KLU, LOMBOKTODAY.ID – Seorang wanita bernama Ni Wayan Berarti (56 tahun) yang sempat dilaporkan hilang saat mencari daun pisang di area perkebunan Desa Selelos, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat, Jumat pagi, 15 Mei 2026.
Korban diketahui merupakan warga BTN Jambianom, Desa Medana, Kecamatan Tanjung. Sebelumnya, ia berpamitan kepada keluarga untuk mencari daun pisang di kebun yang berada tidak jauh dari rumah menantunya di Dusun Omanyambu, Kamis sore (14/5/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.
Namun hingga pukul 17.30 Wita, korban tak kunjung kembali ke rumah. Kondisi tersebut membuat keluarga panik dan langsung melakukan pencarian bersama warga setempat, Bhabinkamtibmas, hingga Babinsa.
Pencarian sempat dilakukan hingga malam hari, tetapi korban belum berhasil ditemukan. Keluarga kemudian melaporkan kejadian itu ke Unit Siaga SAR Bangsal pada Jumat pagi.
Mendapat laporan tersebut, Kantor SAR Mataram melalui Unit Siaga SAR Bangsal langsung mengerahkan tim rescue menuju lokasi kejadian dengan membawa perlengkapan pendukung pencarian.
“Tim berangkat dengan membawa peralatan mountaineering, medis, dan perlengkapan pendukung lainnya. Fokus utama kami menyisir area terakhir korban terlihat,” ujar Koordinator Unit Siaga SAR Bangsal, I Gusti Komang Aryadana.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur gabungan, mulai dari tim SAR, TNI, Polri, BPBD Lombok Utara, perangkat desa, hingga masyarakat setempat.
Upaya tersebut membuahkan hasil cepat. Sekitar pukul 07.30 Wita, tim SAR gabungan menerima informasi bahwa korban telah ditemukan warga di Dusun Sengaran.
“Korban ditemukan di Dusun Sengaran, sekitar 4 kilometer arah barat daya dari titik terakhir terlihat. Selanjutnya korban dibawa ke rumah anaknya,” tambah Gusti.
Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi SAR resmi dinyatakan selesai.
Adapun unsur yang terlibat dalam proses pencarian antara lain Unit Siaga SAR Bangsal, Polres Lombok Utara, Polsek dan Koramil Gangga, BPBD Lombok Utara, perangkat desa, serta masyarakat setempat.(arz)

















