Cara Pengereman Motor yang Benar untuk Mencegah Kecelakaan, Simak Tips Astra Motor NTB

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 22:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya membagikan teknik pengereman motor yang benar agar terhindar dari kecelakaan.

Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya membagikan teknik pengereman motor yang benar agar terhindar dari kecelakaan.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Kemampuan mengerem sering kali dianggap sepele oleh sebagian pengendara sepeda motor. Padahal, teknik pengereman yang benar menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

Tak sedikit insiden terjadi bukan semata karena kecepatan tinggi, melainkan akibat kesalahan saat mengerem. Mulai dari mengerem secara mendadak, penggunaan rem yang tidak seimbang, hingga kebiasaan buruk menempatkan jari di tuas rem saat berkendara.

Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, mengatakan keterampilan melakukan pengereman yang benar harus dipahami sekaligus dilatih secara rutin agar menjadi refleks ketika menghadapi situasi darurat di jalan.

“Saat berkendara, seluruh jari sebaiknya menggenggam handlebar dengan sempurna. Jangan membiasakan jari berada di tuas rem depan atau kopling karena dapat memicu pengereman mendadak yang berisiko membuat kendaraan kehilangan keseimbangan,” jelasnya.

Melalui kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman, Astra Motor NTB mengajak masyarakat memahami lima tahapan pengereman yang aman agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan.

1. Tutup Putaran Gas Terlebih Dahulu

Langkah pertama sebelum mengerem adalah menutup putaran gas hingga benar-benar habis. Cara ini membantu memutus suplai tenaga dari mesin sehingga proses pengereman menjadi lebih efektif dan kendaraan lebih mudah dikendalikan.

Baca Juga :  ‎Chef Bobon Santoso Hadir di Polres Loteng Sajikan Lima Ribu Makanan Gratis Jelang HUT Bhayangkara ke-79

2. Gunakan Rem Depan sebagai Pengereman Utama

Setelah gas tertutup, gunakan rem depan secara bertahap dengan teknik meremas tuas rem secara progresif, dimulai dari ujung jari hingga seluruh jari memberikan tekanan secara perlahan.

Menurut Satria, sekitar 60 hingga 70 persen kemampuan pengereman berasal dari rem depan karena saat motor melambat, beban kendaraan akan berpindah ke roda depan. Teknik ini juga membantu mencegah roda depan terkunci (locking) yang berpotensi menyebabkan pengendara terjatuh.

3. Kombinasikan dengan Rem Belakang

Agar kendaraan tetap stabil, gunakan rem belakang sekitar 30 hingga 40 persen sebagai penyeimbang.

Pada sepeda motor matik, rem belakang dioperasikan melalui tuas rem kiri secara bertahap. Sementara pada motor sport atau manual, rem belakang digunakan dengan menginjak pedal rem menggunakan kaki kanan.

Perpaduan penggunaan rem depan dan belakang secara proporsional akan menghasilkan pengereman yang lebih stabil, efektif, dan aman.

4. Sesuaikan Persiapan Berhenti dengan Jenis Motor

Saat kecepatan kendaraan mulai menurun, pengendara perlu menyesuaikan teknik berhenti sesuai jenis sepeda motor yang digunakan.

Pengendara motor matik dapat mulai menyiapkan kaki kiri sebagai tumpuan ketika kendaraan berhenti. Sedangkan pada motor sport atau manual, tuas kopling sebaiknya ditarik sesaat sebelum motor berhenti sempurna agar mesin tidak mati.

Baca Juga :  Tips Aman Bawa Motor Kopling Saat Hujan, Astra Motor NTB Ingatkan Ini

5. Turunkan Kaki Kiri Saat Motor Hampir Berhenti

Ketika motor sudah melaju sangat pelan atau hampir berhenti, turunkan kaki kiri lebih dahulu sebagai penopang keseimbangan. Posisi ini juga membuat kaki kanan tetap siap mengoperasikan rem belakang apabila dibutuhkan.

Satria menegaskan, lima langkah sederhana tersebut dapat membantu pengendara menjaga stabilitas kendaraan sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat pengereman mendadak.

“Keselamatan berkendara dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan dengan benar. Jangan menunggu situasi darurat untuk belajar mengerem. Latih prosedur pengereman yang tepat setiap hari agar menjadi refleks saat menghadapi kondisi yang tidak terduga di jalan raya,” ujarnya.

Melalui semangat #Cari_Aman, Astra Motor NTB terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan budaya keselamatan berkendara.

Sebab, perjalanan yang aman bukan diukur dari seberapa cepat tiba di tujuan, melainkan bagaimana setiap pengendara dapat sampai dengan selamat.

Karena itu, jangan hanya mahir memutar gas. Pengendara yang cerdas adalah mereka yang memahami kapan dan bagaimana cara mengerem dengan benar. Jago #Cari_Aman, Biar Happy!.(amn)

Berita Terkait

Ops Patuh Rinjani 2026 Dimulai, 578 Personel Gabungan Siap Tindak Pelanggaran Lalu Lintas di NTB
Wakapolda NTB Turun ke Jalan, Atur Lalu Lintas Pagi di Simpang Empat BI Mataram
Astra Motor NTB dan Satlantas Polres Lombok Utara Pasang Papan Black Spot, Pengendara Diminta Lebih Waspada
Jangan Sepelekan Sakit Kepala, Kenali Tanda Bahaya yang Bisa Mengancam Nyawa
NTB Satu Data Tembus 5 Besar Indonesia’s SDGs Action Awards 2026, Gubernur Iqbal Perkuat Pembangunan Berbasis Bukti
Honda BeAT Diklaim Irit hingga 60,6 Km/Liter, Begini Teknologi Pendukungnya
BPBD NTB Perkuat Kesiapsiagaan Gempa dan Tsunami, Simulasi Lintas Sektor Digelar
Fauzan Khalid Minta Rencana Penyaluran Gaji ASN Lewat Koperasi Desa Dikaji Ulang, Ini Alasannya

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Ops Patuh Rinjani 2026 Dimulai, 578 Personel Gabungan Siap Tindak Pelanggaran Lalu Lintas di NTB

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Wakapolda NTB Turun ke Jalan, Atur Lalu Lintas Pagi di Simpang Empat BI Mataram

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Astra Motor NTB dan Satlantas Polres Lombok Utara Pasang Papan Black Spot, Pengendara Diminta Lebih Waspada

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:07 WIB

Jangan Sepelekan Sakit Kepala, Kenali Tanda Bahaya yang Bisa Mengancam Nyawa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:03 WIB

NTB Satu Data Tembus 5 Besar Indonesia’s SDGs Action Awards 2026, Gubernur Iqbal Perkuat Pembangunan Berbasis Bukti

Berita Terbaru