Dari Kontraksi ke Akselerasi: Pemprov NTB Tegaskan 2025 Jadi Titik Balik Ekonomi Daerah

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal didampingi Kadis Kominfotik NTB, H Ahsanul Khalik saat diwawancara sejumlah awak media.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal didampingi Kadis Kominfotik NTB, H Ahsanul Khalik saat diwawancara sejumlah awak media.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menegaskan bahwa tahun 2025 bukan sekadar angka dalam laporan statistik, melainkan fase krusial pemulihan ekonomi.

Di tengah dinamika yang memicu beragam persepsi publik, Pemprov NTB memastikan bahwa fondasi transformasi ekonomi dan sosial memang sedang dibangun—meski hasilnya belum sepenuhnya terasa di level rumah tangga.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi adalah indikator makro yang merekam pergerakan mesin produksi daerah: industri, perdagangan, investasi, hingga konsumsi.

“Pertumbuhan ekonomi bukan ukuran langsung kenyamanan hidup harian. Wajar jika masyarakat masih merasakan tekanan biaya hidup, sementara indikator makro mulai membaik. Ini bukan kontradiksi, melainkan jeda waktu antara pemulihan dan dampaknya ke rumah tangga,” jelasnya.

NTB memasuki 2025 dari posisi yang tidak ideal. Pada awal tahun, ekonomi daerah sempat terkontraksi hingga minus 1,47 persen. Faktor utamanya adalah gangguan teknis operasional smelter yang berdampak langsung pada sektor pertambangan—salah satu kontributor terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB.

Namun, menurut AKA, demikian Kadis Kominfotik NTB ini biasa disapa, kontraksi tersebut bukan karena melemahnya daya beli masyarakat atau lesunya sektor riil. Pemerintah daerah justru bekerja dari titik terendah untuk menghentikan penurunan, menormalkan kembali mesin ekonomi, serta menjaga stabilitas konsumsi.

Baca Juga :  146 WNI Overstayer dari Arab Saudi Dipulangkan ke Tanah Air

Hasilnya, hingga akhir 2025 pertumbuhan ekonomi NTB ditutup pada angka positif 3,22 persen secara kumulatif. Jika dihitung dari posisi minus 1,47 persen, terjadi lonjakan 4,69 poin dalam satu tahun—jauh melampaui target RPJMD 2025 yang hanya memproyeksikan kenaikan sekitar 0,70 poin. “Ini bukan sekadar menjaga agar ekonomi tidak jatuh lebih dalam, tetapi membalikkan kontraksi menjadi pemulihan,” tegasnya.

Narasi pemulihan NTB tidak hanya bertumpu pada tambang. Justru di tengah gangguan teknis sektor pertambangan, sektor non-tambang menunjukkan daya tahan yang solid.

Pertanian tumbuh positif berkat panen raya, perdagangan bergerak mengikuti meningkatnya aktivitas ekonomi, sektor jasa dan pariwisata mulai pulih, konsumsi rumah tangga meningkat, angka pengangguran menurun, serta proporsi pekerja formal bertambah.

Dalam sebuah podcast bersama ANTARA News NTB (9 Februari 2026), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB,  menyebutkan bahwa jika sektor tambang bijih logam dikeluarkan dari perhitungan, pertumbuhan ekonomi NTB bahkan mencapai lebih dari 8 persen secara kumulatif dan di atas 13 persen secara tahunan.

Data ini mengindikasikan bahwa ekonomi berbasis rakyat—pertanian, perdagangan, jasa, dan konsumsi—tetap menjadi penopang utama stabilitas daerah.

Istilah “fondasi transformasi ekonomi dan sosial” bukan klaim bahwa kesejahteraan telah merata. Pemerintah menyebutnya sebagai fase awal perubahan struktural: industri pengolahan mulai beroperasi, sektor non-tambang menguat, lapangan kerja kembali terbuka, dan daya beli relatif terjaga.

Baca Juga :  AJMAN Dideklarasikan di Mataram, Dorong Masyarakat Adat Kuasai Narasi di Era Digital

“Analogi sederhananya, fondasi rumah sudah dicor, tetapi bangunannya belum selesai. Tahun 2025 adalah tahun stabilisasi dan pemulihan, bukan tahun panen,” ujar AKA.

Ia juga mengingatkan bahwa tekanan biaya hidup yang dirasakan masyarakat banyak dipengaruhi inflasi pangan nasional—mulai dari harga beras, cabai, daging ayam, hingga tarif listrik—yang berada di luar kendali penuh pemerintah daerah.

Yang kerap luput dari sorotan, lanjut Khalik, adalah kerja-kerja pencegahan krisis. Dengan kontraksi besar di awal tahun, NTB berisiko menghadapi lonjakan pengangguran, penurunan daya beli, hingga kenaikan angka kemiskinan.

Namun indikator menunjukkan arah sebaliknya: konsumsi tumbuh, pengangguran menurun, lapangan kerja bertambah, dan ekonomi kembali ke zona positif. “Kerja pencegahan sering tak terlihat. Tapi jika gagal, dampaknya langsung terasa,” katanya.

Ke depan, Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Iqbal–Dinda menegaskan komitmennya menata ulang arah pertumbuhan agar lebih inklusif dan berbasis sektor padat karya.

Fokus diarahkan pada penguatan pertanian, UMKM, industri pengolahan, dan pariwisata—sektor yang memiliki efek berantai luas bagi masyarakat.

“Tahun 2025 adalah tahun penyelamatan dan pemulihan. Mesin ekonomi sudah dinyalakan kembali. Tugas kita berikutnya memastikan pertumbuhan itu konsisten dan benar-benar dirasakan masyarakat,” ucap AKA.(Sid)

Berita Terkait

Astra Motor NTB Tebar Promo PEMUDA DEALS, Pengguna MotorkuX Bisa Nikmati Diskon hingga 28 Persen
Honda CRF1100L Africa Twin Tampil Makin Garang, Warna Baru dan Fitur Premium Jadi Andalan
New Honda Genio Tampil Makin Kalcer, Warna Retro Baru Siap Curi Perhatian Anak Muda
Proyek Pipa Bawah Laut di Jeneponto Berlanjut, PLN EG Siapkan Kompensasi Petani Rumput Laut
Honda Electrify Meet Up–Lombok, Astra Motor NTB Ajak Masyarakat Jajal Motor Listrik
Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan
Perluas Jejaring Kemitraan, Bank NTB Syariah Jajaki Peluang Kerja Sama dengan PSMTI dan Marga Tun Hong
ASUS Resmi Hadirkan ASUS ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional dengan NVIDIA RTX Spark™ Pertama di Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Astra Motor NTB Tebar Promo PEMUDA DEALS, Pengguna MotorkuX Bisa Nikmati Diskon hingga 28 Persen

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Honda CRF1100L Africa Twin Tampil Makin Garang, Warna Baru dan Fitur Premium Jadi Andalan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Proyek Pipa Bawah Laut di Jeneponto Berlanjut, PLN EG Siapkan Kompensasi Petani Rumput Laut

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Honda Electrify Meet Up–Lombok, Astra Motor NTB Ajak Masyarakat Jajal Motor Listrik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan

Berita Terbaru