Jelang MotoGP Mandalika 2026, NTB Desak Maskapai Tambah Penerbangan ke Lombok

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat rapat koordinasi bersama maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan melalui konferensi daring dari Mataram, pada Selasa (8/9/2026).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat rapat koordinasi bersama maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan melalui konferensi daring dari Mataram, pada Selasa (8/9/2026).

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Tiket MotoGP Mandalika 2026 sudah di tangan, tetapi kursi pesawat menuju Lombok bisa menjadi persoalan baru bagi wisatawan.

Mengantisipasi lonjakan penumpang, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) meminta maskapai penerbangan menambah kapasitas sejak jauh hari agar keterbatasan kursi dan kenaikan harga tiket tidak menghambat kedatangan penonton.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menilai konektivitas udara menjadi salah satu faktor krusial dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.

Menurut dia, antusiasme masyarakat terhadap event internasional tersebut harus diimbangi dengan ketersediaan transportasi menuju Lombok.

Pengalaman dari sejumlah event internasional sebelumnya menjadi pelajaran. Tingginya minat masyarakat untuk datang belum tentu berujung pada kunjungan jika akses penerbangan terbatas dan harga tiket melonjak.

“Banyak calon wisatawan sebenarnya sudah memiliki keinginan untuk datang, bahkan sudah membeli tiket acara. Namun ketika mencari tiket pesawat, ternyata kursinya sudah terbatas atau harganya terlalu tinggi. Akhirnya mereka membatalkan perjalanan,” ujar Gubernur Iqbal dalam rapat koordinasi bersama maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan melalui konferensi daring dari Mataram, Selasa (8/9/2026).

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Indikasi meningkatnya permintaan penerbangan menuju Lombok mulai terlihat dari data pemesanan yang disampaikan sejumlah maskapai.

Tingkat keterisian beberapa penerbangan menuju Lombok bahkan telah mendekati 90 persen. Pada sejumlah jadwal, pilihan kursi juga semakin terbatas.

Kondisi itu membuat Pemprov NTB meminta maskapai tidak menunggu hingga mendekati hari pelaksanaan MotoGP untuk menambah penerbangan.

Kapasitas tambahan, menurut Iqbal, perlu disiapkan sejak awal sehingga masyarakat memiliki kepastian saat menyusun rencana perjalanan.

“Kalau tambahan penerbangan diumumkan lebih awal, masyarakat bisa merencanakan perjalanan dan kita juga bisa melakukan promosi lebih maksimal di daerah-daerah potensial,” katanya.

Baca Juga :  NTB Siapkan Seaplane Hub di Batujai, Percepat Akses Wisata Premium Bali–Lombok–Labuan Bajo

Gubernur Iqbal menyebut terdapat dua skema yang dapat digunakan maskapai untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

Pertama, menyiapkan penerbangan tambahan yang diumumkan jauh hari. Skema ini memberikan kepastian kepada wisatawan maupun pelaku industri perjalanan untuk menjual dan merencanakan paket perjalanan ke Lombok.

Kedua, menyiapkan extra flight secara fleksibel untuk merespons perkembangan permintaan penumpang menjelang puncak pelaksanaan MotoGP Mandalika.

Selain menambah frekuensi penerbangan, Pemprov NTB juga mendorong maskapai menggunakan pesawat dengan kapasitas lebih besar. Sejumlah slot penerbangan yang sebelumnya tidak beroperasi juga diharapkan dapat diaktifkan kembali.

Beberapa rute domestik menjadi perhatian, di antaranya Jakarta–Lombok, Surabaya–Lombok, dan Yogyakarta–Lombok.

Pemprov NTB juga membuka peluang pengaktifan kembali rute Malang–Lombok untuk memperluas pilihan akses bagi penonton.

Persoalan konektivitas tidak hanya terjadi ketika penonton datang ke Lombok. Arus kepulangan setelah balapan juga menjadi perhatian Pemprov NTB.

Gubernur Iqbal meminta maskapai mempertimbangkan penerbangan malam setelah rangkaian MotoGP selesai. Pertimbangannya, penonton diperkirakan masih berada di kawasan Mandalika hingga sore hari.

Jika mayoritas penonton harus meninggalkan kawasan sirkuit pada waktu yang hampir bersamaan, kepadatan lalu lintas menuju Bandara Internasional Lombok berpotensi terjadi.

Karena itu, tambahan penerbangan pada malam hari dinilai dapat memberikan ruang bagi penonton untuk meninggalkan kawasan Mandalika secara lebih bertahap.

