Konteks dalam Group Chat WhatsApp

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Farid Abdul Basid.

Farid Abdul Basid.

Oleh: Farid Abdul Basid │

Mahasiswa Program Studi Pendidikan bahasa Inggris, UNW Mataram, 2025
Tugas Akhir Mata Kuliah Psycholinguistics
Dosen Pengampu Mata Kuliah: M. Rajabul Gufron, S.Pd., M.A

GROUP chat WhatsApp (WA) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari komunikasi sehari-hari. Dalam lingkungan akademik, profesional, maupun sosial, berbagai diskusi dan pengambilan keputusan kini banyak dilakukan melalui ruang digital ini. Meski menawarkan kecepatan dan kemudahan, komunikasi dalam group chat kerap menghadapi persoalan mendasar, yaitu kurangnya pemahaman terhadap konteks.

Dalam kajian komunikasi, konteks berperan penting dalam membentuk makna sebuah pesan. Pesan tidak hanya dipahami dari kata-kata yang digunakan, tetapi juga dari situasi, waktu, hubungan antaranggota, serta kondisi emosional masing-masing. Berbeda dengan komunikasi tatap muka, group chat WhatsApp menghilangkan unsur nonverbal seperti intonasi suara dan ekspresi wajah, sehingga pesan teks menjadi lebih mudah disalahartikan.

Baca Juga :  Satu Korban Kritis Penembakan APMM Dilaporkan Meninggal Dunia Hari Ini

Masalah konteks ini sering muncul dalam pesan singkat dan langsung. Kalimat sederhana yang dimaksudkan sebagai pengingat atau permintaan biasa dapat ditafsirkan sebagai tekanan atau sikap tidak sabar. Selain itu, sifat komunikasi WhatsApp yang asinkron—tidak menuntut respons pada waktu yang sama—sering memicu kesalahpahaman, terutama ketika keterlambatan membalas pesan dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian.

Konteks juga berkaitan erat dengan dinamika sosial dan hierarki dalam group chat. Bahasa yang digunakan dalam grup pertemanan tentu berbeda dengan grup yang melibatkan dosen, atasan, atau pihak berwenang. Ketidaksadaran terhadap konteks relasi ini dapat menimbulkan ketegangan dan rasa tidak nyaman, meskipun tidak ada niat buruk dari pengirim pesan.

Baca Juga :  Prof Ali, Dosen Panutan Saya yang Telah Mewujudkan Impian Kuliah S3 Bioteknologi di Jepang

Pada akhirnya, group chat WhatsApp bukan sekadar alat komunikasi, melainkan ruang sosial digital yang menuntut kepekaan dalam berbahasa. Memahami konteks—baik situasional, sosial, maupun personal—menjadi kunci untuk menghindari salah paham dan menjaga kualitas interaksi. Dengan kesadaran konteks dan sikap saling memahami, komunikasi digital dapat berlangsung lebih efektif, sehat, dan bermakna.(*)

Berita Terkait

AHM Tembus Ujung Timur Indonesia, Pendidikan Vokasi Berstandar Industri Hadir di Sorong
Astra Motor Campus Network Bekali Mahasiswa Unram Jurus Jitu Hadapi Interview Kerja
8 Tahun Pascagempa, Putri Victoria Saksikan Ketangguhan Lombok Utara dari Sekolah hingga Kesehatan
Gubernur Iqbal Dorong Pramuka NTB Jadi Pelopor Swasembada Pangan dari Desa hingga Sekolah
Lulusan SMK NTB Mulai Dibidik Kerja di Qatar, Gubernur Iqbal Buka Jalan ke Pasar Global
Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi, PT Bank NTB Syariah dan Universitas Islam Al-Azhar Jalin Kerja Sama Strategis
Pemprov NTB Gandeng UMM, Fokus Tekan Kemiskinan hingga Perkuat Ketahanan Pangan
96 Mahasiswa Fakultas Geografi UGM Teliti Potensi dan Ancaman Wilayah Lombok Tengah dengan Teknologi Geospasial

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 14:01 WIB

AHM Tembus Ujung Timur Indonesia, Pendidikan Vokasi Berstandar Industri Hadir di Sorong

Minggu, 13 September 2026 - 14:02 WIB

Astra Motor Campus Network Bekali Mahasiswa Unram Jurus Jitu Hadapi Interview Kerja

Sabtu, 5 September 2026 - 15:02 WIB

8 Tahun Pascagempa, Putri Victoria Saksikan Ketangguhan Lombok Utara dari Sekolah hingga Kesehatan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Gubernur Iqbal Dorong Pramuka NTB Jadi Pelopor Swasembada Pangan dari Desa hingga Sekolah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Lulusan SMK NTB Mulai Dibidik Kerja di Qatar, Gubernur Iqbal Buka Jalan ke Pasar Global

Berita Terbaru

Suasana tradisi betabeq yang digelar menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, pada Rabu malam (16/9/2026).

Pariwisata Seni Budaya

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Betabeq Jadi Simbol Doa, Restu dan Keselamatan

Rabu, 16 Sep 2026 - 22:38 WIB