Fauzan Khalid Ajak Umat Tak Sekadar Bersyukur, tetapi Juga Menebar Kebaikan

- Jurnalis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, H. Fauzan Khalid, saat menjadi khatib salat Jumat di Masjid Nurul Jihad, Desa Sesaot, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (23/10/2026).

Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, H. Fauzan Khalid, saat menjadi khatib salat Jumat di Masjid Nurul Jihad, Desa Sesaot, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (23/10/2026).

LOMBOK BARAT, LOMBOKTODAY.ID – Menjadi manusia yang baik tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Bersyukur atas nikmat yang diterima, menjaga lisan, membantu sesama, hingga meringankan beban orang lain merupakan bentuk kebaikan sederhana yang memiliki makna besar dalam kehidupan.

Pesan tersebut disampaikan Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, H. Fauzan Khalid, saat menjadi khatib salat Jumat di Masjid Nurul Jihad, Desa Sesaot, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (23/10/2026).

Dalam khotbahnya, ia mengajak jemaah menjadikan rasa syukur, amal saleh, dan kepedulian sosial sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Menurut Fauzan Khalid, tujuan hidup yang mulia tidak cukup diwujudkan melalui hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga melalui perilaku yang membawa manfaat bagi orang lain.

“Marilah kita menjadi manusia yang pandai bersyukur, menjadi pribadi yang selalu berbuat baik dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Hal ini adalah salah satu tujuan hidup yang paling mulia bagi kita semua,” ujarnya.

Anggota Komisi II DPR RI dari daerah pemilihan NTB II/Pulau Lombok itu menegaskan bahwa bersyukur bukan sekadar mengucapkan Alhamdulillah secara lisan.

Lebih dari itu, rasa syukur merupakan kesadaran untuk mengakui, menghargai, dan memaknai setiap nikmat yang diterima dalam kehidupan.

Nikmat tersebut dapat berupa kesehatan, kesempatan, rezeki, keluarga, maupun kebaikan yang hadir melalui perantaraan orang lain. Karena itu, syukur perlu diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata, bukan berhenti sebagai ungkapan semata.

Fauzan Khalid menjelaskan, bersyukur juga berarti meyakini bahwa Allah SWT merupakan sumber segala nikmat.

Kesadaran tersebut diharapkan menumbuhkan kecintaan kepada Allah sekaligus mendorong manusia untuk menggunakan setiap karunia secara bertanggung jawab.

“Rasa syukur ini akan membuka pintu-pintu nikmat yang lebih besar,” jelas mantan Bupati Lombok Barat dua periode (2016–2024) tersebut.

Baca Juga :  PAW DPRD NTB: Pemerintah Tekankan Kolaborasi Hadapi Tantangan Pembangunan

Dalam khotbahnya, Fauzan Khalid turut menyoroti pentingnya keseimbangan antara hubungan manusia dengan Sang Pencipta dan hubungan antarsesama manusia.

Menurutnya, peningkatan ketakwaan tidak hanya tercermin dari pelaksanaan ibadah, tetapi juga dari kualitas akhlak dan kepedulian sosial.

Nilai-nilai keimanan, kata dia, semestinya terlihat dalam cara seseorang memperlakukan orang lain, terutama mereka yang sedang menghadapi kesulitan.

Membantu masyarakat yang membutuhkan, peduli terhadap lingkungan, serta meringankan beban orang yang lemah merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberagamaan tidak semata-mata diukur dari apa yang dilakukan seseorang ketika beribadah, tetapi juga dari bagaimana ia menghadirkan kebaikan di tengah lingkungan sekitarnya.

Fauzan Khalid juga mengajak jemaah untuk menjaga akhlak mulia dalam berbagai situasi. Sikap santun dalam bertutur kata, kejujuran dalam berniaga, serta kemampuan menahan diri dari iri hati, kedengkian, dan adu domba dinilai penting untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menjadi sumber pertengkaran atau perpecahan. Sebaliknya, setiap orang diharapkan mampu menghadirkan ketenangan, mempererat hubungan antarsesama, dan menjaga suasana kehidupan bermasyarakat tetap kondusif.

