Film Pendek Bau Nyale: Membangun Pemahaman Baru tentang Legenda Putri Mandalika

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOTENG, LOMBOKTODAY.ID – Legenda Putri Mandalika kembali hidup dalam perspektif baru.

Melalui pemutaran film pendek bertajuk Bau Nyale Short Movie, kisah yang selama ini lekat sebagai mitos turun-temurun dihadirkan dengan pendekatan modern dan relevan bagi generasi masa kini.

Acara pemutaran film tersebut digelar di kawasan Kuta Mandalika pada Jumat malam (6/2/2026) sebagai bagian dari rangkaian Festival Bau Nyale 2026.

Momentum ini menjadi ruang pertemuan antara tradisi, kreativitas, dan semangat anak muda NTB dalam merawat warisan budaya lokal.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj Sinta Agathia Iqbal, turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi terhadap karya film pendek tersebut.

Menurutnya, film ini berhasil menawarkan sudut pandang baru mengenai kisah legendaris Putri Mandalika.

“Selama ini yang saya tahu hanya sekilas dari cerita mitos bahwa Putri Mandalika melompat ke laut dan bertransformasi menjadi nyale. Ternyata banyak sekali pembelajaran yang bisa kita ambil dari film ini. Terima kasih atas karya luar biasa ini,” ungkap Hj Sinta Iqbal.

Ia menilai, film pendek tersebut tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga medium edukasi yang memperkaya pemahaman sejarah dan budaya NTB.

Baca Juga :  Asyik!, Gili Trawangan Bakal Ditata Ulang

Lebih jauh lagi, karya ini membuka ruang dialog yang lebih luas tentang nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam legenda Bau Nyale.

Apresiasi serupa juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia. Ia memuji keterlibatan para sineas muda dan budayawan dalam mengemas cerita rakyat menjadi karya kreatif yang relevan dengan zaman.

“Film ini membuat wawasan kita semakin mendalam terhadap peristiwa masa lalu yang sarat kebajikan. Banyak cerita baik yang bisa menjadi bekal bagi generasi penerus. Ini modal penting untuk membangun karakter dan identitas daerah,” ujar Aulia.

Menurutnya, kehadiran film pendek ini memiliki potensi besar sebagai materi storytelling pariwisata, khususnya untuk kawasan Mandalika. Narasi budaya yang kuat diyakini mampu meningkatkan daya tarik wisata NTB di mata wisatawan lokal maupun mancanegara.

Salah satu narasumber dalam film tersebut, Lalu Agus Faturrahman, menjelaskan bahwa Legenda Bau Nyale sejatinya merepresentasikan kecantikan, kebijaksanaan, dan kecerdasan berpikir Putri Mandalika. Ia menuturkan bahwa dalam versi sejarah yang dipahaminya, Putri Mandalika tidak menceburkan diri ke laut.

Baca Juga :  Hari Kedua Pencarian Korban Banjir Bima, Tim SAR Sisir Aliran Sungai Kumbe

“Dalam catatan yang saya pelajari, Putri Mandalika tidak melompat ke laut. Ia justru menghilang setelah menyampaikan nilai-nilai kebijaksanaan kepada para pangeran yang melamarnya, termasuk pengetahuan tentang astronomi dan keagrariaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa narasi Putri Mandalika berubah menjadi nyale diduga merupakan konstruksi sastra modern yang berkembang sekitar tahun 1983. Pada masa itu, kisah Mandalika mulai diangkat sebagai event pariwisata dan dikreasikan ulang untuk kepentingan pertunjukan seni.

“Interpretasi bahwa Mandalika menceburkan diri ke laut muncul sebagai bagian dari penguatan aspek dramatik dalam pertunjukan teater kolosal. Itu bukan versi asli yang hidup di masyarakat sebelumnya,” tegasnya.

Melalui pendekatan kreatif dan riset budaya, film pendek ini ingin menyampaikan pesan moral tentang kepemimpinan perempuan yang bijaksana, lembut, dan penuh pengorbanan.

Nilai-nilai tersebut diharapkan terus menginspirasi generasi muda agar lebih mengenal, mencintai, dan menjaga warisan leluhur.

Dengan hadirnya karya-karya kreatif semacam ini, tradisi tidak lagi sekadar cerita masa lalu, melainkan kekuatan narasi yang hidup, relevan, dan mampu membawa pariwisata NTB melangkah lebih jauh ke panggung dunia.(Sid)

Berita Terkait

Jelang MotoGP Mandalika 2026, NTB Desak Maskapai Tambah Penerbangan ke Lombok
Putri Victoria Lepas Tukik di Gili Meno, Pesan Penting soal Laut dan Ekonomi Biru
Putri Victoria Kagumi Songket Sasak dan Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita
Sade Bangkit dari Puing Kebakaran, Nyemulak Jadi Penanda Rekonstruksi Rumah Adat Sasak
Tak Minta Dana Pemkab, Desa Jeruk Manis Tetap Gelar Festival dan Dapat Apresiasi Sekda Lotim
Bukan Sekadar Pentas, NTB Siapkan Generasi Muda untuk Bawa Seni Budaya ke Panggung Dunia
Alunan Budaya Desa Pringgasela 2026 Resmi Dibuka, Wabup Lotim Tegaskan Dukungan untuk Pelestarian Budaya dan Kebersamaan
Honda Vario 160 Buktikan Kenyamanan Saat Touring Sembalun hingga Menaklukkan Sirkuit Mandalika

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:09 WIB

Jelang MotoGP Mandalika 2026, NTB Desak Maskapai Tambah Penerbangan ke Lombok

Minggu, 6 September 2026 - 13:03 WIB

Putri Victoria Lepas Tukik di Gili Meno, Pesan Penting soal Laut dan Ekonomi Biru

Sabtu, 5 September 2026 - 16:01 WIB

Putri Victoria Kagumi Songket Sasak dan Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita

Kamis, 3 September 2026 - 14:05 WIB

Sade Bangkit dari Puing Kebakaran, Nyemulak Jadi Penanda Rekonstruksi Rumah Adat Sasak

Rabu, 12 Agustus 2026 - 03:02 WIB

Tak Minta Dana Pemkab, Desa Jeruk Manis Tetap Gelar Festival dan Dapat Apresiasi Sekda Lotim

Berita Terbaru