MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kakanwil Kemenhaj NTB), H. Lalu Muhammad Amin, SH melakukan audiensi dengan Kapolda NTB, Irjen Pol Edy Murbowo, pada Senin (6/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kapolda NTB ini, menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara Kanwil Kemenhaj NTB dan Polda NTB, khususnya dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Dalam audiensi tersebut, Lalu Amin memperkenalkan keberadaan Kementerian Haji dan Umrah yang dibentuk berdasarkan amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 dan Perpres Nomor 92 Tahun 2025 atas izin Presiden Prabowo Subianto.
Lalu Amin menjelaskan, Kemenhaj mengusung visi besar yang dikenal dengan konsep Tri Sukses Haji, yaitu: Sukses ritual haji, Sukses ekonomi ekosistem haji dan umrah, Sukses peradaban dan keadaban haji dan umrah.
Konsep ini menjadi arah baru dalam pengelolaan haji yang tidak hanya fokus pada ibadah, tetapi juga dampak sosial dan ekonomi.
Audiensi juga membahas kesiapan operasional haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, khususnya terkait pengamanan dan pelayanan calon jemaah haji (CJH) asal NTB.
Lalu Amin menyampaikan bahwa proses operasional haji dijadwalkan mulai 21 April 2026, dengan masa pelayanan sekitar 15 hari di Embarkasi Lombok.
“Koordinasi dengan Polda NTB sangat penting, terutama dalam pengamanan dan pengawalan pelayanan CJH,” ujarnya.
Lalu Amin juga memastikan bahwa seluruh dokumen CJH telah dipersiapkan dengan baik, serta langkah-langkah antisipasi telah disusun untuk meminimalisir potensi kendala selama di Arab Saudi.
Selain itu, pengawasan terhadap penyelenggaraan umrah juga diperkuat melalui Satgas Umrah guna mencegah kasus penipuan.
Kapolda NTB, Irjen Pol Edy Murbowo, menyambut baik audiensi tersebut dan mengapresiasi langkah Kemenhaj NTB dalam membangun komunikasi lintas sektor.
Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, menegaskan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat.
“Silaturahmi seperti ini penting untuk menjaga komunikasi yang baik, sehingga bersama-sama kita bisa menjaga situasi tetap kondusif,” tegasnya.
Kombes Pol Kholid juga menekankan bahwa peran tokoh agama dan lembaga keagamaan sangat strategis dalam mendukung keamanan daerah.
Melalui komunikasi yang intens dan kolaboratif, Polda NTB berharap sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Kemenhaj, dapat terus diperkuat.
Upaya ini diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Audiensi ini menjadi sinyal kuat bahwa pengamanan haji 2026 di NTB tidak hanya dipersiapkan secara teknis, tetapi juga melalui kolaborasi lintas lembaga yang solid.(Sid)

















