LOMBOK BARAT, LOMBOKTODAY.ID – Di tengah kemarau panjang yang menyulitkan masyarakat pesisir mendapatkan air bersih, kehadiran bantuan menjadi penopang penting bagi kebutuhan sehari-hari.
Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menyalurkan 1,7 ton air bersih kepada masyarakat di Telaga Lupi, Dusun Batu Kumbu, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (27/10/2026).
Bantuan tersebut disalurkan oleh personel Kapal Polisi XXI-2007 Ditpolairud Polda NTB menggunakan speed boat.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat pesisir yang menghadapi kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau berkepanjangan.
Di wilayah pesisir, keterbatasan air bersih dapat berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan rumah tangga, mulai dari memasak, minum, hingga menjaga kebersihan.
Karena itu, distribusi air bersih menjadi salah satu bentuk bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan masyarakat ketika kondisi cuaca membuat akses terhadap air semakin terbatas.
Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol. Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H., mengatakan pihaknya terus melakukan pendataan terhadap wilayah pesisir yang terdampak kemarau panjang.
Pendataan tersebut menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sekaligus menentukan wilayah yang memerlukan bantuan air bersih.
“Kami terus mendata seluruh wilayah pesisir yang terdampak kemarau panjang dan berupaya memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat, dapat meringankan kesulitan masyarakat, serta membantu memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” ungkap Kombes Pol. Boyke.
Menurutnya, pemetaan wilayah terdampak menjadi bagian penting agar bantuan dapat diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dengan demikian, penyaluran air bersih tidak hanya menjadi respons terhadap kesulitan yang dihadapi warga, tetapi juga bagian dari upaya pelayanan yang menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
Penyaluran sebanyak 1,7 ton air bersih di Telaga Lupi menjadi salah satu bentuk konkret upaya tersebut. Melalui dukungan armada laut, personel Ditpolairud Polda NTB menjangkau masyarakat pesisir untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar yang terganggu akibat kondisi kemarau.
Kegiatan distribusi air bersih ini sekaligus mencerminkan peran Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk melalui bantuan kemanusiaan ketika warga menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Bagi masyarakat yang terdampak kemarau, bantuan air bersih memiliki arti penting karena dapat membantu mengurangi beban dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Penyaluran tersebut juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat pesisir yang memerlukan perhatian, terutama ketika ketersediaan sumber air bersih mengalami keterbatasan.
Ditpolairud Polda NTB menyatakan komitmennya untuk terus hadir memberikan pelayanan dan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Upaya tersebut dilakukan melalui pendataan wilayah terdampak serta penyaluran bantuan sesuai kebutuhan di lapangan.
Meski demikian, penanganan dampak kemarau membutuhkan perhatian berkelanjutan agar masyarakat dapat memperoleh akses air bersih secara memadai.
Pemetaan kebutuhan dan penyaluran bantuan menjadi bagian penting dalam mendukung upaya tersebut, khususnya bagi warga di wilayah pesisir.
Melalui kegiatan ini, Ditpolairud Polda NTB menegaskan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga mencakup pelayanan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Bantuan 1,7 ton air bersih di Sekotong menjadi wujud kehadiran tersebut: membantu warga menghadapi kesulitan, meringankan beban akibat kemarau panjang, sekaligus memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat.
Polisi bersama masyarakat, hadir dengan kepedulian, memberikan bantuan, dan membawa manfaat bagi masyarakat pesisir.(arz)

















