Sumpah Pemuda ke-98, NTB Beri Penghargaan bagi Generasi Muda Berprestasi

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda tingkat Provinsi NTB berlangsung khidmat dan semarak di lingkungan Dinas Dikpora NTB, Rabu (28/10/2026).

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda tingkat Provinsi NTB berlangsung khidmat dan semarak di lingkungan Dinas Dikpora NTB, Rabu (28/10/2026).

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Prestasi pemuda menjadi salah satu sorotan dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memberikan penghargaan kepada generasi muda berprestasi sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar pemuda semakin aktif berkarya, melestarikan budaya, dan mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Pesan tersebut mengemuka dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda tingkat Provinsi NTB yang berlangsung khidmat dan semarak di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB, Rabu (28/10/2026).

Upacara dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Abul Chair, dengan mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati, Pemuda untuk Indonesia”.

Peringatan tahun ini tidak sekadar menjadi momentum mengenang ikrar persatuan yang lahir pada 28 Oktober 1928.

Lebih dari itu, Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa membutuhkan generasi yang memiliki semangat juang, karakter kuat, serta kepedulian terhadap persoalan di sekitarnya.

Rangkaian acara diwarnai kehadiran pemuda-pemudi berprestasi dan figur inspiratif dari berbagai daerah di NTB.

Salah satu momen penting ditandai dengan penyerahan piala dan penghargaan kepada para pemenang Kejuaraan Futsal Piala Kepala Dinas Dikpora Provinsi NTB serta penerima penghargaan Pemuda Pelopor Desa Tingkat Provinsi NTB.

Penyerahan penghargaan yang diiringi lagu Bagimu Negeri menambah suasana khidmat sekaligus menghadirkan kebanggaan atas capaian generasi muda daerah.

Apresiasi tersebut menjadi pengingat bahwa kontribusi pemuda tidak selalu diukur dari besarnya panggung atau luasnya pengaruh.

Inisiatif di tingkat desa, prestasi olahraga, pengembangan pendidikan, hingga upaya memperkenalkan kebudayaan lokal merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia.

Dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, yang dibacakan pada upacara tersebut, ditegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak semata-mata ditentukan oleh pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, maupun kekayaan sumber daya alam.

Kualitas manusia, kekuatan karakter, dan kepedulian sosial justru menjadi fondasi yang menentukan arah kemajuan Indonesia.

“Patriotik yang mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan pengabdian dan kenyataan. Gigih yang tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan, tidak runtuh ketika mengalami kegagalan. Dan berempati yang tidak hanya memikirkan keberhasilan dirinya sendiri, tetapi juga merasakan kesulitan saudaranya,” demikian pesan dalam amanat tersebut.

Baca Juga :  Fathul Gani Tekankan Pencegahan BKC di Masyarakat Harus Humanis dan Preventif

Amanat itu juga menekankan bahwa patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan makna, kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arah, dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya.

Pesan tersebut relevan bagi generasi muda di tengah perubahan zaman yang menuntut kemampuan beradaptasi, keberanian berinovasi, dan kesanggupan menghadapi persaingan.

Pemuda tidak cukup hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga perlu menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui karya dan pengabdian nyata.

Semangat itu tercermin dalam pandangan Agustina, SH., penerima penghargaan Pemuda Pelopor Desa asal Desa Tonggorisa, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima.

Ia menilai peringatan Sumpah Pemuda harus menjadi dorongan bagi generasi muda untuk semakin produktif, berani berkarya, dan tidak melupakan identitas budayanya sendiri.

Menurut Agustina, kekayaan budaya daerah merupakan potensi yang perlu terus diperkenalkan agar memperoleh pengakuan lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Makna Sumpah Pemuda itu bagaimana pemuda-pemuda Indonesia bisa lebih berkarya, lebih menghormati budayanya sendiri, agar lebih dikenal baik di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Agustina.

Ia juga berharap kualitas pendidikan di NTB terus meningkat sehingga mampu melahirkan generasi muda yang kompeten, berkarakter, dan memiliki kesempatan lebih besar untuk berkontribusi bagi masyarakat.

Harapan tersebut menempatkan pendidikan dan pelestarian budaya sebagai dua aspek penting dalam membangun daya saing pemuda.

Pendidikan membuka ruang bagi pengembangan pengetahuan dan keterampilan, sedangkan budaya memperkuat identitas serta karakter generasi penerus.

Keduanya menjadi modal penting agar pemuda NTB dapat menghadapi tantangan masa depan tanpa kehilangan akar sosial dan kebudayaannya.

