Bupati Lotim Janji Tindak Tegas Praktik Gelap Pembelian Tembakau

- Jurnalis

Rabu, 27 Agustus 2025 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lotim, H Haerul Warisin (tengah) didampingi Sekda, HM Juaini Taofik (kanan) dan Kadis Pertanian, Lalu Kasturi (kiri).

Bupati Lotim, H Haerul Warisin (tengah) didampingi Sekda, HM Juaini Taofik (kanan) dan Kadis Pertanian, Lalu Kasturi (kiri).

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.ID – Mencegah gejolak harga dan distribusi hasil panen tembakau tahun 2025 ini, Bupati Lombok Timur (Lotim), H Haerul Warisin menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Rupatama 1 Kantor Bupati Lotim, Rabu (27/8/2025), dengan mengundang puluhan pengusaha tembakau yang beroperasi di daerah ini.

Rakor ini membahas langkah strategis untuk menyelamatkan sektor agribisnis tembakau yang menjadi salah satu tonggak perekonomian wilayah Lombok Timur. Rakor ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) terhadap aspirasi dan kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha. Langkah ini sekaligus menjembatani kepentingan antara pengusaha dan petani sebagai ujung tombak produksi.

Luas lahan tembakau di Lombok Timur pada tahun ini sedikit berkurang meski tidak signifikan, yaitu seluas 26 ribu hektare untuk jenis tembakau rakyat dan Virginia. Pengurangan ini sebagai dampak anomali iklim. Meski demikian, kondisi pertanaman tembakau dinilai masih aman. Di sisi lain harga yang tidak stabil menjadi ancaman bagi kesejahteraan petani.

Baca Juga :  Johan Rosihan Tegaskan Pentingnya Revisi UU Pangan, Ini Alasannya

Menanggapi hal tersebut, Bupati Iron, demikian Bupati Lotim, H Haerul Warisin ini biasa disapa menekankan pentingnya keseimbangan antara pengusaha dan petani. Para pengusaha diminta berkolaborasi menawarkan harga yang menguntungkan kedua belah pihak. Sementara itu para petani diharapkan tetap produktif dalam penanaman tembakau.

Bupati Iron yang didampingi Sekda dan Kadis Pertanian menyatakan, Pemerintah Daerah Lombok Timur juga akan menindak secara tegas para pembeli ataupun pengusaha ilegal tanpa ijin yang dapat merugikan para pengusaha yang sudah memiliki ijin resmi.

Maraknya praktik pembeli gelap ini menjadi perhatian serius, dan dikatakan akan dilakukan pengawalan dalam pendistribusian hasil tembakau oleh tim Opjar ataupun tim terpadu yang sudah dibentuk.

Baca Juga :  Sambut Ramadan 2026, AHASS NTB Tebar Promo “Berkah Ramadan” dengan Diskon Jasa 20%

Para pengusaha yang hadir dalam Rakor tersebut menyambut baik inisiatif pemerintah daerah. Dialog terbuka ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menyusun kebijakan yang lebih detail dan implementatif guna memajukan sektor agribisnis tembakau di Lombok Timur.

Para pengusaha berharap pertemuan seperti ini dapat rutin dilaksanakan untuk menjalin komunikasi yang baik. Selain itu, dinas terkait diharapkan pula dapat memberikan pelatihan dan edukasi kepada para petani terkait pola penanaman tembakau yang berkualitas, serta meminta pemerintah menindak tegas praktik pembeli gelap yang dapat mempengaruhi stabilitas harga.

Selain berharap para pengusaha untuk membentuk asosiasi agar lebih terarah dan terkoordinasi, Bupati Iron juga berkomitmen mengadakan pertemuan rutin dua kali dalam setahun. Rapat pertama adalah persiapan musim tanam dan rapat berikutnya merupakan penentuan harga sebelum pembelian.(Kml)

Berita Terkait

Pendapatan NTB Baru 66,53 Persen, Gubernur Iqbal Optimistis Target APBD Perubahan 2026 Tercapai
ASLIPAY Hadir untuk Warga ASLI, Bukan Sekadar Aplikasi Transaksi: Ada Perlindungan hingga Marketplace UMKM
Gubernur NTB Pesan Peserta Magang di Jepang: Jangan Cuma Cari Gaji, Bangun Komitmen dan Aset
Tak Dapat Bansos? Wabup Lombok Timur Tegas Minta Warga Isi Data Sendiri
Tak Dapat Pensiun, 4.000 Marbot dan Guru Ngaji di Lombok Timur Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan
Honda CT125 Tampil Makin Ikonik, Warna Baru Matte Fresco Brown Bikin Motor Trekking Ini Makin Berkarakter
Dana Transfer Pusat Bertambah, Lombok Timur Alokasikan Rp71 Miliar untuk Infrastruktur Jalan
Gubernur Iqbal Perintahkan APBD-P 2026 Tindak Lanjuti Arahan KPK

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 16:01 WIB

Pendapatan NTB Baru 66,53 Persen, Gubernur Iqbal Optimistis Target APBD Perubahan 2026 Tercapai

Senin, 14 September 2026 - 16:07 WIB

ASLIPAY Hadir untuk Warga ASLI, Bukan Sekadar Aplikasi Transaksi: Ada Perlindungan hingga Marketplace UMKM

Senin, 14 September 2026 - 15:34 WIB

Gubernur NTB Pesan Peserta Magang di Jepang: Jangan Cuma Cari Gaji, Bangun Komitmen dan Aset

Sabtu, 12 September 2026 - 07:06 WIB

Tak Dapat Bansos? Wabup Lombok Timur Tegas Minta Warga Isi Data Sendiri

Sabtu, 12 September 2026 - 06:01 WIB

Tak Dapat Pensiun, 4.000 Marbot dan Guru Ngaji di Lombok Timur Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Berita Terbaru

Suasana tradisi betabeq yang digelar menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, pada Rabu malam (16/9/2026).

Pariwisata Seni Budaya

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Betabeq Jadi Simbol Doa, Restu dan Keselamatan

Rabu, 16 Sep 2026 - 22:38 WIB