LOTENG, LOMBOKTODAY.ID – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa marwah dan kredibilitas Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) berada di tangan dewan hakim.
Karena itu, objektivitas, kejujuran, dan integritas dalam proses penilaian menjadi faktor utama untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap ajang syiar Al-Qur’an yang telah berlangsung selama puluhan tahun tersebut.
Penegasan itu disampaikan Gubernur Iqbal saat mengukuhkan Dewan Hakim MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026, di Ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah, Praya, Selasa (9/6/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah, Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Tengah, Kapolres Lombok Tengah, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda NTB, unsur panitia, serta jajaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ).
Dalam arahannya, Gubernur Iqbal menilai eksistensi MTQ yang mampu bertahan lebih dari enam dekade menjadi bukti bahwa kegiatan tersebut masih relevan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, sebuah kegiatan hanya akan bertahan apabila tetap dipercaya dan dirasakan manfaatnya oleh publik.
“MTQ tetap eksis karena masyarakat percaya pada proses dan hasilnya. Kepercayaan itu lahir dari integritas para dewan hakim yang menjalankan tugas secara objektif dan profesional,” ujar Gubernur Iqbal.
Ia menilai salah satu kekuatan terbesar MTQ adalah tingginya tingkat penerimaan masyarakat terhadap hasil perlombaan.
Berbeda dengan sejumlah kompetisi lain yang kerap memunculkan perdebatan, keputusan dalam MTQ umumnya diterima karena masyarakat meyakini proses penilaiannya berlangsung secara jujur dan adil.
Selain menekankan pentingnya integritas dewan hakim, Gubernur Iqbal juga menyampaikan komitmennya untuk mengembalikan kejayaan daerah tersebut sebagai salah satu kekuatan utama Tilawatil Qur’an di Indonesia.
Ia mengenang masa ketika NTB menjadi daerah yang selalu diperhitungkan dalam setiap perhelatan MTQ Nasional dan mampu melahirkan qari dan qariah berprestasi di tingkat nasional.
“Sebagai daerah yang dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid, tidak berlebihan jika kita bercita-cita menjadikan NTB sebagai salah satu pusat pengembangan Tilawatil Qur’an di Indonesia,” tegasnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Gubernur Iqbal menilai diperlukan penguatan kelembagaan LPTQ, program pembinaan yang berkelanjutan, serta sinergi seluruh kabupaten dan kota di NTB.
Karena itu, ia berharap kepengurusan LPTQ Provinsi NTB dapat menjadi rumah bersama yang mampu mengakomodasi seluruh daerah sekaligus membangun rasa memiliki terhadap gerakan pembinaan Al-Qur’an di Nusa Tenggara Barat.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Iqbal memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah selaku tuan rumah MTQ XXXI NTB.
Menurutnya, berbagai inovasi yang dihadirkan dalam penyelenggaraan MTQ tahun ini menunjukkan komitmen kuat daerah meskipun di tengah keterbatasan fiskal.
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, MTQ dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat nilai persaudaraan, solidaritas sosial, serta kerukunan antarumat beragama yang selama ini menjadi salah satu kekuatan masyarakat NTB.
Dalam acara tersebut, Gubernur Iqbal juga mengukuhkan dewan hakim yang akan bertugas pada delapan cabang lomba, yakni Tilawah Al-Qur’an, Qira’at Sab’ah, Hifzil Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khath Al-Qur’an, dan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an yang digelar di sejumlah arena perlombaan di Kabupaten Lombok Tengah.
Di akhir sambutannya, Gubernur Iqbal berharap seluruh dewan hakim dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga independensi, serta menjadikan MTQ sebagai sarana membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.
“Semoga seluruh dewan hakim diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas, serta mampu menjaga marwah MTQ sebagai wadah syiar dan pembinaan Al-Qur’an di NTB,” pungkasnya.(arz)

















