Aset Bukan Lagi Beban, Pemprov NTB Ubah Strategi Keuangan Daerah Lewat Kolaborasi dengan DJKN

- Jurnalis

Kamis, 12 Februari 2026 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat menandatangani MoU dan PKS bersama Kepala Kanwil DJKN Bali Nusra, Sudarsono.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat menandatangani MoU dan PKS bersama Kepala Kanwil DJKN Bali Nusra, Sudarsono.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) resmi memperkuat kolaborasi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Bali–Nusa Tenggara melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), di Gedung Kanwil DJKN Bali Nusra, pada Kamis (12/2/2026).

Langkah ini bukan sekadar seremoni birokrasi, tetapi bagian dari reposisi besar pengelolaan aset daerah di era fiskal baru.

Di tengah tren penurunan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, NTB memilih jalur yang lebih berkelanjutan: mengubah aset menjadi sumber pendapatan nyata dan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa paradigma lama harus ditinggalkan. Menurutnya, aset daerah tidak boleh lagi hanya dipelihara, tetapi harus dimonetisasi secara cerdas.

Baca Juga :  Menpora Yakin Kesiapan F1 Powerboat 2024 Akan Lebih Baik

“Logika aset itu pemanfaatan, bukan sekadar pemeliharaan. Jangan jadi cost center, harus jadi profit center. Kita shifting ke paradigma baru, aset harus berkontribusi langsung menaikkan PAD,” tegasnya.

NTB saat ini mengelola sekitar 1.700 bidang tanah dengan estimasi nilai mencapai puluhan triliun rupiah. Namun selama ini potensi tersebut belum optimal karena masalah klasik pemerintah daerah: kualitas data dan penilaian aset.

“Kami ingin memanfaatkan aset, tapi data kami belum kuat dan appraisal masih lemah. Jangan sampai kita kerja sama tapi nilainya undervalue,” ujarnya.

Untuk memperkuat tata kelola, Pemprov NTB menyiapkan 19 pejabat fungsional penilai yang akan mendapat pendampingan teknis dari DJKN.

Selain aset, fokus besar lainnya adalah piutang daerah—komponen yang sering menjadi catatan dalam audit laporan keuangan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Selamat dan Sukses! Ahmad Ikliluddin Nakhodai PWI NTB Periode 2025–2030

Kepala Kanwil DJKN Balinusra, Sudarsono menyatakan, pihaknya siap membantu sampai tuntas. “Piutang daerah sering menjadi temuan audit. Setelah Pemprov maksimal mengurus dan mentok, limpahkan ke kami. Akan kami proses melalui KPKNL,” ujarnya.

Saat ini, 34 berkas piutang senilai sekitar Rp11 miliar sedang dalam proses penyelesaian di KPKNL Mataram.

Selain itu, DJKN menawarkan pendampingan penilaian sumber daya alam untuk pengembangan pasar karbon serta skema pembiayaan kreatif infrastruktur publik berbasis KPBU melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

Artinya, kerja sama ini bukan hanya menyelamatkan laporan keuangan, tetapi juga menyiapkan NTB masuk ke ekonomi hijau dan pembiayaan modern.(Sid)

Berita Terkait

Proyek Pipa Bawah Laut di Jeneponto Berlanjut, PLN EG Siapkan Kompensasi Petani Rumput Laut
Honda Electrify Meet Up–Lombok, Astra Motor NTB Ajak Masyarakat Jajal Motor Listrik
Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan
Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong
ASUS Resmi Hadirkan ASUS ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional dengan NVIDIA RTX Spark™ Pertama di Indonesia
Gubernur NTB Pastikan Stok BBM, LPG, Beras, dan Pupuk Aman, Masyarakat Diminta Tak Panik
Bupati Iron Salurkan Modal Usaha Rp1,5 Juta per Pedagang di Pasar Tenten Gandor, Ini Pesannya
Pemprov NTB Targetkan BPR Syariah Rampung Akhir 2026, Pembiayaan UMKM Jadi Prioritas

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Proyek Pipa Bawah Laut di Jeneponto Berlanjut, PLN EG Siapkan Kompensasi Petani Rumput Laut

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:33 WIB

ASUS Resmi Hadirkan ASUS ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional dengan NVIDIA RTX Spark™ Pertama di Indonesia

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Gubernur NTB Pastikan Stok BBM, LPG, Beras, dan Pupuk Aman, Masyarakat Diminta Tak Panik

Berita Terbaru