Lotim Diberi Pendampingan Penurunan Stunting dari Tim Pusat

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Lotim, HM Edwin Hadiwijaya (tengah) saat membuka kegiatan pendampingan analisis situasi dalam aksi konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lotim, di Ruang Rapat Bappeda Lotim, Rabu (28/1/2026).

Wabup Lotim, HM Edwin Hadiwijaya (tengah) saat membuka kegiatan pendampingan analisis situasi dalam aksi konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lotim, di Ruang Rapat Bappeda Lotim, Rabu (28/1/2026).

LOTIM, LOMBOKTODAY.ID – Wakil Bupati Lombok Timur (Wabup Lotim), HM Edwin Hadiwijaya, menghadiri sekaligus membuka kegiatan pendampingan analisis situasi dalam aksi konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Lotim, Rabu (28/1/2026).

Selaku Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Lotim, Wabup Edwin mengapresiasi pelaksanaan pendampingan tersebut.

Ia menegaskan bahwa rapat dan pendampingan ini menjadi sangat penting sebagai upaya memperkuat langkah strategis penurunan stunting berbasis data yang akurat dan terukur.

Wabup Edwin menyoroti angka stunting di Lombok Timur yang masih menjadi tertinggi dari sepuluh kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berdasarkan data pada Desember 2025, angka stunting Lombok Timur (Lotim) berada pada 22,39 persen. Sementara pada Januari 2026 kembali muncul kasus baru sebesar 0,8 persen atau sebanyak 545 kasus.

Baca Juga :  Sultan Dorong Pemerintah Berlakukan Bea Masuk Setiap Jenis Produk Pangan Import

Kaitan itu, Wabup Edwin meminta Sekretaris Bappeda untuk melakukan pengecekan ulang terhadap data yang ada, serta menekankan bahwa upaya penurunan stunting tidak hanya melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi juga mendorong peran aktif organisasi kemasyarakatan.

Ketua Tim Pendamping, Arifin Effendy Hutagalung selaku Analis Kebijakan Madya Koordinator Substansi Kesehatan Kementerian Dalam Negeri Ditjen Bina Bangda mengingat target nasional penurunan stunting pada tahun 2029 adalah sebesar 14,2 persen dan 5 persen pada tahun 2045, sebagaimana tertuang dalam RPJMN.

“Pencegahan stunting tidak hanya mengandalkan perluasan program, tetapi harus ditopang oleh kualitas perencanaan yang berbasis analisis data yang tajam serta konvergensi lintas sektor yang kuat”, ujarnya.

Baca Juga :  Geger, Warga Tanjung Temukan Sosok Mayat Mengapung di Kali Sokong

Arifin Efendy menegaskan, Kemendagri melalui Ditjen Bina Bangda memiliki peran strategis sebagai pembina dan pengawas penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Peran tersebut tidak hanya sebagai fasilitator, tetapi juga pengarah kebijakan dalam pengendalian proses dan konsistensi pelaksanaan percepatan penurunan stunting.

Melalui pendampingan ini, diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi data yang lebih konkret dan dapat dijadikan acuan bersama dalam penyusunan program dan kebijakan penurunan stunting ke depan.

Kegiatan pendampingan ini selain melibatkan tim pusat dari Kementerian Dalam Negeri Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, juga diikuti Perwakilan Kementerian Kesehatan, tim provinsi dari Poltekkes Mataram, para peserta pendamping analisis situasi aksi konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan dari Bappeda se-Pulau Lombok dan Kabupaten Sumbawa Barat.(Kml)

Berita Terkait

Bansos dan BPJS PBI JK 2027 di Lombok Timur Bakal Pakai Data Terbaru, Ini Target Pembaruannya
KPK Benchmarking NTB Satu Data untuk Perkuat Tata Kelola Data dan Teknologi Informasi
Sumpah Pemuda ke-98, NTB Beri Penghargaan bagi Generasi Muda Berprestasi
Jangan Asal Tarik Rem! Astra Motor NTB Ungkap Teknik Aman Melintasi Jalan Turunan
Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Salurkan 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Sekotong
Celah Sempit di Tengah Kemacetan Bisa Picu Kecelakaan, Pengendara Motor Wajib Waspada
Ops Patuh Rinjani 2026 Dimulai, 578 Personel Gabungan Siap Tindak Pelanggaran Lalu Lintas di NTB
Wakapolda NTB Turun ke Jalan, Atur Lalu Lintas Pagi di Simpang Empat BI Mataram

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Bansos dan BPJS PBI JK 2027 di Lombok Timur Bakal Pakai Data Terbaru, Ini Target Pembaruannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:01 WIB

KPK Benchmarking NTB Satu Data untuk Perkuat Tata Kelola Data dan Teknologi Informasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, NTB Beri Penghargaan bagi Generasi Muda Berprestasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Salurkan 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Sekotong

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Celah Sempit di Tengah Kemacetan Bisa Picu Kecelakaan, Pengendara Motor Wajib Waspada

Berita Terbaru

Suasana acara pembukaan Kongres Internasional I Bahasa Sasak yang digelar Majelis Adat Sasak (MAS), di Aula Gedung BPSDMD Provinsi NTB, Rabu (28/10/2026).

Pariwisata Seni Budaya

Wagub NTB Tekankan Peran Keluarga dan Sekolah untuk Selamatkan Bahasa Sasak

Rabu, 28 Okt 2026 - 12:06 WIB