026 Tindak Lanjuti Arahan KPK
Bulan Maulid Nabi, Pemprov NTB Gelar GPM di RS Mandalika, Harga Pangan Lebih Terjangkau
Putri Victoria Dengar Kisah Petani Sajang, 450 Meter Irigasi Pulihkan Harapan Pascagempa Lombok
Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, Astra Motor NTB Ajak Konsumen Touring Satu Hati dan Tebar Beragam Apresiasi
Pemprov NTB dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Belanja Daerah Tembus Rp6,52 Triliun
Bulan Maulid, Pemprov NTB Gelar Gerakan Pangan Murah di Rusunawa Montong Are, Ayam Dijual Rp37 Ribu per Kg
Honda ST125 Dax Tampil Beda dengan Warna Baru, Harga Rp84,5 Juta
New Honda NX500 Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa Teknologi E-Clutch dan Harga Rp230 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 18:06 WIB

Bulan Maulid Nabi, Pemprov NTB Gelar GPM di RS Mandalika, Harga Pangan Lebih Terjangkau

Sabtu, 5 September 2026 - 17:09 WIB

Putri Victoria Dengar Kisah Petani Sajang, 450 Meter Irigasi Pulihkan Harapan Pascagempa Lombok

Sabtu, 5 September 2026 - 11:08 WIB

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, Astra Motor NTB Ajak Konsumen Touring Satu Hati dan Tebar Beragam Apresiasi

Jumat, 4 September 2026 - 23:30 WIB

Pemprov NTB dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Belanja Daerah Tembus Rp6,52 Triliun

Kamis, 3 September 2026 - 13:01 WIB

Bulan Maulid, Pemprov NTB Gelar Gerakan Pangan Murah di Rusunawa Montong Are, Ayam Dijual Rp37 Ribu per Kg

Berita Terbaru

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat rapat koordinasi bersama maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan melalui konferensi daring dari Mataram, pada Selasa (8/9/2026).

Pariwisata Seni Budaya

Jelang MotoGP Mandalika 2026, NTB Desak Maskapai Tambah Penerbangan ke Lombok

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:09 WIB