Pemprov NTB Perbaiki Jalan Depan RSUD Sering Sumbawa, Anggaran Tembus Rp1 Miliar

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) mulai membenahi ruas jalan di depan RSUD Sering, Kabupaten Sumbawa, yang selama ini rawan tergenang saat musim hujan.

Penanganan dilakukan melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Infrastruktur dengan anggaran sekitar Rp1 miliar.

Tak hanya memperbaiki permukaan jalan, pemerintah juga membenahi sistem drainase yang dinilai menjadi salah satu kunci mengatasi persoalan genangan di kawasan rumah sakit tersebut.

Pekerjaan fisik mulai dilakukan sejak Senin (27/7/2026). Penanganan mencakup peningkatan badan jalan, pengaspalan ulang hingga perbaikan saluran drainase sepanjang ruas yang ditangani.

Kepala Dinas PUPRPKP NTB, Lalu Kusuma Wijaya, mengatakan tahap awal pekerjaan dilakukan dengan penghamparan lapis pondasi agregat (LPA). Setelah itu, pekerjaan akan berlanjut pada pembenahan drainase.

“Kayaknya baru minggu kemarin mulai itu teman-teman di sana hampar LPA. Nanti berprogres dan dilanjutkan dengan perbaikan drainase,” ujar Kusuma saat ditemui, Kamis (30/7/2026).

Menurut Kusuma, persoalan di depan RSUD Sering bukan semata kondisi permukaan jalan. Kontur ruas tersebut membentuk cekungan sehingga air mudah terkumpul ketika hujan turun.

Baca Juga :  Idul Adha 1447 H, Astra Motor NTB Distribusikan 11 Kambing Kurban ke Wilayah Ring 1

Kondisi itu membuat genangan menjadi persoalan berulang hampir setiap musim hujan. Dampaknya bukan hanya terhadap badan jalan, tetapi juga kawasan RSUD Sering karena air dari dalam area rumah sakit menjadi sulit mengalir keluar.

“Di sana memang ada cekungan, jadi sangat berpotensi selalu ada genangan setiap musim hujan,” katanya.

Karena itu, Pemprov NTB tidak memilih penanganan sebatas menambal bagian jalan yang rusak. Badan jalan akan ditinggikan melalui proses leveling sebelum dilakukan pengaspalan ulang.

Pada saat yang sama, saluran drainase juga dibenahi agar pembuangan air lebih lancar. Langkah tersebut diharapkan dapat memutus persoalan genangan yang selama ini berulang dan mempercepat kerusakan jalan.

“Insya Allah paling tidak mengurangi tempat itu jadi selalu genangan. Kalau musim hujan itu membahayakan. Air di dalam rumah sakit juga enggak bisa keluar, jadi rumah sakitnya ikut tergenang,” jelas Kusuma.

Baca Juga :  Kerja Sama Bali–NTB–NTT Resmi Masuk Fase Aksi, NTB Siap Pimpin Super Grid dan Konektivitas Kawasan

Kusuma menyebut panjang ruas jalan yang masuk dalam penanganan mencapai hampir dua kilometer. Pekerjaan dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan badan jalan sekaligus sistem pembuangan air.

Penanganan drainase menjadi bagian penting karena genangan air merupakan salah satu faktor yang mempercepat kerusakan konstruksi jalan.

Air yang terlalu lama berada di atas permukaan dapat masuk melalui pori maupun celah pada lapisan aspal. Jika terjadi terus-menerus, daya tahan lapisan jalan akan menurun, permukaan lebih mudah terkelupas, dan kerusakan berpotensi meluas.

Dengan kombinasi peninggian badan jalan, pengaspalan ulang dan pembenahan drainase, Pemprov NTB berharap penanganan kali ini tidak hanya memperbaiki kondisi jalan, tetapi juga mengurangi sumber masalah yang menyebabkan kerusakan berulang.

Untuk pekerjaan tersebut, Pemprov NTB mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar. Besaran biaya penanganan setiap ruas, kata Kusuma, dapat berbeda menyesuaikan kondisi dan kebutuhan pekerjaan di lapangan.

“Sekitar Rp1 miliaran lebih mungkin, karena setiap jalan itu penanganannya beda-beda,” pungkas Kusuma.(ltn)

Berita Terkait

Ops Patuh Rinjani 2026 Dimulai, 578 Personel Gabungan Siap Tindak Pelanggaran Lalu Lintas di NTB
Wakapolda NTB Turun ke Jalan, Atur Lalu Lintas Pagi di Simpang Empat BI Mataram
Astra Motor NTB dan Satlantas Polres Lombok Utara Pasang Papan Black Spot, Pengendara Diminta Lebih Waspada
Jangan Sepelekan Sakit Kepala, Kenali Tanda Bahaya yang Bisa Mengancam Nyawa
NTB Satu Data Tembus 5 Besar Indonesia’s SDGs Action Awards 2026, Gubernur Iqbal Perkuat Pembangunan Berbasis Bukti
Honda BeAT Diklaim Irit hingga 60,6 Km/Liter, Begini Teknologi Pendukungnya
BPBD NTB Perkuat Kesiapsiagaan Gempa dan Tsunami, Simulasi Lintas Sektor Digelar
Fauzan Khalid Minta Rencana Penyaluran Gaji ASN Lewat Koperasi Desa Dikaji Ulang, Ini Alasannya

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Ops Patuh Rinjani 2026 Dimulai, 578 Personel Gabungan Siap Tindak Pelanggaran Lalu Lintas di NTB

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Wakapolda NTB Turun ke Jalan, Atur Lalu Lintas Pagi di Simpang Empat BI Mataram

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Astra Motor NTB dan Satlantas Polres Lombok Utara Pasang Papan Black Spot, Pengendara Diminta Lebih Waspada

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:07 WIB

Jangan Sepelekan Sakit Kepala, Kenali Tanda Bahaya yang Bisa Mengancam Nyawa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:03 WIB

NTB Satu Data Tembus 5 Besar Indonesia’s SDGs Action Awards 2026, Gubernur Iqbal Perkuat Pembangunan Berbasis Bukti

Berita Terbaru