LOTENG, LOMBOKTODAY.ID – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) melanjutkan agenda Safari Ramadan 1447 Hijriah pada malam kedua, Sabtu (21/2/2026), di Masjid Hidayaturrahman, Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur.
Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Lombok Tengah (Loteng), HL Pathul Bahri ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Melainkan pemerintah ingin memastikan program daerah benar-benar dirasakan masyarakat—bukan sekadar rencana di atas kertas.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekda Loteng HL Firman Wijaya, unsur Forkopimda, anggota DPRD Dapil Praya Timur, pimpinan OPD, BUMN dan BUMD, para kepala desa, tokoh masyarakat, hingga pemuda setempat.
Safari Ramadan diawali dengan santunan kepada anak yatim serta penyerahan klaim asuransi BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris pekerja. Momentum ini menjadi pengingat bahwa perlindungan sosial bukan hanya konsep kebijakan, tetapi menyentuh langsung kehidupan warga.
Plh Camat Praya Timur, Junaidi, S.Sos., berharap kegiatan tersebut memperkuat hubungan antarlevel pemerintahan. “Kami berharap Safari ini semakin mempererat silaturahmi dan persaudaraan antara pemerintah kabupaten dan kecamatan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Pathul Bahri menegaskan pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia juga memaparkan sejumlah program strategis yang diproyeksikan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Di antaranya pembangunan batalyon di Mangkung, Praya Barat yang dimulai tahun ini, serta rencana pembangunan Kodam pada 2028 mendatang. Kedua proyek tersebut diyakini akan menggerakkan ekonomi lokal—dari sektor jasa hingga UMKM.
Di sektor pertanian, Lombok Tengah disebut telah menjadi daerah surplus pangan sekaligus penyangga nasional. Sekitar 50 ribu hektare lahan basah kini berstatus lahan dilindungi untuk menjaga keberlanjutan produksi.
“Alhamdulillah Lombok Tengah ditetapkan sebagai lumbung pangan nasional karena dinilai surplus oleh pemerintah pusat,” kata Pathul.
Pemerintah juga masih memproses pembangunan Sekolah Rakyat. Namun lahan seluas 10 hektare yang direncanakan masuk kategori lahan dilindungi sehingga perlu penyesuaian regulasi.
Sementara itu, penguatan ekonomi desa dilakukan melalui program Koperasi Desa Merah Putih. Pemerintah akan menyalurkan kendaraan pick-up serta kebutuhan operasional koperasi.
Bupati Pathul Bahri menegaskan koperasi tidak boleh membeli gabah petani di bawah harga netto yang telah ditetapkan. “Koperasi tidak boleh mengambil keuntungan di luar ketentuan. Uang harus tetap berputar di desa agar kesejahteraan masyarakat terjaga,” tegasnya.
Melalui Safari Ramadan ini, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya merasakan kebersamaan spiritual di bulan suci, tetapi juga memahami arah pembangunan daerah—sekaligus merasakan manfaatnya secara langsung. Safari Ramadan pun berubah fungsi: dari sekadar agenda keagamaan menjadi ruang dialog antara pemerintah dan rakyat.(LS)

















