Rebana, Syair, dan Ramadan: Cara NTB Menyemai Karakter Generasi Muda di Era Digital

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Kegiatan Gebyar Syi'ar dan Syair Ramadan 1447 Hijriag, yang diselenggarakan BKMT NTB, di Teras Udayana Kota Mataram, Jumat malam (13/2/2026).

Suasana Kegiatan Gebyar Syi'ar dan Syair Ramadan 1447 Hijriag, yang diselenggarakan BKMT NTB, di Teras Udayana Kota Mataram, Jumat malam (13/2/2026).

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID — Pada Jumat malam (13/2/2026), di Teras Udayana, Kota Mataram, terasa berbeda. Irama rebana berpadu syair pujian menggema lembut, menghadirkan suasana religius sekaligus hangat.

Di tengah gebyar Syiar dan Syair Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi NTB, pesan yang disampaikan bukan sekadar ritual, melainkan visi pembangunan manusia.

Sambutan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dibacakan oleh Plt. Kepala Biro Kesra Setda NTB, H. Ahmad Masyhuri.

Intinya jelas, dakwah tak selalu harus formal dan panjang. Musik religi bisa menjadi bahasa universal yang menyentuh hati. “Rebana dan syair pujian kepada Allah dan Rasul adalah dakwah yang indah, sejuk, dan mudah diterima semua kalangan,” ungkapnya.

Menurut Gubernur Iqbal, pembangunan daerah hari ini tidak cukup hanya mengejar jalan, gedung, atau angka ekonomi. Ada aspek yang jauh lebih penting, yakni karakter.

Rebana dan hadrah dinilai sebagai contoh konkret bagaimana budaya dan spiritualitas bisa berjalan beriringan. Banyak kelompok bermula dari majelis taklim, lalu berkembang menjadi ruang ekspresi anak muda, tempat mereka tampil, percaya diri, bahkan membuka peluang ekonomi kreatif berbasis seni religi. “Rebana bukan sekadar alat musik. Ia adalah media pembentukan karakter dan pemberdayaan,” tegasnya.

Baca Juga :  Jejak Peradaban Purba dan Pesan Independensi Perempuan (Mandhalika Edisi 1)

Di tengah arus globalisasi dan konten digital yang begitu cepat, NTB ingin memperkuat identitas tanpa menutup diri dari modernitas. Seni tradisi justru diharapkan berevolusi menjadi ekspresi Islam yang relevan dan membanggakan bagi generasi muda.

Gubernur Iqbal juga mengajak masyarakat menjadikan Ramadan bukan hanya ibadah personal, tetapi juga ruang memperkuat persaudaraan dan menghadirkan syiar yang damai serta inklusif.

Sementara itu, Ketua BKMT NTB, Hj. Siti Rauhul Faujah Djufrie, menekankan peran keluarga, khususnya ibu, dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif. “Jika ibu beriman, bertakwa, dan berpendidikan, Insya Allah anak-anaknya akan terarah,” katanya.

Baca Juga :  Usulkan Balai Pelestarian Budaya NTB dan Kampus Seni, Lalu Muhamad Iqbal Temui Fadli Zon

BKMT NTB melihat kondisi sosial saat ini sebagai alarm serius, terutama terkait bahaya narkoba. Karena itu, majelis taklim tidak hanya menjadi ruang pengajian, tetapi juga pusat edukasi keluarga.

Melalui jaringan BKMT di 10 kabupaten/kota se-NTB, Ramadan tahun ini akan diisi dengan sosialisasi bahaya narkoba dan pembinaan remaja lewat seni budaya Islam. “Kami ingin ibu-ibu menjadi contoh, sekaligus penjaga masa depan anak-anaknya,” ujar Siti Rauhul.

Pesan untuk generasi muda pun tegas namun optimistis: jauhi narkoba, dan temukan panggungmu dalam kreativitas positif, salah satunya lewat seni rebana islami.

Di era ketika algoritma media sosial sering membentuk arah hidup anak muda, NTB mencoba menawarkan alternatif: identitas, komunitas, dan spiritualitas yang dirayakan lewat musik dan budaya. Rebana bukan nostalgia masa lalu, melainkan bahasa masa depan yang tetap berakar.(Sid)

Berita Terkait

Alunan Budaya Desa Pringgasela 2026 Resmi Dibuka, Wabup Lotim Tegaskan Dukungan untuk Pelestarian Budaya dan Kebersamaan
Honda Vario 160 Buktikan Kenyamanan Saat Touring Sembalun hingga Menaklukkan Sirkuit Mandalika
Touring ke Destinasi Wisata Lombok? Jangan Abaikan Kondisi Tubuh demi Perjalanan Aman
Libur Sekolah 2026, Warga Bale Lumbung Residence 1 Gelar Camping Keluarga di Sembalun, Peserta Tembus 96 Orang
Bupati Lotim Minta Seluruh Camat Tiru Pringgabaya, Car Free Night Dinilai Dongkrak Ekonomi Warga
Gubernur NTB Syukuri Tambahan 6 Penerbangan Singapura-Lombok, Wisman Diprediksi Meningkat
Pesan Tegas Bupati Iron Saat Melepas Peserta Pawai Ta’aruf MTQ XXXI NTB 2026: Jaga Nama Baik Lotim
Fauzan Khalid: Tahun Baru Islam 1448 H Momentum Memperbaiki Diri dan Peduli Sesama

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:01 WIB

Alunan Budaya Desa Pringgasela 2026 Resmi Dibuka, Wabup Lotim Tegaskan Dukungan untuk Pelestarian Budaya dan Kebersamaan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:07 WIB

Honda Vario 160 Buktikan Kenyamanan Saat Touring Sembalun hingga Menaklukkan Sirkuit Mandalika

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:03 WIB

Touring ke Destinasi Wisata Lombok? Jangan Abaikan Kondisi Tubuh demi Perjalanan Aman

Senin, 22 Juni 2026 - 08:03 WIB

Libur Sekolah 2026, Warga Bale Lumbung Residence 1 Gelar Camping Keluarga di Sembalun, Peserta Tembus 96 Orang

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:04 WIB

Bupati Lotim Minta Seluruh Camat Tiru Pringgabaya, Car Free Night Dinilai Dongkrak Ekonomi Warga

Berita Terbaru