Harga Melonjak, Pemprov NTB Hadirkan 26 Titik Pangan Murah Sepanjang 2026

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GPM resmi dibuka perdana di Lapangan Banteng, Desa Lingsar, Kabupaten Lobar, Jumat (13/2/2026).

GPM resmi dibuka perdana di Lapangan Banteng, Desa Lingsar, Kabupaten Lobar, Jumat (13/2/2026).

LOBAR, LOMBOKTODAY.ID — Menjelang rangkaian hari besar keagamaan sepanjang tahun 2026, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) bergerak cepat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, program Gerakan Pangan Murah (GPM) resmi dibuka perdana pada 2026. Pelaksanaan di NTB dipusatkan di Lapangan Banteng, Desa Lingsar, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Jumat (13/2/2026), dan berlangsung serentak secara nasional.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Hj. Eva Dewiyani, menegaskan program ini merupakan intervensi konkret pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan harga menjelang Imlek, Nyepi, Ramadan hingga Idul Fitri.

“Kami ingin masyarakat tetap tenang memenuhi kebutuhan pokoknya. Ketika harga mulai naik, pemerintah harus hadir untuk menjaga stabilitas dan mengendalikan inflasi,” ujarnya saat meninjau stan penjualan.

Sejak pagi hari, warga langsung memadati lokasi. Komoditas yang paling diserbu adalah cabai, bahan dapur yang belakangan menjadi “barang mewah” di pasar.

Baca Juga :  Bupati Lotim Jajaki Daerah Penyuplai Porang di Wilayah NTB

Hasil inspeksi di Pasar Induk Mandalika sebelumnya menunjukkan harga cabai sempat menyentuh Rp100.000 per kilogram. Namun di GPM Lingsar, masyarakat bisa membeli dengan harga jauh lebih ramah kantong.

“Di sini cabai dijual Rp11.000 per seperempat kilogram atau sekitar Rp44.000 per kilogram. Ini sangat membantu masyarakat,” jelas Eva.

Keberhasilan menghadirkan harga murah bukan terjadi begitu saja. Program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, petani lokal sebagai pemasok utama, Bulog sebagai penjamin stok, serta dukungan mitra binaan Bank Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan.

Bulog memastikan akan terus hadir di setiap pelaksanaan GPM guna menjaga pasokan tetap stabil. Pemprov NTB pun menargetkan 26 titik GPM di seluruh kabupaten/kota sepanjang 2026 sebagai strategi meredam gejolak harga pangan.

Bagi masyarakat, program ini terasa langsung manfaatnya. Sumarni, warga Desa Lingsar, mengaku pengeluaran belanja rumah tangganya jauh lebih ringan. “Alhamdulillah senang sekali ada yang murah. Mau masuk puasa harga di pasar sudah mahal,” katanya sambil tersenyum.

Baca Juga :  Evaluasi Kinerja 2024 dan Strategi Fiskal 2025, Komite IV DPD RI Gelar Rapat Kerja dengan Menkeu

Ia membandingkan harga minyak goreng kemasan dua liter di pasar mencapai Rp43.000, sementara di GPM hanya Rp31.000. Begitu juga cabai, dari Rp100.000 per kilogram di pasar, turun menjadi Rp44.000 di lokasi program. “Bedanya jauh sekali. Kalau bisa sering-sering diadakan untuk bantu kami para ibu rumah tangga,” harapnya.

Selain cabai dan minyak goreng, bawang merah serta bawang putih juga menjadi incaran warga. Seluruh komoditas tersedia berkat dukungan petani lokal, Bulog, dan Bank Indonesia (BI).

Dengan program ini, pemerintah berharap stabilitas harga bukan hanya wacana, tetapi benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat di dapur mereka setiap hari.(Sid)

Berita Terkait

Honda Electrify Meet Up–Lombok, Astra Motor NTB Ajak Masyarakat Jajal Motor Listrik
Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan
Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong
ASUS Resmi Hadirkan ASUS ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional dengan NVIDIA RTX Spark™ Pertama di Indonesia
Gubernur NTB Pastikan Stok BBM, LPG, Beras, dan Pupuk Aman, Masyarakat Diminta Tak Panik
Bupati Iron Salurkan Modal Usaha Rp1,5 Juta per Pedagang di Pasar Tenten Gandor, Ini Pesannya
Pemprov NTB Targetkan BPR Syariah Rampung Akhir 2026, Pembiayaan UMKM Jadi Prioritas
MotoGP Mandalika: Jangan Samakan Rugi Perusahaan dengan Dampak Ekonomi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Honda Electrify Meet Up–Lombok, Astra Motor NTB Ajak Masyarakat Jajal Motor Listrik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:33 WIB

ASUS Resmi Hadirkan ASUS ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional dengan NVIDIA RTX Spark™ Pertama di Indonesia

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Gubernur NTB Pastikan Stok BBM, LPG, Beras, dan Pupuk Aman, Masyarakat Diminta Tak Panik

Berita Terbaru