“Tebar kebaikan. Mari kita menjadi agen penyejuk di masyarakat, bukan pembawa perpecahan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Fauzan Khalid menekankan bahwa berbuat baik tidak harus menunggu seseorang memiliki banyak harta, jabatan, atau kesempatan besar. Kebaikan justru dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Memberikan senyuman, menyingkirkan benda berbahaya dari jalan, membantu saudara yang mengalami kesulitan, hingga menjaga lisan agar tidak melukai perasaan orang lain merupakan contoh tindakan kecil yang dapat memberikan manfaat nyata.

Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut mencerminkan iman yang hidup sekaligus memperlihatkan kepedulian seseorang terhadap keadaan di sekitarnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua orang mampu memberikan bantuan dalam jumlah besar. Namun, setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Hal terpenting adalah kemauan untuk peduli dan mengambil bagian dalam menghadirkan kebaikan.

Baca Juga :  Konferwil XIV NU NTB, Momentum Memperkuat Ukhuwah Islamiyah

Fauzan Khalid juga menyampaikan bahwa berbuat baik kepada sesama dapat menghadirkan ketenangan batin dan kebahagiaan yang tidak selalu dapat diperoleh melalui materi.

Ketika seseorang mampu membantu orang lain, hubungan sosial dapat terjalin lebih erat dan rasa kebersamaan di tengah masyarakat semakin kuat.

Menutup khotbahnya, Fauzan Khalid kembali mengajak masyarakat untuk menjadikan kebermanfaatan sebagai prinsip dalam menjalani kehidupan.

Ia mengingatkan bahwa nilai seseorang tidak hanya ditentukan oleh pencapaian pribadi, tetapi juga oleh kontribusi yang diberikan kepada orang lain.

Semangat tersebut, menurutnya, sejalan dengan ajaran Islam yang mendorong umat untuk menghadirkan manfaat bagi sesama manusia.

“Semangat untuk selalu bermanfaat bagi sesama sejalan dengan prinsip mulia dalam Islam. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, sikap bermanfaat dapat diwujudkan melalui berbagai cara yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Membantu tetangga, meringankan pekerjaan rekan kerja, berpartisipasi dalam kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal, hingga berbagi ilmu dan pengalaman merupakan langkah konkret yang dapat dilakukan siapa saja.

Melalui pesan tersebut, Fauzan Khalid mengajak masyarakat untuk tidak menunda kebaikan hanya karena merasa belum mampu melakukan sesuatu yang besar.

Setiap tindakan positif, sekecil apa pun, dapat menjadi awal dari perubahan yang lebih luas apabila dilakukan dengan tulus dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, rasa syukur bukan hanya tentang menerima nikmat, melainkan juga tentang bagaimana seseorang memanfaatkannya untuk menghadirkan kebaikan.

Dengan menjaga hubungan kepada Allah SWT, memperkuat kepedulian sosial, serta membiasakan akhlak mulia, masyarakat diharapkan dapat membangun kehidupan yang lebih harmonis, saling menguatkan, dan membawa manfaat bagi sesama.(arz)

Berita Terkait

Reses DPR RI, Fauzan Khalid Keliling Lombok: Kawal Pemekaran Desa hingga Sertifikasi Tanah Wakaf
Suara Daerah Harus Berpengaruh, Lalu Niqman Zahir Tawarkan Transformasi DPD RI Lewat Parlemen Teritorial Digital
Besok, Bupati Iron Akan Lantik Pengurus FKSPP Lombok Timur 2026-2031
Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia
Jelang Pilkades, Fauzan Khalid Ingatkan Warga Lombok Jaga Persatuan: Beda Pilihan Jangan Putus Silaturahmi
Mohan Roliskana Pimpin KONI NTB, Gubernur Iqbal Ingatkan Soliditas Jelang PON 2028
Isu Perang Saudara Mengemuka, Nujumuddin: MK Harus Tunduk pada Konstitusi
Pesan Tegas Nurdin Basirun untuk ASLI Kepri: Jangan Hanya Jadi Wadah Berkumpul

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Fauzan Khalid Ajak Umat Tak Sekadar Bersyukur, tetapi Juga Menebar Kebaikan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Reses DPR RI, Fauzan Khalid Keliling Lombok: Kawal Pemekaran Desa hingga Sertifikasi Tanah Wakaf

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Suara Daerah Harus Berpengaruh, Lalu Niqman Zahir Tawarkan Transformasi DPD RI Lewat Parlemen Teritorial Digital

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Besok, Bupati Iron Akan Lantik Pengurus FKSPP Lombok Timur 2026-2031

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia

Berita Terbaru