Kemalasan Kognitif Berbahasa: Telaah Psikolinguistik di Era Scroll dan Swipe

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siti Asma Haodina.

Siti Asma Haodina.

Oleh: Siti Asma Haodina │

Mahasiswa Program Studi Pendidikan bahasa Inggris, UNW Mataram, 2026
Tugas Akhir Mata Kuliah Psycholinguistics
Dosen Pengampu Mata Kuliah: M. Rajabul Gufron, S.Pd., M.A

Pendahuluan

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara kita menggunakan bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Media sosial dan gawai membuat aktivitas scroll dan swipe menjadi kebiasaan yang mendorong komunikasi serba cepat dan singkat. Akibatnya, kita terbiasa membaca secara sekilas dan merespons tanpa banyak berpikir. Kondisi ini memengaruhi cara kita memproses bahasa dan menyampaikan gagasan.

Dalam kajian psycholinguistics, bahasa merupakan hasil kerja proses kognitif, seperti perhatian, memori, dan pemahaman makna. Ketika bahasa digunakan secara sederhana dan instan, proses kognitif tersebut tidak bekerja secara optimal. Beberapa konsep, seperti efisiensi kognitif dan use it or lose it, menjelaskan bahwa kemampuan berbahasa yang jarang dilatih secara mendalam dapat mengalami penurunan. Oleh karena itu, fenomena kemalasan kognitif berbahasa menjadi penting untuk dikaji.

Tulisan ini bertujuan untuk membahas kemalasan kognitif berbahasa di era digital serta dampaknya terhadap kemampuan produksi dan pemahaman bahasa, khususnya di lingkungan akademik.

Pembahasan

Kemalasan kognitif berbahasa dapat dilihat dari kebiasaan komunikasi sehari-hari. Dalam percakapan daring, kita sering menggunakan kata-kata singkat, singkatan, atau emoji. Meskipun efektif, kebiasaan ini mengurangi latihan menyusun kalimat yang lengkap dan bermakna. Akibatnya, kemampuan berbahasa menjadi kurang terlatih secara mendalam.

Baca Juga :  Anak Petani Lombok Utara yang Berhasil Raih Gelar Doktor di UNUD

Dampak lainnya terlihat di dunia akademik. Banyak mahasiswa mampu berkomunikasi secara lisan atau melalui media sosial, tetapi mengalami kesulitan saat menulis esai atau makalah. Kesulitan tersebut meliputi pengembangan ide, penyusunan paragraf, dan penyampaian argumen secara runtut. Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan menggunakan bahasa instan berpengaruh terhadap kemampuan produksi bahasa yang lebih kompleks.

Selain itu, pemahaman bahasa juga mengalami penurunan. Kita cenderung kurang sabar membaca teks panjang dan lebih memilih ringkasan singkat. Akibatnya, pemahaman terhadap isi bacaan menjadi kurang mendalam dan mudah terjadi salah tafsir. Dari sudut pandang psycholinguistics, kondisi ini menunjukkan berkurangnya keterlibatan proses kognitif tingkat tinggi dalam pemrosesan bahasa.

Sebagai kritik, budaya komunikasi digital saat ini terlalu menekankan kecepatan, sementara kualitas bahasa sering diabaikan. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran untuk menggunakan bahasa secara lebih reflektif. Kita perlu membiasakan diri membaca teks yang lebih panjang, menulis secara terstruktur, dan berdiskusi dengan bahasa yang jelas dan runtut, terutama di lingkungan akademik.

Sebagai saran, kita perlu membiasakan diri menggunakan bahasa secara lebih terstruktur, baik dalam komunikasi lisan maupun tulisan. Kegiatan membaca teks panjang, menulis secara rutin, dan berdiskusi secara mendalam dapat menjadi langkah penting untuk melatih kembali kemampuan kognitif berbahasa. Lingkungan akademik juga perlu mendorong penggunaan bahasa yang jelas, runtut, dan bermakna.

Baca Juga :  Bupati Lotim Tekankan Peningkatan Keterampilan dan Kompetensi Jadi Kunci Utama Atasi Pengangguran

Kesimpulan

Kemalasan kognitif berbahasa di era scroll dan swipe merupakan fenomena yang muncul akibat perubahan cara kita berkomunikasi di ruang digital. Kebiasaan menggunakan bahasa yang singkat dan instan berdampak pada menurunnya kemampuan produksi dan pemahaman bahasa secara mendalam. Hal ini tidak hanya memengaruhi komunikasi sehari-hari, tetapi juga berdampak pada kemampuan akademik, khususnya dalam menulis dan memahami teks ilmiah.

Dari perspektif psikolinguistik, fenomena ini menunjukkan berkurangnya keterlibatan proses kognitif tingkat tinggi dalam penggunaan bahasa. Oleh karena itu, kemalasan kognitif berbahasa tidak dapat dianggap sebagai hal sepele. Diperlukan kesadaran bersama untuk menggunakan bahasa secara lebih reflektif dan kritis.

Dengan membangun kebiasaan membaca, menulis, dan berdiskusi secara terstruktur, kita dapat menjaga dan meningkatkan kualitas kemampuan berbahasa di tengah perkembangan teknologi digital. Teknologi seharusnya menjadi alat pendukung, bukan penghambat, dalam perkembangan bahasa dan kemampuan berpikir kita.(*)

Berita Terkait

Wujud Sinergi dan Kepedulian Sosial, Bank Jatim Bersama Bank NTB Syariah dan IZI Salurkan Bantuan Kacamata Gratis bagi Pelajar di Jawa Timur
Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur
Ombudsman NTB Temukan Dugaan Alamat Fiktif pada SPMB SMA Jalur Domisili, Siswa yang Berhak Berpotensi Dirugikan
Pemprov NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Turun ke Desa Berdaya Entaskan Kemiskinan
Dikbud Lotim Keluarkan Edaran Larangan Sekolah Negeri Jual Seragam ke Siswa
Empat Tim Mahasiswa NTB Lolos Seleksi Regional Astra Honda SFL 2026, Siap Bersaing di Tahap Berikutnya
SMP 1 Masbagik Juara GSI 2026, Siap Wakili Kabupaten Lotim di Tingkat Provinsi NTB
Ironi Kampus: Ketika Ruang Kritik Tidak Lagi Memberi Ruang Bicara

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:07 WIB

Wujud Sinergi dan Kepedulian Sosial, Bank Jatim Bersama Bank NTB Syariah dan IZI Salurkan Bantuan Kacamata Gratis bagi Pelajar di Jawa Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:01 WIB

Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur

Senin, 13 Juli 2026 - 13:05 WIB

Ombudsman NTB Temukan Dugaan Alamat Fiktif pada SPMB SMA Jalur Domisili, Siswa yang Berhak Berpotensi Dirugikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:03 WIB

Pemprov NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Turun ke Desa Berdaya Entaskan Kemiskinan

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:07 WIB

Dikbud Lotim Keluarkan Edaran Larangan Sekolah Negeri Jual Seragam ke Siswa

Berita Terbaru