Prof Yusron Saadi Resmi Daftar sebagai Bakal Calon Rektor Unram 2026–2030

- Jurnalis

Rabu, 12 November 2025 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof Yusron Saadi, ST., M.Sc., Ph.D saat menyerahkan berkas persyaratan sebagai bakal calon Rektor Universitas Mataram (Unram) untuk periode 2026–2030 kepada pihak panitia.

Prof Yusron Saadi, ST., M.Sc., Ph.D saat menyerahkan berkas persyaratan sebagai bakal calon Rektor Universitas Mataram (Unram) untuk periode 2026–2030 kepada pihak panitia.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Prof Yusron Saadi, ST., M.Sc., Ph.D resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon (Balon) Rektor Universitas Mataram (Unram) untuk periode 2026–2030. Ia menjadi pendaftar kelima dalam proses penjaringan calon Rektor Unram yang masih berlangsung hingga batas akhir pendaftaran pada Kamis besok (13/11/2025).

Dalam visinya, Prof Yusron mengusung konsep besar ‘’Menjadi Perguruan Tinggi Unggul, Berdampak, dan Berdaya Saing Global’’. Menurutnya, istilah ‘’global’’ memiliki tantangan yang lebih besar dibanding ‘’internasional’’, karena menuntut universitas mampu bersaing di tingkat dunia, bukan sekadar memiliki mahasiswa atau kolaborasi lintas negara.

‘’Saat ini kondisi sangat dinamis. Saya ingin ikut berkontribusi lebih jauh untuk memajukan Unram. Semakin banyak calon akan semakin baik, karena menunjukkan adanya dinamika demokrasi dan keterlibatan banyak pihak dalam pembangunan universitas,’’ kata Prof Yusron, saat jumpa pers usai mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Unram, di Rektorat Unram, Rabu (12/11/2025).

Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pencapaian akademik berkelas dunia dan kebermanfaatan langsung bagi masyarakat sekitar kampus. Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh menjadi ‘’menara gading’’ yang terpisah dari realitas sosial dan ekonomi di lingkungannya.

Baca Juga :  Semangat Berbagi Ramadan, YBM PLN UIP Nusra Salurkan Bantuan ke Mustahik di Sekitar Wilayah Kerja

‘’UMKM di sekitar kampus harus hidup dengan adanya universitas. Indikator kinerja sekarang juga mengukur kontribusi perguruan tinggi terhadap ekonomi lokal. Jadi, selain mengejar peringkat internasional, kita juga harus memperkuat akar kita di sini,’’ ujarnya.

Selain itu, Prof Yusron yang berpengalaman di berbagai posisi struktural di Unram, juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi seperti Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan.

Ia meyakini pengelolaan universitas ke depan membutuhkan kepemimpinan yang mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung riset, publikasi internasional, dan hilirisasi karya ilmiah, agar memberi nilai tambah bagi masyarakat serta pembangunan daerah.

Dengan jumlah mahasiswa sekitar 35.000 orang dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri, Prof Yusron menilai Unram memiliki potensi besar untuk menjadi pusat keunggulan akademik sekaligus penggerak ekonomi lokal. Ia berharap proses penjaringan calon Rektor Unram kali ini diikuti banyak kandidat, sehingga memberikan pilihan beragam dan memperkuat demokrasi internal kampus.

Baca Juga :  Guru Tak Bisa Lagi “Offline”: Bupati Lotim Dorong Transformasi Digital Pendidikan

Apalagi di era desentralisasi saat ini, Prof Yusron mengakui di setiap perguruan tinggi itu harus berkontribusi dalam pembangunan daerah sesuai sumber daya yang dimilikinya.

Menurut Prof Yusron, strategi pembangunan daerah yang berbasis pada kebijakan inovasi, sangat diperlukan. Sebab, inovasi merupakan penggerak perkembangan dan pertumbuhan ekonomi.

Dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) Diktisaintek Berdampak, lanjut Prof Yusron, aspek inovasi dan kontribusi/dedikasi pada masyarakat, menjadi sasaran utama selain aspek talenta dan tata kelola berintegritas.

‘’Kehadiran IKU Dikstisaintek Berdampak dilatarbelakangi oleh harapan agar perguruan tinggi sebagai lembaga ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, mampu memberi dampak nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,’’ ungkapnya sembari menjelaskan pentingnya sinergi antara talenta unggul, riset dan inovasi yang relevan, pengabdian yang berdaya guna, dan tata kelola berintegritas.(Sid)

Berita Terkait

AHM Tembus Ujung Timur Indonesia, Pendidikan Vokasi Berstandar Industri Hadir di Sorong
Astra Motor Campus Network Bekali Mahasiswa Unram Jurus Jitu Hadapi Interview Kerja
8 Tahun Pascagempa, Putri Victoria Saksikan Ketangguhan Lombok Utara dari Sekolah hingga Kesehatan
Gubernur Iqbal Dorong Pramuka NTB Jadi Pelopor Swasembada Pangan dari Desa hingga Sekolah
Lulusan SMK NTB Mulai Dibidik Kerja di Qatar, Gubernur Iqbal Buka Jalan ke Pasar Global
Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi, PT Bank NTB Syariah dan Universitas Islam Al-Azhar Jalin Kerja Sama Strategis
Pemprov NTB Gandeng UMM, Fokus Tekan Kemiskinan hingga Perkuat Ketahanan Pangan
96 Mahasiswa Fakultas Geografi UGM Teliti Potensi dan Ancaman Wilayah Lombok Tengah dengan Teknologi Geospasial

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 14:01 WIB

AHM Tembus Ujung Timur Indonesia, Pendidikan Vokasi Berstandar Industri Hadir di Sorong

Minggu, 13 September 2026 - 14:02 WIB

Astra Motor Campus Network Bekali Mahasiswa Unram Jurus Jitu Hadapi Interview Kerja

Sabtu, 5 September 2026 - 15:02 WIB

8 Tahun Pascagempa, Putri Victoria Saksikan Ketangguhan Lombok Utara dari Sekolah hingga Kesehatan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Gubernur Iqbal Dorong Pramuka NTB Jadi Pelopor Swasembada Pangan dari Desa hingga Sekolah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Lulusan SMK NTB Mulai Dibidik Kerja di Qatar, Gubernur Iqbal Buka Jalan ke Pasar Global

Berita Terbaru

Suasana tradisi betabeq yang digelar menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, pada Rabu malam (16/9/2026).

Pariwisata Seni Budaya

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Betabeq Jadi Simbol Doa, Restu dan Keselamatan

Rabu, 16 Sep 2026 - 22:38 WIB