Soroti Krisis Sampah Plastik di Masa Depan, DLH dan Polres Lombok Utara Gelar Aksi Bersih

- Jurnalis

Jumat, 27 Juni 2025 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana kegiatan Bakti Sosial Bersih Pantai di pesisir Pantai Kerakas, Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Suasana kegiatan Bakti Sosial Bersih Pantai di pesisir Pantai Kerakas, Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

LOMBOK UTARA, LOMBOKTODAY.ID — Mengahadapi krisis lingkungan terutama penceraman laut, masa depan bumi harus terjaga dengan memberikan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Hal tersebut mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Polres Lombok Utara bersama Bhayangkari Cabang Lombok Utara menggelar kegiatan Bakti Sosial Bersih Pantai di pesisir Pantai Kerakas, Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU), pada Kamis (26/6/2025).

Kegiatan ini turut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KLU, Pemerintah Desa dan Dusun, Satpol PP, serta partisipasi aktif masyarakat pesisir.

Fokus kegiatan adalah pembersihan sampah plastik yang mengotori garis pantai sekaligus membahayakan ekosistem laut di wilayah utara Pulau Lombok. Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi nyata lintas sektoral dalam menghadapi krisis lingkungan yang kian mengkhawatirkan.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., dalam keterangan resminya menegaskan, bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni peringatan Hari Bhayangkara, melainkan bentuk nyata empati dan tanggung jawab Polri terhadap isu lingkungan yang berdampak luas bagi masyarakat.

“Kegiatan hari ini adalah kolaborasi antara Polres, Dinas Lingkungan Hidup, masyarakat, pemerintah desa dan dusun, dewan pertimbangan desa, Satpol PP, serta Bhayangkari. Kami hadir untuk memberikan empati dan dukungan terhadap kelestarian sumber daya laut serta ekosistem bawah laut yang kita cintai bersama,” tegas AKBP Agus.

Baca Juga :  Perkuat Profesionalisme, IJTI NTB Gelar Ngaji Jurnalistik dan Bukber Jurnalis TV

Menurutnya, Polri memiliki peran strategis untuk memastikan seluruh pihak ikut menjaga lingkungan secara aktif. “Kelestarian laut adalah kunci masa depan. Laut yang sehat akan menghasilkan sumber daya yang melimpah, dan itu berujung pada kesejahteraan masyarakat. Ini bagian dari wujud nyata kontribusi Polri dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berbudaya,” ujarnya.

Kapolres juga memberikan bantuan alat kebersihan serta mengajak seluruh stakeholder untuk ikut membina masyarakat nelayan agar sadar bahwa menjaga laut adalah investasi jangka panjang yang tak ternilai harganya.

Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny Heny Agus Purwanta, menyoroti pentingnya peran perempuan dan keluarga pesisir dalam menjaga kebersihan laut. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa pendekatan edukatif kepada para ibu menjadi kunci perubahan perilaku di tingkat keluarga.

“Kami hadir memberikan edukasi dengan pendekatan keibuan. Kami ingin para ibu mendukung suaminya, menjaga lingkungan laut agar hasil tangkapan nelayan tetap maksimal. Ini bentuk kasih kami terhadap bumi dan masa depan anak-anak kita,” tuturnya.

Lebih jauh, Ny Heny menegaskan, bahwa krisis sampah plastik bukan lagi isu lokal, melainkan telah menjadi krisis global. Budaya konsumtif yang tak diimbangi dengan kesadaran lingkungan telah berdampak nyata terhadap penurunan hasil laut secara signifikan—yang sebelumnya mampu mencapai lebih dari satu ton per hari.

Baca Juga :  Rakor Inflasi Bareng Kemendagri, NTB Fokus Menstabilkan Harga

“Generasi muda harus mulai berpikir bahwa mencintai laut adalah kewajiban. Jadilah generasi smart yang mencintai bumi. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan wajah lingkungan kita di masa depan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara, Rusdianto menyambut positif kegiatan ini dan berharap sinergi antara institusi Polri, DLH, dan masyarakat terus berlanjut dalam menjaga kebersihan dan keindahan Lombok Utara sebagai daerah wisata yang sedang berkembang.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Polres Lombok Utara atas kepeduliannya terhadap lingkungan. Membersihkan pantai dari sampah plastik adalah langkah penting, dan kami berharap kolaborasi seperti ini menjadi rutinitas, bukan hanya momen,” katanya.

Rusdianto juga menyampaikan bahwa DLH terus berupaya memperkuat edukasi, regulasi, dan pengawasan terhadap pengelolaan sampah. Namun, katanya, tanpa kesadaran kolektif dan partisipasi warga, semua kebijakan tidak akan efektif.(mbq)

Berita Terkait

Gubernur Iqbal Tegaskan SPM Tak Boleh Berhenti di Dokumen, Harus Dirasakan Warga NTB
MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga
Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati, Bidik Pengembangan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
Honda Vario Evo Night Ride Ramaikan Malam Kota Mataram, 150 Riders Ikut City Rolling
Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak Bawa 243 Orang, 103 Penumpang Berhasil Dievakuasi
Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh
Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?
Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:04 WIB

Gubernur Iqbal Tegaskan SPM Tak Boleh Berhenti di Dokumen, Harus Dirasakan Warga NTB

Senin, 14 September 2026 - 12:06 WIB

MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga

Senin, 14 September 2026 - 08:05 WIB

Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati, Bidik Pengembangan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

Minggu, 13 September 2026 - 13:09 WIB

Honda Vario Evo Night Ride Ramaikan Malam Kota Mataram, 150 Riders Ikut City Rolling

Minggu, 13 September 2026 - 07:06 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak Bawa 243 Orang, 103 Penumpang Berhasil Dievakuasi

Berita Terbaru

Suasana tradisi betabeq yang digelar menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, pada Rabu malam (16/9/2026).

Pariwisata Seni Budaya

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Betabeq Jadi Simbol Doa, Restu dan Keselamatan

Rabu, 16 Sep 2026 - 22:38 WIB