MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Transformasi layanan kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus bergulir. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa kunci utama pelayanan kesehatan yang berkualitas terletak pada tata kelola rumah sakit yang solid dan profesional.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur Iqbal saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 Rumah Sakit Mutiara Sukma (RSMS), di Selagalas, Kota Mataram, Jumat (6/2/2026).
Mengutip arahan Presiden RI dalam Rakornas beberapa waktu lalu, Gubernur Iqbal menyebut bahwa hingga kini hanya sebagian kecil rumah sakit di Indonesia yang memiliki manajemen benar-benar sehat dan modern.
“Pesan Presiden sangat jelas: perbaiki tata kelola. Tanpa manajemen yang baik, mustahil rumah sakit bisa memberikan pelayanan prima bagi masyarakat,” tegasnya.
Menurut Gubernur Iqbal, ke depan RS Mutiara Sukma perlu fokus pada pengembangan layanan berbasis segmentasi atau niche market. Rumah sakit ini tidak harus bersaing langsung dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), tetapi justru menguatkan peran pada layanan spesialis yang menjadi keunggulannya.
“Kita dorong RS Mutiara Sukma menjadi pusat rujukan unggulan untuk penanganan kesehatan jiwa, karena rekam jejak dan keahliannya sudah sangat kuat di bidang itu. Selain itu, saya juga berharap rumah sakit ini bertransformasi menjadi Women and Children Hospital untuk menjangkau kelompok rentan yang masih kurang terlayani,” paparnya.
Momentum HUT ke-36 menjadi babak baru bagi RS Mutiara Sukma. Direktur RS Mutiara Sukma, dr. Hj. Wiwin Nurhasida, secara resmi memperkenalkan identitas baru rumah sakit—mulai dari logo, nama yang diperkuat, hingga moto layanan terbaru: “Melayani Seperti Ingin Dilayani”.
Tak hanya berhenti pada perubahan simbolik, RS Mutiara Sukma juga meresmikan gedung rehabilitasi Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) yang baru.
Fasilitas ini dihadirkan untuk memperluas akses layanan rehabilitasi bagi masyarakat NTB yang membutuhkan pendampingan dan pemulihan secara profesional.
Peresmian gedung tersebut turut disaksikan langsung oleh Gubernur NTB, Asisten III Setda NTB, serta sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.
“Kami tidak sekadar mengganti nama atau logo, tetapi juga melakukan transformasi menyeluruh pada pola pikir dan budaya kerja. Dengan semangat baru, RS Mutiara Sukma siap mendukung visi NTB Makmur Mendunia melalui pelayanan kesehatan yang lebih modern, humanis, dan inklusif,” ujar dr. Wiwin optimistis.
Acara ditutup dengan apresiasi tinggi dari Gubernur Iqbal kepada seluruh civitas hospitalia RS Mutiara Sukma—mulai dari jajaran manajemen, tenaga medis, hingga petugas kebersihan dan keamanan—yang telah setia menjaga kualitas layanan selama lebih dari tiga dekade.
“36 tahun bukan perjalanan singkat. Dedikasi semua pihak di RS Mutiara Sukma adalah bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan adalah kerja kolektif yang mulia,” ucapnya.(Sid)

















