Kerja Sama Bali–NTB–NTT Resmi Masuk Fase Aksi, NTB Siap Pimpin Super Grid dan Konektivitas Kawasan

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DARI KANAN: Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal; Gubernur Bali, I Wayan Koster; dan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.

DARI KANAN: Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal; Gubernur Bali, I Wayan Koster; dan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.

MANGGARAI BARAT, LOMBOKTODAY.ID — Kerja Sama Regional Bali–Nusa Tenggara Barat–Nusa Tenggara Timur (KR BNN) kini resmi naik level. Tak lagi sebatas komitmen di atas kertas, kolaborasi tiga provinsi ini mulai memasuki fase implementasi nyata.

Hal itu ditegaskan dalam Pertemuan Ketiga KR BNN yang digelar di kawasan ITDC The Golo Mori, Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (28/1/2026), sebagai kelanjutan dari kesepakatan para gubernur di Bali pada 3 November 2025 dan penandatanganan MoU di Mandalika, Lombok, NTB pada 25 November 2025.

Pada pertemuan ini, fokus utama diarahkan pada konsolidasi program dan penguatan kerja sama lintas sektor yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyatakan bahwa KR BNN telah bergerak dari tahap wacana menuju aksi yang mulai berdampak nyata.

“Ini bukan lagi soal niat baik, tapi sudah masuk fase kerja bersama. Salah satu indikatornya terlihat dari penguatan konektivitas. Rute penerbangan dari dan menuju NTB meningkat dari 18 menjadi 27 rute. Artinya, integrasi kawasan Bali–NTB–NTT sudah berjalan dan terus tumbuh,” ujar Gubernur Iqbal.

Baca Juga :  Berkunjung ke Lotim, Menhut RI Didampingi Sekda Tinjau Hutan Loang Gali

Menurut Gubernur Iqbal, model kolaborasi ini menjadi contoh regionalisme baru yang tumbuh dari daerah untuk menjawab tantangan pembangunan nasional hingga persaingan global.

Dalam pertemuan tersebut, para kepala perangkat daerah dari ketiga provinsi menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama teknis sebagai turunan dari MoU, yang mencakup lima sektor prioritas, yakni: Optimalisasi pariwisata dan ekonomi kreatif terintegrasi; Pengembangan super grid energi terbarukan kawasan; Penguatan perdagangan dan ekspor antarprovinsi; Pengembangan sistem transportasi laut, penyeberangan, dan udara serta Integrasi perencanaan pembangunan regional.

NTB, lanjut Gubernur Iqbal, siap mengambil peran strategis dengan memimpin studi kelayakan pengembangan super grid energi terbarukan Bali–NTB–NTT.

Potensi energi surya, angin, air, hingga panas bumi di kawasan ini dinilai sangat besar dan dapat menjadi tulang punggung transisi menuju energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Sebagai tuan rumah, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan kesiapan NTT menjadi pusat koordinasi kerja sama melalui pembentukan Sekretariat Bersama KR BNN.

Ia menekankan bahwa kerja sama ini harus menjadi “rumah bersama” untuk kolaborasi nyata, bukan sekadar forum seremonial.

Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster menegaskan komitmen Bali untuk berperan sebagai hub pariwisata dan ekspor regional, memanfaatkan kekuatan sektor jasa dan jejaring internasional yang telah dimiliki.

Baca Juga :  Galian C Diduga Ilegal di Lembar Selatan, Mus'ab: Pemangku Kebijakan Jangan Tutup Mata!

“Bali, NTB, dan NTT tidak boleh tumbuh sendiri-sendiri. Kita harus dibangun sebagai satu kesatuan kawasan ekonomi dan pariwisata yang saling melengkapi,” tegasnya.

Selain penandatanganan kerja sama teknis, momen ini juga diwarnai dengan penandatanganan surat pernyataan kesiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 oleh Gubernur NTB dan Gubernur Bali.

Surat tersebut ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk komitmen bersama untuk menyelenggarakan PON yang lebih efisien, kolaboratif, dan berbasis kerja sama regional.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat perangkat daerah, para bupati dan wali kota, serta pimpinan DPRD dari ketiga provinsi, menandai dukungan politik dan kelembagaan yang solid terhadap keberlanjutan KR BNN.

Melalui kerja sama ini, Bali, NTB, dan NTT sepakat meninggalkan pola pembangunan yang terfragmentasi dan bergerak bersama membangun kawasan Bali–Nusra sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur yang berdaya saing nasional maupun global, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(Sid)

Berita Terkait

Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh
Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?
Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan
Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat ”Brotherhood” Lintas Generasi
Gubernur NTB: Juara Itu Bonus, Misi Utama Kafilah adalah Syiar Al-Qur’an
BKN Beri Lampu Hijau, 1.000 PPPK Paruh Waktu Lombok Timur Bakal Jadi Penuh Waktu pada 2027
Jangan Terpancing Emosi di Jalan, Ini 5 Cara Tetap Aman Saat Berkendara
Jangan Merasa Paling Benar di Jalan, Beri Ruang untuk Kesalahan Pengendara Lain

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:02 WIB

Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh

Kamis, 10 September 2026 - 08:20 WIB

Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?

Kamis, 10 September 2026 - 05:07 WIB

Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan

Rabu, 9 September 2026 - 15:00 WIB

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat ”Brotherhood” Lintas Generasi

Rabu, 9 September 2026 - 11:08 WIB

Gubernur NTB: Juara Itu Bonus, Misi Utama Kafilah adalah Syiar Al-Qur’an

Berita Terbaru