Bupati Lotim Buktikan Diri Tidak Anti Kritik dan Tidak Alergi Demo

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lotim, H. Haerul Warisin saat menemui massa aksi.

Bupati Lotim, H. Haerul Warisin saat menemui massa aksi.

Oleh : Lalu M. Kamil Ab │

DALAM pekan terakhir ini Kabupaten Lombok Timur (Lotim) diguncang gelombang aksi unjuk rasa dari sejumlah elemen mahasiswa. Tentu yang mendasar adalah mengkritisi kebijakan Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin.

Kendati demikian, orang nomor satu di Bumi Patuh Karya ini tak lalu bersikap anti kritik atau alergi dengan demonstrasi. Bahkan Bupati Iron mengajak Wakil Bupati (Wabup) Lotim, HM Edwin Hadiwijaya dan Sekda Lotim, HM Juaini Taofik mendampingi dirinya membuka pintu pendopo selebar-lebarnya bagi mahasiswa untuk menguras isi perut (aspirasi).

Pertemuan para petinggi Lotim dengan perwakilan elemen mahasiswa itu berlangsung pada Jumat (23/1/2026) dalam suasana hangat. Pertemuan tersebut menjadi ajang adu gagasan yang konstruktif antara pemerintah dan kaum intelektual muda.

Di hadapan puluhan mahasiswa, Bupati Iron menyampaikan, Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim sangat menghargai fungsi kontrol sosial yang dijalankan oleh mahasiswa. Ia menekankan bahwa kritik adalah elemen penting dalam menjaga roda pemerintahan tetap pada jalurnya.

Baca Juga :  Seruan PAW Terdakwa Anggota DPRD Loteng Dinilai Prematur

Karenanya, Bupati Iron mengajak mahasiswa untuk lebih mengedepankan jalur audiensi dalam menyampaikan ide-ide segar demi kemajuan daerah. Ia berharap komunikasi yang santun tetap menjadi ciri khas pergerakan mahasiswa di Lotim.

“Kami menghargai aspirasi yang disampaikan dengan cara yang santun dan beradab. Pemerintah siap melakukan audiensi jika ada ide dan gagasan untuk kemajuan Lotim, misalnya membedah sejarah HUT Lotim,” ujar Bupati Iron, di hadapan perwakilan organisasi mahasiswa.

Terkait tuntutan mahasiswa mengenai pencopotan Kepala Dinas Pariwisata dan Staf Khusus Bidang Pariwisata, Bupati Iron memberikan jawaban yang normatif namun tegas. Ia memastikan bahwa aspirasi tersebut ditampung, namun eksekusinya harus berlandaskan hukum.

“Prosesnya akan dilakukan dengan tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kami tidak memiliki kepentingan selain ingin memajukan Kabupaten Lotim ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

Baca Juga :  Di Hadapan Mahasiswa Unhas, Tamsil Linrung Terangkan Peran Strategis DPD RI Kawal Asta Cita Presiden Prabowo

Mengenai polemik pengelolaan kawasan wisata Sunrise Land Lombok (SLL), Bupati Iron menegaskan bahwa perubahan pengelola merupakan murni kebijakan strategis pemerintah untuk peningkatan kinerja. Ia justru menantang mahasiswa untuk turut serta mengawasi kinerja pengelola baru.

“Kami persilakan semua pihak untuk mengawasi. Hasilnya nanti bisa kita evaluasi bersama untuk kebaikan pembangunan pariwisata kita,” jelas Bupati Iron.

Dengan sikap humanis, Bupati Iron merespons laporan adanya mahasiswa yang terluka saat aksi unjuk rasa sebelumnya, Bupati Iron langsung memberikan instruksi khusus kepada Sekda Juaini untuk menjamin penanganan medis mereka.

“Untuk yang terluka dalam aksi kemarin, saya sudah direktif ke Sekda agar segera diurus. Kesehatan dan keselamatan mereka tetap menjadi prioritas kami,” ujarnya.

Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas daerah serta membangun sinergi antara kebijakan pemerintah dan pengawasan masyarakat guna mewujudkan Lotim yang lebih maju dan terbuka.(*)

Berita Terkait

Pelantikan ASLI Kepri 4 Oktober Makin Dekat, Panitia Audiensi dengan Pemkot Batam
Ribuan Pengurus APKLI Bakal Padati Jakarta, Saiful Chaniago Tegaskan Misi Besar Ekonomi Rakyat
DPW ASLI Papua Selatan Resmi Dilantik, Gubernur Apolo Safanpo: Kekompakan dan Persatuan adalah Kekuatan
Puncak Hultah ke-91 NWDI Dihadiri Puluhan Ribu Jemaah, Wabup Lombok Timur Hadir Mewakili Bupati
60 Tahun KAHMI, Dari Simposium Nasional hingga Desakan Agar Kedaulatan Bangsa Tak Berhenti di Atas Kertas
Makanan Bergizi Tak Harus Mahal, Bupati Lombok Timur Minta Persagi Aktif Edukasi Masyarakat
PKB Beri Sinyal Dukung Gugatan Super Indonesia, UUD 1945 Asli Kembali Dibahas di DPR
Jelang Pilkades Serentak, Kapolsek Kopang Rangkul Kepala Kewilayahan di Lendang Ara

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:02 WIB

Pelantikan ASLI Kepri 4 Oktober Makin Dekat, Panitia Audiensi dengan Pemkot Batam

Kamis, 17 September 2026 - 07:04 WIB

Ribuan Pengurus APKLI Bakal Padati Jakarta, Saiful Chaniago Tegaskan Misi Besar Ekonomi Rakyat

Senin, 14 September 2026 - 07:03 WIB

DPW ASLI Papua Selatan Resmi Dilantik, Gubernur Apolo Safanpo: Kekompakan dan Persatuan adalah Kekuatan

Minggu, 13 September 2026 - 08:04 WIB

Puncak Hultah ke-91 NWDI Dihadiri Puluhan Ribu Jemaah, Wabup Lombok Timur Hadir Mewakili Bupati

Jumat, 11 September 2026 - 19:05 WIB

60 Tahun KAHMI, Dari Simposium Nasional hingga Desakan Agar Kedaulatan Bangsa Tak Berhenti di Atas Kertas

Berita Terbaru

Suasana tradisi betabeq yang digelar menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, pada Rabu malam (16/9/2026).

Pariwisata Seni Budaya

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Betabeq Jadi Simbol Doa, Restu dan Keselamatan

Rabu, 16 Sep 2026 - 22:38 WIB