LOTIM, LOMBOKTODAY.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melalui Sekretaris Dinas, Lalu Bayan Purwadi mengeluarkan pernyataan sikap tegas terkait tata kelola dunia pendidikan di daerah ini masa kini dan ke depannya.
Kepada Lomboktoday.id, Senin (5/1/2026) di ruang kerjanya, Sekdis dengan tegas menandaskan, pihaknya meminta kepada semua pihak terutama di jajarannya untuk tidak main-main dalam memanage pendidikan.
“Mari kita berubah, image publik tidak baik-baik amat terhadap pengelolaan pendidikan di Lombok Timur,” tegas Sekdis.
Karenanya, dia berharap semua elemen termasuk media dan para aktivis yang peduli terhadap pendidikan untuk membantu mengkawal pengelolaan pendidikan hingga lapisan terbawah.
“Beri kami keritikan dan masukan jika kami salah dalam mengambil langkah kebijakan pendidikan di Bumi Patuh Karya,” pintanya.
Terhadap masih banyaknya sekolah-sekolah baik dari tingkat PAUD/TK hingga SMP terutama swasta dalam kondisi yang tidak layak dan tak bisa masuk dalam sytem Dapodik karena jumlah siswa di bawah standar, pihak Dikbud Lotim kembali akan mengambil sikap tegas dengan menutup sekolah tersebut.
Sikap ini diambil menyusul setelah tahun 2025 lalu Dikbud Lotim menutup 2 SD IT dan 2 SMP IT. Dalam tahun 2026 ini Sekdis kembali meminta semua Kanid Dikbud di 21 kecamatan untuk mendata dan mengeavaluasi sekolah-sekolah yang hidup segan mati perlahan.
“Kami minta kepada para Kanit segera laporkan ke dinas jika menemukan sekolah di wilayah masing-masing dalam kondisi tak layak untuk kita mengambil sikap tegas,” ujar pria yang akrab disapa Miq Bayan itu.
Menurutnya, adanya sekolah-sekolah yang sulit berjalan atau berkembang karena tidak mendapatkan siswa, akibat dari berbagai faktor, mulai dari letak sekolah yang mungkin berdekatan dengan sekolah negeri atau sekolah swasta lainnya yang lebih bonafid.
“Semua ini bermuara dari pihak yang berkewenangan terlalu gampang memberikan izin tanpa melihat aturan standar.(Kml)

















