MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Bank NTB Syariah mulai menjajaki peluang kerja sama dengan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dan Marga Tun Hong untuk memperluas pemanfaatan layanan perbankan syariah sekaligus memperkuat jejaring bisnis di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Penjajakan tersebut dilakukan melalui pertemuan silaturahmi bersama pengurus PSMTI Provinsi NTB, PSMTI Kota Mataram, dan perwakilan Marga Tun Hong.
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membuka komunikasi, menggali kebutuhan layanan keuangan, serta mengidentifikasi potensi kerja sama yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masing-masing pihak.
Bagi Bank NTB Syariah, perluasan kemitraan dengan komunitas dan pelaku usaha menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan layanan perbankan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara bagi PSMTI dan Marga Tun Hong, pertemuan tersebut membuka ruang untuk mengenal lebih jauh layanan perbankan yang berpotensi mendukung kebutuhan transaksi dan pengelolaan keuangan anggota maupun pelaku usaha di lingkungan mereka.
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank NTB Syariah, Ferry Ardiansyah, hadir bersama jajaran pimpinan cabang dan pimpinan cabang pembantu di wilayah Mataram dan sekitarnya.
Dari pihak PSMTI, pertemuan dihadiri perwakilan pengurus tingkat provinsi dan Kota Mataram serta sejumlah perwakilan Marga Tun Hong.
Ferry mengatakan, komunikasi dengan berbagai komunitas dan pelaku usaha merupakan bagian dari upaya Bank NTB Syariah memperluas jaringan kemitraan sekaligus memahami kebutuhan layanan keuangan masyarakat secara lebih dekat.
“Bank NTB Syariah terbuka untuk membangun komunikasi dengan berbagai komunitas dan pelaku usaha. Melalui pertemuan ini, kami berharap dapat mengetahui kebutuhan perbankan yang ada dan menjajaki peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama,” ujarnya.
Menurut Ferry, penjajakan kemitraan perlu diawali dengan pemahaman terhadap kebutuhan para pihak agar peluang kerja sama yang muncul dapat dikembangkan secara tepat.
Dengan demikian, komunikasi yang terbangun tidak berhenti pada pertemuan silaturahmi, tetapi berpeluang dilanjutkan ke pembahasan yang lebih konkret.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa setiap peluang kerja sama akan ditindaklanjuti dengan mempertimbangkan kebutuhan para pihak, ketentuan yang berlaku, serta prinsip tata kelola dan kehati-hatian dalam menjalankan kegiatan perbankan.
Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan kemitraan perbankan. Selain membuka peluang bisnis, setiap bentuk kerja sama tetap perlu memperhatikan aspek kepatuhan, pengelolaan risiko, dan kesesuaian layanan dengan kebutuhan calon mitra.
Dari pihak PSMTI, perwakilan Pengurus PSMTI Provinsi NTB, Suriadi Adinata, menyampaikan apresiasi atas silaturahmi yang dilakukan Bank NTB Syariah.
Ia menilai pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan sekaligus bertukar informasi mengenai potensi kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi anggota dan pelaku usaha di lingkungan PSMTI.
“Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk saling mengenal dan bertukar informasi. Kami berharap komunikasi ini dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret, khususnya dalam mendukung kebutuhan layanan perbankan bagi anggota dan pelaku usaha di lingkungan kami,” ujarnya.
Suriadi berharap komunikasi yang telah terjalin dapat terus dipelihara sehingga berbagai peluang kemitraan bisa dibahas lebih lanjut dan ditindaklanjuti berdasarkan kebutuhan kedua belah pihak.
Harapan tersebut membuka peluang bagi pengembangan hubungan yang lebih produktif antara lembaga perbankan dan komunitas usaha.
Kebutuhan transaksi, pengelolaan keuangan, serta akses terhadap layanan perbankan menjadi sejumlah aspek yang dapat dibicarakan lebih lanjut dalam penjajakan kemitraan tersebut, tanpa mengesampingkan kesesuaian layanan dan ketentuan yang berlaku.
Bagi Bank NTB Syariah, perluasan jejaring kemitraan juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan meningkatkan pemanfaatan layanan perbankan syariah di tengah beragam aktivitas ekonomi masyarakat NTB.
Komunikasi langsung dengan komunitas diharapkan membantu bank memahami kebutuhan calon mitra sekaligus membuka ruang kolaborasi yang relevan.
Meski belum merinci bentuk kerja sama yang akan dijalankan, pertemuan dengan PSMTI dan Marga Tun Hong menjadi awal bagi kedua pihak untuk mengidentifikasi peluang yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Bank NTB Syariah menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi dengan berbagai komunitas dan pelaku usaha di NTB.
Melalui penjajakan kemitraan tersebut, bank berharap dapat membangun hubungan yang saling menguntungkan, memperluas pemanfaatan layanan perbankan syariah, serta mendukung aktivitas transaksi dan pengelolaan keuangan yang menunjang perekonomian daerah.(arz)
















