LOMBOK TENGAH, LOMBOKTODAY.ID – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026, upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat mulai diperkuat dari tingkat desa.
Langkah itu dilakukan Kapolsek Kopang, AKP Muh. Zulmajdi, S.H. dengan membangun komunikasi langsung bersama para kepala kewilayahan se-Desa Lendang Ara.
Silaturahmi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tahapan Pilkades dapat berlangsung aman dan kondusif.
Suasana pertemuan berlangsung santai dan penuh keakraban.
Kapolsek Kopang duduk bersama para kepala kewilayahan dan sejumlah unsur terkait dalam sebuah pertemuan informal.
Namun, di balik suasana yang cair tersebut, pesan yang dibangun cukup serius: menjaga kondusivitas lingkungan menjelang pesta demokrasi di tingkat desa.
Pertemuan semacam ini menjadi penting karena kepala kewilayahan berada cukup dekat dengan masyarakat. Mereka menjadi salah satu unsur yang bersentuhan langsung dengan dinamika warga di masing-masing wilayah.
Karena itu, komunikasi antara aparat kepolisian dan para kepala kewilayahan diharapkan dapat menjadi jalur awal untuk mendeteksi sekaligus meredam potensi persoalan yang mungkin muncul selama tahapan Pilkades.
Dalam video yang diterima Redaksi Lomboktoday.id, AKP Muh. Zulmajdi tampak berbincang langsung dengan para kepala kewilayahan. Tidak terlihat adanya suasana formal yang kaku.
Pertemuan justru berlangsung dalam suasana kekeluargaan, dengan para peserta duduk bersama dan berdiskusi.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa menjaga keamanan tidak selalu dilakukan melalui langkah-langkah penindakan.
Komunikasi dan pendekatan persuasif di tengah masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang aman.
Terlebih menjelang Pilkades, perbedaan pilihan di tengah masyarakat merupakan hal yang tidak terhindarkan.
Setiap warga memiliki hak untuk menentukan pilihan politiknya. Namun, perbedaan tersebut diharapkan tidak berkembang menjadi konflik yang dapat mengganggu hubungan sosial antarwarga.
Di titik inilah peran aparat keamanan, pemerintah desa, kepala kewilayahan, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat menjadi penting.
Kapolsek Kopang melalui silaturahmi tersebut membangun ruang komunikasi dengan para kepala kewilayahan agar persoalan-persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat segera diketahui dan dicarikan solusi secara bersama-sama.
Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana Pilkades yang tidak hanya aman dari sisi keamanan, tetapi juga tetap menjaga persaudaraan masyarakat di tingkat desa.
Sebab, pesta demokrasi desa pada akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang terpilih menjadi kepala desa. Lebih jauh, proses tersebut merupakan bagian dari perjalanan masyarakat dalam menentukan arah pembangunan wilayahnya.
Karena itu, perbedaan pilihan semestinya tidak menjadi alasan untuk memutus hubungan sosial. Setelah proses pemilihan selesai, masyarakat tetap akan hidup berdampingan sebagai satu komunitas.
Pesan semacam itu menjadi semakin relevan ketika tensi politik mulai meningkat menjelang pemungutan suara.
Komunikasi yang terbuka antara aparat keamanan dan unsur masyarakat dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga agar dinamika politik tetap berada dalam koridor yang sehat.
Selain itu, keterlibatan kepala kewilayahan juga dinilai strategis karena mereka memahami kondisi masyarakat di wilayah masing-masing.
Informasi dari tingkat bawah dapat membantu aparat melakukan langkah pencegahan secara lebih cepat apabila muncul persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan.
Dalam konteks Harkamtibmas, pencegahan memang menjadi salah satu kunci.
Gangguan keamanan yang berhasil dicegah sejak awal tentu jauh lebih baik dibandingkan persoalan yang baru ditangani setelah berkembang menjadi konflik.
Silaturahmi Kapolsek Kopang bersama kepala kewilayahan se-Desa Lendang Ara pun menjadi gambaran pendekatan tersebut.
Polisi hadir bukan hanya ketika terjadi persoalan, tetapi juga membangun komunikasi sebelum potensi gangguan keamanan muncul.
Suasana pertemuan yang berlangsung sederhana dan penuh keakraban menunjukkan pentingnya membangun kedekatan antara aparat dan masyarakat.
Dengan komunikasi yang terjaga, berbagai persoalan diharapkan dapat dibicarakan secara terbuka tanpa harus menunggu sampai menjadi masalah besar.
Menjelang Pilkades serentak, kondisi keamanan dan ketertiban menjadi tanggung jawab bersama. Polisi memiliki peran dalam menjaga keamanan, sementara masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan suasana demokrasi yang dewasa.
Kepala kewilayahan pun memiliki posisi strategis sebagai penghubung masyarakat di tingkat paling dekat dengan warga.
Dengan sinergi tersebut, pelaksanaan Pilkades diharapkan dapat berlangsung secara aman, tertib, dan kondusif.
Yang tak kalah penting, perbedaan pilihan politik tidak sampai mengganggu persatuan masyarakat setelah seluruh tahapan Pilkades berakhir.
Pilkades boleh berbeda pilihan, tetapi keamanan, persaudaraan, dan kondusivitas lingkungan tetap harus menjadi kepentingan bersama.(Sid)

















