Pentingnya Bangun Kesadaran Masyarakat Terhadap Pengaruh Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak

- Jurnalis

Kamis, 17 April 2025 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Lotim, HM Edwin Hadiwijaya.

Wabup Lotim, HM Edwin Hadiwijaya.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.IDWakil Bupati Lombok Timur (Wabup Lotim), HM Edwin Hadiwijaya memandang pentingnya membangun kesadaran masyarakat bahwa kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, itu akan berpengaruh terhadap generasi mendatang,

“Hari ini kita melakukan sosialisasi sebagai bagian dari peningkatan kesadaran masyarakat,” kata Wabup Edwin di sela-sela membuka kegiatan sosialisasi Undang-Undang No.12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, yang berlangsung Kamis (17/4/2025).

Wabup Edwin juga menekankan pentingnya peran media. Ia melihat sudut pandang media terhadap tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, akan memberikan dampak terhadap kesadaran masyarakat.

Wabup Edwin mengakui bahwa sosialisasi memang penting, tetapi bukanlah ujung. Sebab, sosialisasi itu dapat dilakukan melalui berbagai media dan platform. Namun tindak lanjut dari sosialisasi itulah yang terpenting.

Baca Juga :  Sekda NTB Tegaskan ASN Bukan Sekadar Bekerja, Tapi Mengabdi untuk Masyarakat

Karena itu, Wabup Edwin mengapresiasi kehadirian berbagai pemangku kepentingan, seperti Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Lembaga Pengembangan Sumberdaya Mitra (LPSDM), serta sejumlah OPD, Organisasi Perempuan, dan tokoh agama.

Dengan demikian, diharapkan akan muncul aksi bersama mewujudkan program perlindungan anak dan pemberdayaan  perempuan yang lebih baik di daerah ini. “Sehingga kita (pemerintah daerah) secara bersama-sama, tentunya tidak hanya sosialisasi, tetapi juga action-action, salah satunya seperti yang disebut Pak Kadis adalah adanya rumah aman,” jelasnya.

Wabup Edwin menyadari tindak pidana kekerasan seksual terjadi karena berbagai faktor, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga sosial. Karena itu, diperlukan upaya pencegahan, termasuk melalui kebijakan dan penegakan hukum. Pencegahan, menurut Wabup Edwin, dapat dilakukan melalui komunitas.

Baca Juga :  KDKMP NTB Dikebut: Dari Legalitas ke Aksi Nyata, Digitalisasi Jadi Game Changer

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), H Ahmat A memaparkan data kasus kekerasan terhadap anak di Lotim yang mengalami peningkatan dari 162 kasus pada tahun 2023 menjadi 189 kasus tahun 2024.

Kasus kekerasan terhadap perempuan juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2023 tercatat 41 kasus dan tahun 2024 menjadi 83 kasus. Terkait UU No. 12 tahun 2022, selain merinci bentuk kekerasan, ia juga menekankan adanya sanksi terhadap kekerasan seperti termuat pada pasal 10 tentang pemaksaan perkawinan usia anak.

Pelaku pemaksaan dapat dikenai sanksi pidana penjara sembilan tahun atau denda paling banyak Rp200 juta. Pemaksaan perkawinan tersebut termasuk juga yang mengatasnamakan praktik budaya atau pemaksaan terhadap korban dengan pelaku kekerasan.(Kml)

Berita Terkait

Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh
Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?
Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan
Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat ”Brotherhood” Lintas Generasi
Gubernur NTB: Juara Itu Bonus, Misi Utama Kafilah adalah Syiar Al-Qur’an
BKN Beri Lampu Hijau, 1.000 PPPK Paruh Waktu Lombok Timur Bakal Jadi Penuh Waktu pada 2027
Jangan Terpancing Emosi di Jalan, Ini 5 Cara Tetap Aman Saat Berkendara
Jangan Merasa Paling Benar di Jalan, Beri Ruang untuk Kesalahan Pengendara Lain

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:02 WIB

Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh

Kamis, 10 September 2026 - 08:20 WIB

Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?

Kamis, 10 September 2026 - 05:07 WIB

Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan

Rabu, 9 September 2026 - 15:00 WIB

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat ”Brotherhood” Lintas Generasi

Rabu, 9 September 2026 - 11:08 WIB

Gubernur NTB: Juara Itu Bonus, Misi Utama Kafilah adalah Syiar Al-Qur’an

Berita Terbaru