JAKARTA, LOMBOKTODAY.ID – Peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini berlangsung meriah dan penuh semangat. Sekitar 400 ribu buruh dari berbagai daerah memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, sejak Jumat pagi.
Lautan manusia yang memenuhi area Lapangan Silang Monas menciptakan atmosfer solidaritas yang kuat. Sejak subuh, para buruh telah berdatangan membawa bendera serikat pekerja, menyuarakan aspirasi, sekaligus merayakan momentum perjuangan mereka.
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan utama dalam peringatan kali ini. Kepala negara tiba melalui pintu barat daya Monas dan langsung disambut sorak sorai serta tepuk tangan meriah dari massa buruh.
Dari atas panggung utama, Presiden Prabowo melambaikan tangan sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme yang ditunjukkan para pekerja.
Acara kemudian dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, menambah suasana khidmat sekaligus penuh energi.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa terima kasih atas undangan untuk hadir di tengah-tengah para buruh.
“Hari ini adalah hari perjuangan kaum buruh. Saya ucapkan terima kasih atas undangan kepada saya untuk hadir bersama saudara-saudara sekalian. Ini kehormatan bagi saya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dukungan dari berbagai elemen masyarakat—mulai dari buruh, petani, nelayan, hingga pekerja—menjadi fondasi penting dalam kepemimpinannya.
Lebih jauh, Presiden Prabowo menekankan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat, terutama mereka yang masih menghadapi kesulitan ekonomi.
“Saya bertekad, saya bersumpah untuk berjuang untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia, dan terutama mereka-mereka yang hidupnya masih sulit,” tegasnya.
Presiden Prabowo juga memastikan bahwa pemerintahannya tidak akan ragu dalam membela rakyat.
“Kami tidak akan gentar, kami tidak akan menyerah, kami tidak akan ragu-ragu untuk membela kepentingan rakyat Indonesia,” lanjutnya.
Peringatan Hari Buruh 2026 berlangsung tertib dan aman, dengan nuansa kebersamaan yang kuat. Kehadiran Presiden di tengah ratusan ribu buruh dinilai menjadi simbol bahwa negara hadir, mendengar, dan berpihak.
Sejumlah pejabat tinggi negara turut hadir dalam acara tersebut, termasuk Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, serta para menteri dan pimpinan organisasi serikat pekerja.(Sid)

















