LOTIM, LOMBOKTODAY.ID – Di tengah isu pemangkasan anggaran daerah oleh pemerintah pusat, Wakil Bupati Lombok Timur (Wabup Lotim), HM Edwin Hadiwijaya, memastikan masyarakat tidak perlu cemas. Ia menegaskan, program-program yang langsung menyentuh kebutuhan warga tetap menjadi prioritas melalui sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri serah terima Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Lombok Timur, Kamis (26/2/2026).
“Memang ada penyesuaian anggaran, tapi saya tegaskan tidak perlu khawatir,” ujarnya di hadapan warga penerima manfaat.
Ketua DPD PAN Lombok Timur itu mencontohkan dua program strategis yang tetap berjalan. BPBL merupakan program dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sementara BSPS berasal dari Kementerian PUPR. Keduanya dirancang untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar kualitas hidup mereka meningkat secara nyata.
Tak hanya mengandalkan program pusat, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) juga menyiapkan langkah konkret. Salah satunya melalui penyaluran bantuan pangan senilai Rp30 miliar untuk menekan beban ekonomi masyarakat miskin.
Wabup Edwin pun meminta seluruh kepala desa segera memperbarui data warganya. “Validitas data itu kunci. Kalau datanya akurat, bantuan pasti tepat sasaran dan tujuan program bisa tercapai,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati yang turut hadir berharap sambungan listrik baru ini dapat menunjang aktivitas dan produktivitas masyarakat. “Kalau ada kendala atau masalah di lapangan, segera laporkan. Program ini akan terus kami awasi,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager PLN NTB, Sri Heny Purwanti menjelaskan, secara keseluruhan di Provinsi NTB, program BPBL tahun ini menyasar 12.300 rumah tangga.
Dari jumlah tersebut, 4.800 penerima berada di Kabupaten Lombok Timur, dan 1.000 di antaranya dikawal langsung oleh Wakil Ketua DPR RI.
Serah terima BPBL dilaksanakan di Desa Lepak Timur, Kecamatan Sakra Timur, serta Desa Kotaraja. Adapun penyerahan BSPS berlangsung di Desa Senyiur, Kecamatan Keruak.
Pada hari yang sama, Wakil Bupati bersama rombongan Wakil Ketua DPR RI, GM PLN NTB, dan sejumlah tokoh masyarakat juga meninjau pelaksanaan program BSPS di Padamara, Kecamatan Sukamulia, serta Masbagik Selatan, Kecamatan Masbagik.
Dengan berbagai program yang tetap berjalan di tengah penyesuaian anggaran, Pemkab Lotim menegaskan komitmennya: efisiensi boleh dilakukan, tetapi kepentingan rakyat tetap menjadi prioritas utama.(Kml)

