“Yang paling penting bagi kita adalah tambahan kapasitas kursi. Apakah melalui extra flight atau penggunaan pesawat dengan kapasitas lebih besar, semuanya perlu dipertimbangkan,” tegas Gubernur Iqbal.

Sejumlah maskapai telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi peningkatan permintaan selama periode MotoGP Mandalika 2026.

Garuda Indonesia menyiapkan penerbangan tambahan pada 8–11 Oktober serta melakukan penyesuaian kapasitas pada 12 Oktober.

Baca Juga :  637 Kasus Kekerasan Anak di NTB, Pemprov Siapkan Aplikasi Aduan Cepat yang Aman dan Rahasia

Pelita Air meningkatkan frekuensi penerbangan menjadi dua kali sehari mulai 8 Oktober. Sementara itu, Citilink menyiapkan tambahan kapasitas untuk rute Jakarta–Lombok dan Surabaya–Lombok.

Lion Air juga membuka kemungkinan menambah extra flight. Keputusan tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan permintaan penumpang menjelang pelaksanaan MotoGP.

Untuk penerbangan internasional, AirAsia tetap mengoperasikan rute Kuala Lumpur–Lombok setiap hari. Maskapai tersebut juga masih melanjutkan pembahasan terkait kemungkinan penambahan kapasitas.

Bagi Pemprov NTB, penguatan konektivitas udara bukan sekadar persoalan mengangkut penonton menuju sirkuit.

Kemudahan akses menuju Lombok menjadi bagian penting dari upaya memperluas dampak ekonomi MotoGP Mandalika.

Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula peluang perputaran ekonomi di sektor akomodasi, transportasi, kuliner, pariwisata, perdagangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Karena itu, Gubernur Iqbal menegaskan keberhasilan MotoGP Mandalika tidak cukup hanya dilihat dari kesiapan sirkuit atau kelancaran balapan.

Pengalaman wisatawan sejak mencari tiket, merencanakan perjalanan, tiba di Lombok, menuju Mandalika, menikmati berbagai destinasi wisata, hingga kembali ke daerah asal juga menjadi bagian dari kualitas penyelenggaraan event internasional tersebut.

“MotoGP adalah momentum besar bagi NTB. Karena itu, kita harus memastikan akses menuju Lombok semakin mudah, pilihan penerbangan semakin banyak, dan masyarakat memiliki kepastian dalam merencanakan perjalanan,” pungkasnya.

Dengan memperkuat kapasitas penerbangan sebelum lonjakan permintaan terjadi, Pemprov NTB ingin memastikan MotoGP Mandalika 2026 tidak berhenti sebagai agenda olahraga internasional.

Lebih dari itu, ajang balap dunia tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi semakin banyak wisatawan sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat NTB secara lebih luas.(Sid)

Berita Terkait

Putri Victoria Lepas Tukik di Gili Meno, Pesan Penting soal Laut dan Ekonomi Biru
Putri Victoria Kagumi Songket Sasak dan Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita
Sade Bangkit dari Puing Kebakaran, Nyemulak Jadi Penanda Rekonstruksi Rumah Adat Sasak
Tak Minta Dana Pemkab, Desa Jeruk Manis Tetap Gelar Festival dan Dapat Apresiasi Sekda Lotim
Bukan Sekadar Pentas, NTB Siapkan Generasi Muda untuk Bawa Seni Budaya ke Panggung Dunia
Alunan Budaya Desa Pringgasela 2026 Resmi Dibuka, Wabup Lotim Tegaskan Dukungan untuk Pelestarian Budaya dan Kebersamaan
Honda Vario 160 Buktikan Kenyamanan Saat Touring Sembalun hingga Menaklukkan Sirkuit Mandalika
Touring ke Destinasi Wisata Lombok? Jangan Abaikan Kondisi Tubuh demi Perjalanan Aman

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:09 WIB

Jelang MotoGP Mandalika 2026, NTB Desak Maskapai Tambah Penerbangan ke Lombok

Minggu, 6 September 2026 - 13:03 WIB

Putri Victoria Lepas Tukik di Gili Meno, Pesan Penting soal Laut dan Ekonomi Biru

Sabtu, 5 September 2026 - 16:01 WIB

Putri Victoria Kagumi Songket Sasak dan Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita

Kamis, 3 September 2026 - 14:05 WIB

Sade Bangkit dari Puing Kebakaran, Nyemulak Jadi Penanda Rekonstruksi Rumah Adat Sasak

Rabu, 12 Agustus 2026 - 03:02 WIB

Tak Minta Dana Pemkab, Desa Jeruk Manis Tetap Gelar Festival dan Dapat Apresiasi Sekda Lotim

Berita Terbaru