Bulan Maulid Nabi, Pemprov NTB Gelar GPM di RS Mandalika, Harga Pangan Lebih Terjangkau

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemprov NTB melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangkaian peringatan HUT ke-5 Rumah Sakit (RS) Mandalika, di halaman RS Mandalika, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Sabtu (5/9/2026).

Pemprov NTB melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangkaian peringatan HUT ke-5 Rumah Sakit (RS) Mandalika, di halaman RS Mandalika, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Sabtu (5/9/2026).

LOMBOK TENGAH, LOMBOKTODAY.ID – Kebutuhan pangan yang cenderung meningkat menjelang momentum keagamaan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB).

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat mendapat akses bahan pangan dengan harga lebih terjangkau melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Kabupaten Lombok Tengah.

GPM digelar Pemprov NTB melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Rumah Sakit (RS) Mandalika. Kegiatan berlangsung di halaman RS Mandalika, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Sabtu (5/9/2026).

Sejumlah kebutuhan pokok tersedia dalam kegiatan tersebut. Masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus memanfaatkan momentum GPM untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga tanpa harus berbelanja secara berlebihan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, terutama menjelang dan selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah, mengatakan GPM merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap dapat dipenuhi dengan harga yang terjangkau.

Menurutnya, momentum keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi biasanya diikuti peningkatan permintaan terhadap sejumlah komoditas pangan.

Kondisi tersebut perlu diantisipasi agar kenaikan permintaan tidak memberikan tekanan berlebihan terhadap harga di tingkat masyarakat.

“Bulan Maulid biasanya diikuti peningkatan permintaan terhadap sejumlah komoditas pangan. Karena itu, GPM menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Baca Juga :  Tampilkan Performa Sporty, Honda Supra GTR150 Tetap Jadi Primadona Warlok

Lalu Mirza menyebut sejumlah komoditas yang umumnya mengalami peningkatan kebutuhan pada momentum tersebut. Di antaranya minyak goreng, telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, bawang putih, hingga cabai rawit.

Komoditas-komoditas tersebut merupakan bagian dari kebutuhan pangan sehari-hari masyarakat. Ketika permintaan meningkat pada momentum tertentu, pemerintah perlu memastikan pasokan tetap tersedia agar keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan kondisi pasar tetap terjaga.

Karena itu, GPM tidak sekadar menjadi kegiatan penjualan pangan dengan harga terjangkau. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah untuk melakukan intervensi terhadap dinamika pasokan dan permintaan pangan di tengah masyarakat.

Antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan GPM juga menjadi dorongan bagi Pemprov NTB untuk melanjutkan kegiatan serupa di berbagai wilayah.

Terlebih, momentum menjelang HBKN kerap menjadi periode ketika kebutuhan rumah tangga meningkat. Dengan menghadirkan pangan dengan harga yang lebih terjangkau secara langsung kepada masyarakat, pemerintah berharap tekanan terhadap pengeluaran rumah tangga dapat ditekan.

Langkah tersebut juga diharapkan membantu menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan permintaan di pasar, sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi daerah.

Di sisi lain, Lalu Mirza mengingatkan masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja. Kemudahan memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau diharapkan tidak membuat masyarakat membeli secara berlebihan.

Ia mengajak masyarakat menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan rumah tangga sekaligus mengurangi potensi pemborosan pangan.

“Kami berharap masyarakat tetap bijak berbelanja. Belilah sesuai dengan kebutuhan, dan mari bersama-sama stop boros pangan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Dukung Ketahanan Pangan TNI-Polri Sulap Pekarangan Rumah Warga

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketahanan pangan. Pengendalian pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan dan harga komoditas di pasar, tetapi juga pada pola konsumsi masyarakat.

Dengan membeli sesuai kebutuhan, masyarakat dapat mengelola pengeluaran rumah tangga secara lebih bijak sekaligus mengurangi makanan yang terbuang.

Bagi pemerintah daerah, Gerakan Pangan Murah sendiri menjadi salah satu agenda berkala dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Pelaksanaannya diarahkan untuk memberikan akses pangan yang lebih terjangkau kepada masyarakat sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.

Kehadiran GPM di halaman RS Mandalika juga memberikan warna tersendiri dalam peringatan HUT ke-5 rumah sakit tersebut.

Perayaan tidak hanya diisi dengan kegiatan internal, tetapi juga menghadirkan aktivitas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Selain Gerakan Pangan Murah, rangkaian HUT ke-5 RS Mandalika turut diisi dengan jalan sehat. Kegiatan tersebut diikuti jajaran RS Mandalika, siswa sekolah, serta masyarakat sekitar.

Rangkaian kegiatan itu mempertemukan dua kepentingan sekaligus: memperingati perjalanan lima tahun RS Mandalika dan menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan pada momentum Maulid Nabi, GPM menjadi salah satu cara Pemprov NTB mendekatkan intervensi pangan kepada masyarakat.

Bukan hanya soal harga murah, tetapi juga bagaimana pasokan tetap tersedia, masyarakat dapat berbelanja secara bijak, dan stabilitas pangan daerah tetap terjaga.(Sid)

Berita Terkait

Honda Electrify Meet Up–Lombok, Astra Motor NTB Ajak Masyarakat Jajal Motor Listrik
Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan
Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong
ASUS Resmi Hadirkan ASUS ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional dengan NVIDIA RTX Spark™ Pertama di Indonesia
Gubernur NTB Pastikan Stok BBM, LPG, Beras, dan Pupuk Aman, Masyarakat Diminta Tak Panik
Bupati Iron Salurkan Modal Usaha Rp1,5 Juta per Pedagang di Pasar Tenten Gandor, Ini Pesannya
Pemprov NTB Targetkan BPR Syariah Rampung Akhir 2026, Pembiayaan UMKM Jadi Prioritas
MotoGP Mandalika: Jangan Samakan Rugi Perusahaan dengan Dampak Ekonomi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Honda Electrify Meet Up–Lombok, Astra Motor NTB Ajak Masyarakat Jajal Motor Listrik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:33 WIB

ASUS Resmi Hadirkan ASUS ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional dengan NVIDIA RTX Spark™ Pertama di Indonesia

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Gubernur NTB Pastikan Stok BBM, LPG, Beras, dan Pupuk Aman, Masyarakat Diminta Tak Panik

Berita Terbaru