Desa Berdaya NTB: Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Menuju Pencapaian SDGs

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Giri Arwana.

Giri Arwana.

Oleh: Giri Arnawa │  

KEMISKINAN masih menjadi tantangan struktural pembangunan Indonesia, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Persoalannya tidak lagi sekadar soal jumlah penduduk miskin, melainkan juga kedalaman dan keparahan kemiskinan–jarak  antara pengeluaran rumah tangga miskin dengan garis kemiskinan, serta ketimpangan di antara kelompok miskin itu sendiri. Inilah yang membuat kemiskinan sulit diputus jika hanya ditangani dengan pendekatan bantuan sesaat, melakukan program biasa-biasa saja.

Dalam konteks tersebut, peluncuran Program Desa Berdaya NTB oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB), pada Selasa, 16 Desember 2025, serangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi NTB ke-67, menjadi langkah strategis yang patut dicermati secara nasional.

Program unggulan di bawah kepemimpinan Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal ini menandai pergeseran paradigma pembangunan desa: dari sekadar distribusi bantuan menuju pembangunan berbasis keberdayaan dan kemandirian.

Sebagai provinsi dengan karakter kepulauan, basis ekonomi perdesaan yang kuat, serta ketergantungan pada sektor primer, NTB menghadapi tantangan kemiskinan yang khas.

Fluktuasi iklim, keterbatasan akses pasar, serta kerentanan bencana memperbesar risiko rumah tangga miskin untuk jatuh lebih dalam ke jurang kemiskinan ekstrem.

Secara nasional, pemerintah telah menetapkan target nol kemiskinan ekstrem, sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan dan komitmen global Indonesia terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya Tujuan SDGs 1: Tanpa Kemiskinan. Namun, capaian target ini sangat bergantung pada efektivitas implementasi di daerah–terutama di tingkat desa, tempat sebagian besar penduduk miskin bermukim.

Baca Juga :  Ketua Komite III DPD RI Dukung Program Makan Siang Gratis dengan Sejumlah Catatan

Desa Berdaya: Menjawab Isu Struktural dari Akar

Program Desa Berdaya NTB dirancang untuk menjawab persoalan struktural tersebut. Program ini tidak berdiri sebagai proyek sektoral, melainkan sebagai platform konvergensi pembangunan desa yang mengintegrasikan perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, penguatan sosial, dan inklusi keuangan.

Pada tahap awal, Desa Berdaya menyasar desa-desa miskin ekstrem dengan pendekatan model graduasi–sebuah strategi yang memastikan rumah tangga miskin tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh pendampingan intensif, aset produktif, dan peningkatan kapasitas hingga mampu keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan.

Pendekatan ini sejalan dengan praktik baik global dalam pengentasan kemiskinan ekstrem yang telah diterapkan di berbagai negara berkembang.

Kontribusi Nyata Terhadap SDGs
Lebih jauh, Desa Berdaya NTB berkontribusi langsung pada sejumlah tujuan SDGs, antara lain:

  • SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan): melalui penghapusan kemiskinan ekstrem berbasis graduasi.
  • SDGs 2 (Tanpa Kelaparan): dengan penguatan ketahanan pangan desa dan pengembangan pertanian lokal.
  • SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): melalui penguatan mata pencaharian dan ekonomi berbasis potensi desa.
  • SDGs 10 (Berkurangnya Kesenjangan): dengan fokus pada kelompok paling rentan dan miskin ekstrem.
  • SDGs 11 (Permukiman Berkelanjutan): melalui tematik desa tanpa kawasan kumuh dan hunian layak.
  • SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim): lewat penguatan desa hijau dan desa tangguh bencana.
  • SDGs 17 (Kemitraan): melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan komunitas.
  • Pendekatan tematik Desa Berdaya–mulai dari Desa Mandiri Pangan, Desa Tangguh Bencana, Desa Hijau, hingga Desa Bebas Sampah–menjadikan program ini relevan tidak hanya bagi agenda daerah, tetapi juga bagi pencapaian target pembangunan nasional dan global.
Baca Juga :  Antisipasi Tindak Kejahatan, Pelaku Pariwisata dan Masyarakat Suranadi Pasang PJU

Dari Desa untuk Indonesia
Yang membuat Desa Berdaya NTB menarik dalam diskursus nasional adalah orientasinya yang sistemik dan terukur.

Program ini berbasis data, fokus pada hasil (outcome), serta dirancang untuk dapat direplikasi. Dalam konteks Indonesia yang tengah memperkuat peran desa sebagai motor pembangunan, Desa Berdaya menawarkan model konkret bagaimana kebijakan nasional dapat diterjemahkan secara efektif di tingkat lokal.

Lebih dari itu, Desa Berdaya menegaskan bahwa pencapaian SDGs bukanlah agenda global yang abstrak, melainkan proses nyata yang dimulai dari desa–dari rumah tangga, komunitas, dan potensi lokal yang dikelola secara berkelanjutan.

Menuju NTB Makmur Mendunia
Desa Berdaya NTB bukan sekadar program pembangunan, melainkan gerakan perubahan. Dari ketergantungan menuju kemandirian, dari bantuan menuju keberdayaan.

Jika dijalankan secara konsisten, program ini tidak hanya mempercepat pengentasan kemiskinan di NTB, tetapi juga memperkaya praktik baik pembangunan desa di Indonesia.

Dari desa yang berdaya, NTB menatap masa depan–dan dari NTB, Indonesia belajar bahwa pembangunan berkelanjutan memang harus dimulai dari akar.(*)

Berita Terkait

Astra Motor NTB Tebar Promo PEMUDA DEALS, Pengguna MotorkuX Bisa Nikmati Diskon hingga 28 Persen
Honda CRF1100L Africa Twin Tampil Makin Garang, Warna Baru dan Fitur Premium Jadi Andalan
New Honda Genio Tampil Makin Kalcer, Warna Retro Baru Siap Curi Perhatian Anak Muda
Proyek Pipa Bawah Laut di Jeneponto Berlanjut, PLN EG Siapkan Kompensasi Petani Rumput Laut
Honda Electrify Meet Up–Lombok, Astra Motor NTB Ajak Masyarakat Jajal Motor Listrik
Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan
Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong
ASUS Resmi Hadirkan ASUS ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional dengan NVIDIA RTX Spark™ Pertama di Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Astra Motor NTB Tebar Promo PEMUDA DEALS, Pengguna MotorkuX Bisa Nikmati Diskon hingga 28 Persen

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Honda CRF1100L Africa Twin Tampil Makin Garang, Warna Baru dan Fitur Premium Jadi Andalan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Proyek Pipa Bawah Laut di Jeneponto Berlanjut, PLN EG Siapkan Kompensasi Petani Rumput Laut

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Honda Electrify Meet Up–Lombok, Astra Motor NTB Ajak Masyarakat Jajal Motor Listrik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan

Berita Terbaru