RSUD NTB Raih Predikat “Sangat Baik”, Ini Tantangan Besar yang Masih Harus Dibenahi

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 07:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Direktur RSUD NTB, Dr. dr. HL Hamzi Fikri, MM., MARS (tengah) saat di ruang rapat RSUD NTB.

Plt Direktur RSUD NTB, Dr. dr. HL Hamzi Fikri, MM., MARS (tengah) saat di ruang rapat RSUD NTB.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (RSUD NTB) mencatat capaian positif dengan predikat pelayanan “Sangat Baik”. Namun di balik angka kepuasan masyarakat yang tinggi, rumah sakit rujukan terbesar di NTB ini masih menghadapi tantangan dalam menyelaraskan ekspektasi publik dengan kualitas layanan di lapangan.

Berdasarkan survei kepuasan masyarakat, RSUD NTB meraih skor 88,8 persen, melampaui standar nasional sebesar 80 persen. Capaian ini menunjukkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap integritas pelayanan, mulai dari sikap petugas, prosedur, hingga komitmen pelayanan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD NTB, Dr. dr. HL Hamzi Fikri, MM., MARS menegaskan bahwa angka tersebut bukan akhir, melainkan pijakan untuk terus berbenah.

“Capaian ini sudah melampaui target, tetapi ekspektasi masyarakat terhadap layanan rumah sakit juga semakin tinggi,” tegas HL Hamzi Fikri, di ruang rapat RSUD NTB, Senin (6/4/2026).

Meski dinilai sangat baik, sejumlah aspek masih menjadi sorotan utama masyarakat, terutama waktu tunggu pendaftaran, antrean pemeriksaan dokter, proses pengambilan obat, efisiensi birokrasi, kenyamanan fasilitas.

Isu-isu ini menjadi pekerjaan rumah (PR) yang terus dievaluasi oleh manajemen.

Menurut HL Hamzi Fikri, kompleksitas kasus kesehatan yang semakin tinggi seharusnya sejalan dengan peningkatan kualitas layanan, baik dari sisi sistem maupun sumber daya.

Baca Juga :  Tips Berkendara: Jangan Asal Ngerem, Ada Bahaya Tersembunyi di Jalan Turunan

Untuk menjawab kebutuhan masyarakat, RSUD NTB terus memperkuat layanan spesialis, salah satunya melalui pengembangan poliklinik onkologi yang kini memiliki empat subspesialis.

Langkah ini terbukti meningkatkan kunjungan pasien sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyakit berat, baik rawat inap maupun rawat jalan.

Selain itu, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan fasilitas menjadi fokus utama agar kualitas layanan tetap terjaga sebagai rumah sakit rujukan tertinggi (kelas A) di NTB.

RSUD NTB juga mendorong pemerataan layanan kesehatan di luar Pulau Lombok. Bersama RSUP sebagai pembina, upaya dilakukan melalui peningkatan akreditasi rumah sakit daerah, penyamaan kompetensi tenaga medis, penguatan fasilitas layanan.

Untuk layanan ambulans pasien luar daerah, kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota juga telah dilakukan guna mempercepat akses rujukan.

Di sisi finansial, RSUD NTB mencatat dinamika yang cukup signifikan. Di mana, skor kinerja keuangan turun dari 76,2 (2024) menjadi 53,3 (2025), target pendapatan BLUD Rp700 miliar, realisasi hingga Maret 2026 Rp123,7 miliar (17,6%), total penerimaan Rp169,8 miliar, realisasi belanja triwulan I sebesar Rp102 miliar (7,34%).

Manajemen menilai optimalisasi revenue center dan peningkatan kompetensi tenaga medis menjadi kunci untuk memperbaiki performa keuangan ke depan.

Baca Juga :  Bupati Lombok Tengah Dianugerahi Penghargaan TOP 100 Leader Choice

Tak hanya layanan rumah sakit, RSUD NTB juga terlibat dalam program Desa Berdaya untuk menekan kemiskinan ekstrem melalui sektor kesehatan.

Salah satu instrumen utama adalah Indeks Kesehatan Desa (IKD) yang akan diterapkan di 40 desa pada 2026.

IKD mencakup berbagai indikator penting, seperti; Data usia produktif, Kepesertaan JKN, Ibu hamil dan menyusui, Bayi dan balita, Status gizi dan pola asuh.

Program ini juga menyasar penanganan stunting, sanitasi, dan kesehatan lingkungan. “Indeks ini menjadi acuan intervensi kesehatan berbasis data agar masyarakat bisa lebih mandiri dan produktif,” jelas Hamzi.

Dalam implementasinya, program Desa Berdaya melibatkan Puskesmas dan Posyandu, Pemerintah desa melalui dana desa; Kemitraan lintas sektor, termasuk layanan operasi kesehatan.

Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mempercepat pengentasan kemiskinan.

RSUD NTB telah menunjukkan performa yang kuat dengan predikat “Sangat Baik”. Namun, tantangan nyata masih ada—terutama dalam hal kecepatan layanan dan efisiensi sistem.

Dengan kombinasi peningkatan SDM, penguatan fasilitas, serta inovasi program berbasis masyarakat, RSUD NTB berada di jalur yang tepat untuk menjawab ekspektasi publik yang terus berkembang.(Sid)

Berita Terkait

Pemprov NTB Tawarkan Investasi EBT dan Wisata Premium ke Oman, Nilainya Tembus 78 Juta Dolar
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat, Komitmen Perkuat Hubungan Bilateral dengan Indonesia
rb_verifikasi_dfcdrwjoxf2266qxz2t8toamknhwnoir.html
Tips Berkendara: Jangan Asal Ngerem, Ada Bahaya Tersembunyi di Jalan Turunan
Guru Ponpes di Lotim Jadi Tersangka TPKS, Polda NTB: Lingkungan Pendidikan Harus Aman untuk Semua
Velg 12 Inci Honda Stylo 160, Kecil atau Justru Ideal?
Tampilkan Performa Sporty, Honda Supra GTR150 Tetap Jadi Primadona Warlok
Gubernur Iqbal Minta Dinas PUPR Segera Renovasi RTLH dan MCK Warga Miskin Ekstrem Pesisir Desa Malaka

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:07 WIB

Pemprov NTB Tawarkan Investasi EBT dan Wisata Premium ke Oman, Nilainya Tembus 78 Juta Dolar

Senin, 8 Juni 2026 - 15:04 WIB

Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat, Komitmen Perkuat Hubungan Bilateral dengan Indonesia

Kamis, 30 April 2026 - 01:08 WIB

rb_verifikasi_dfcdrwjoxf2266qxz2t8toamknhwnoir.html

Selasa, 7 April 2026 - 07:03 WIB

RSUD NTB Raih Predikat “Sangat Baik”, Ini Tantangan Besar yang Masih Harus Dibenahi

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:32 WIB

Tips Berkendara: Jangan Asal Ngerem, Ada Bahaya Tersembunyi di Jalan Turunan

Berita Terbaru