Diplomasi Hangat di Abu Dhabi: Prabowo Disambut Tujuh Pemimpin Emirat, Perkuat Energi dan Investasi

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 06:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto saat disambut langsung oleh Presiden Mohammed bin Zayed Al Nahyan, di Istana Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, Kamis (26/2/2026).

Presiden Prabowo Subianto saat disambut langsung oleh Presiden Mohammed bin Zayed Al Nahyan, di Istana Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, Kamis (26/2/2026).

ABU DHABI, LOMBOKTODAY.ID – Di tengah nuansa Ramadan yang penuh kehangatan, momentum bersejarah terukir di Qasr Al Bahr, Abu Dhabi. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima sambutan kehormatan langsung dari tujuh pemimpin Emirat dalam satu forum langka yang sarat makna strategis.

Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), yang juga merupakan Emir Abu Dhabi sekaligus Presiden Persatuan Emirat Arab, secara khusus mengajak enam penguasa Emirat lainnya untuk bersama-sama menerima Presiden Prabowo pada Kamis, 26 Februari 2026, di Istana Qasr Al Bahr.

Forum tujuh pemimpin Emirat tersebut sejatinya merupakan pertemuan tahunan yang memiliki nilai simbolik tinggi dalam struktur federal PEA. Hadir dalam kesempatan itu Emir Dubai yang juga Perdana Menteri PEA, Emir Sharjah, Emir Ajman, Emir Umm Al Quwain, Emir Ras Al Khaimah, serta Emir Fujairah—mencerminkan soliditas penuh kepemimpinan federal dalam menyambut Indonesia.

Baca Juga :  Dua Pelaku Curanmor Diringkus di Lombok Barat, Sepeda Motor Korban Berhasil Diamankan

Presiden Prabowo mendapat kehormatan duduk sejajar bersama tujuh pemimpin tersebut—sebuah gestur diplomatik yang menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis utama di kawasan.

Rangkaian pertemuan berlanjut dalam suasana yang lebih personal dan spiritual. Kedua delegasi melaksanakan iftar bersama, diikuti dengan salat Magrib berjamaah. Atmosfer Ramadan memberikan sentuhan humanis dalam diplomasi tingkat tinggi, mempererat hubungan tidak hanya secara politik, tetapi juga kultural dan emosional.

Sebagai puncak agenda, Presiden Prabowo dan Presiden MBZ menggelar pertemuan empat mata (tête-à-tête) selama lebih dari satu jam. Diskusi strategis tersebut berfokus pada dua agenda utama:

Penguatan kerja sama sektor energi, termasuk pengembangan kemitraan ekonomi masa depan berbasis inovasi dan keberlanjutan. Peningkatan investasi PEA di Indonesia, sebagai bagian dari ekspansi ekonomi jangka panjang yang saling menguntungkan.

Pertemuan ini memiliki resonansi historis tersendiri. Tahun 2026 menandai 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia–PEA. Setengah abad kemitraan tersebut menjadi fondasi kokoh untuk membuka babak baru kolaborasi yang lebih luas, lebih dalam, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat kedua negara.

Baca Juga :  Ramadhipa Melesat Cetak Sejarah Kibarkan Merah Putih di Portugal

Di tengah dinamika global yang bergerak cepat, Indonesia dan PEA menunjukkan bahwa diplomasi modern bukan hanya soal protokol, tetapi juga soal visi masa depan — energi bersih, investasi berkelanjutan, dan stabilitas kawasan.

Mendampingi Presiden Prabowo dalam kunjungan ini antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk PEA Judha Nugraha.

Pertemuan di Abu Dhabi ini bukan sekadar seremoni kenegaraan. Ia adalah sinyal kuat bahwa poros kerja sama Indonesia–Timur Tengah semakin strategis—dan masa depan kemitraan keduanya baru saja memasuki fase yang lebih progresif.(ltn)

Berita Terkait

Guizhou Bidik Pasar Tinggal Sementara, Perkuat Kerja Sama Pariwisata dengan Makau
Bahadur Shah Zafar, Sultan Muslim Terakhir India: Dari Singgasana Delhi hingga Pengasingan di Burma
Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, Kemlu RI Pastikan WNI di Kedua Negara Aman
Arab Saudi Keluarkan Peringatan Bahaya di Mekkah, Jeddah dan Taif, Begini Kondisi WNI
Dari Adelaide, Tiga Srikandi NTB Bawa Kekayaan Budaya Mendunia
Kebakaran Tempat Hiburan di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Kemlu Pastikan Belum Ada WNI Jadi Korban
KBRI Kuala Lumpur Sebut NTB Mitra Strategis Malaysia, Investasi Hijau dan Skema Zero Cost PMI Jadi Magnet
Temui Ribuan PMI NTB di Malaysia, Gubernur Iqbal Siapkan KUR Khusus agar Buruh Sawit Tak Terjerat Rentenir

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Guizhou Bidik Pasar Tinggal Sementara, Perkuat Kerja Sama Pariwisata dengan Makau

Senin, 28 September 2026 - 07:05 WIB

Bahadur Shah Zafar, Sultan Muslim Terakhir India: Dari Singgasana Delhi hingga Pengasingan di Burma

Senin, 21 September 2026 - 14:08 WIB

Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, Kemlu RI Pastikan WNI di Kedua Negara Aman

Rabu, 16 September 2026 - 13:08 WIB

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Bahaya di Mekkah, Jeddah dan Taif, Begini Kondisi WNI

Senin, 14 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Adelaide, Tiga Srikandi NTB Bawa Kekayaan Budaya Mendunia

Berita Terbaru