Pandangan serupa disampaikan Muhammad Ihsan Tanjung, pemuda asal Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, sekaligus alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.

Ihsan menilai pemuda memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan pembangunan dan mempersiapkan regenerasi kepemimpinan.

Baca Juga :  Dukung Kemanusiaan di Aceh, Bank NTB Syariah Fasilitasi Operasional Ambulance Tim Medis NTB

Karena itu, semangat Sumpah Pemuda tetap relevan sebagai landasan untuk menyatukan generasi muda dari berbagai latar belakang demi tujuan bersama.

“Bagi saya, pemuda itu merupakan tulang punggung negara. Penting adanya Sumpah Pemuda untuk menyatukan semua pemuda untuk membangun negara,” ujarnya.

Ia berharap pemuda NTB semakin solid, mampu saling mendukung, dan terus mengembangkan potensi masing-masing.

Menurutnya, kemajuan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh pencapaian individu, tetapi juga oleh kemampuan untuk tumbuh bersama dan menciptakan dampak positif bagi lingkungan.

“Harapan saya, pemuda-pemuda bisa lebih kuat lagi, saling menguatkan, tumbuh lebih tinggi dan tumbuh lebih baik, hingga akhirnya menghasilkan banyak hal positif,” tambahnya.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi di tengah beragam tantangan yang dihadapi generasi muda.

Ruang aktualisasi, kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas, serta dukungan terhadap inisiatif dan inovasi pemuda diperlukan agar potensi yang dimiliki dapat berkembang secara optimal.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di NTB menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun generasi muda yang patriotik, gigih, dan berempati.

Penghargaan terhadap pemuda berprestasi diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi pemantik bagi lahirnya lebih banyak karya dan inisiatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dukungan terhadap pendidikan, pengembangan kapasitas diri, pelestarian budaya, dan kepemimpinan pemuda menjadi bagian penting dari upaya tersebut.

Generasi muda perlu memperoleh ruang untuk mencoba, berinovasi, belajar dari kegagalan, serta terlibat langsung dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Pada akhirnya, semangat Sumpah Pemuda tidak hanya hidup melalui peringatan tahunan, tetapi juga melalui tindakan sehari-hari yang memperkuat persatuan dan menghadirkan perubahan.

Sebagaimana pesan dalam amanat Menteri Pemuda dan Olahraga, masa depan bangsa bukan sekadar sesuatu yang akan ditemui, melainkan sesuatu yang sedang dibangun bersama.

Bagi pemuda NTB, semangat itu menjadi ajakan untuk terus berkarya, menjaga kebudayaan, memperkuat solidaritas, dan membuktikan kecintaan terhadap Indonesia melalui kontribusi nyata.(arz)

Berita Terkait

Bansos dan BPJS PBI JK 2027 di Lombok Timur Bakal Pakai Data Terbaru, Ini Target Pembaruannya
KPK Benchmarking NTB Satu Data untuk Perkuat Tata Kelola Data dan Teknologi Informasi
Jangan Asal Tarik Rem! Astra Motor NTB Ungkap Teknik Aman Melintasi Jalan Turunan
Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Salurkan 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Sekotong
Celah Sempit di Tengah Kemacetan Bisa Picu Kecelakaan, Pengendara Motor Wajib Waspada
Ops Patuh Rinjani 2026 Dimulai, 578 Personel Gabungan Siap Tindak Pelanggaran Lalu Lintas di NTB
Wakapolda NTB Turun ke Jalan, Atur Lalu Lintas Pagi di Simpang Empat BI Mataram
Astra Motor NTB dan Satlantas Polres Lombok Utara Pasang Papan Black Spot, Pengendara Diminta Lebih Waspada

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Bansos dan BPJS PBI JK 2027 di Lombok Timur Bakal Pakai Data Terbaru, Ini Target Pembaruannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:01 WIB

KPK Benchmarking NTB Satu Data untuk Perkuat Tata Kelola Data dan Teknologi Informasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, NTB Beri Penghargaan bagi Generasi Muda Berprestasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Salurkan 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Sekotong

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Celah Sempit di Tengah Kemacetan Bisa Picu Kecelakaan, Pengendara Motor Wajib Waspada

Berita Terbaru

Suasana acara pembukaan Kongres Internasional I Bahasa Sasak yang digelar Majelis Adat Sasak (MAS), di Aula Gedung BPSDMD Provinsi NTB, Rabu (28/10/2026).

Pariwisata Seni Budaya

Wagub NTB Tekankan Peran Keluarga dan Sekolah untuk Selamatkan Bahasa Sasak

Rabu, 28 Okt 2026 - 12:06 WIB