Pantas Berani Kritik MBG, Siapa Sebenarnya Tiyo Ardianto?

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiyo Ardianto.

Tiyo Ardianto.

YOGYAKARTA, LOMBOKTODAY.ID – Nama Tiyo Ardianto mendadak ramai di linimasa. Bukan karena sensasi, melainkan karena sikapnya yang terbuka mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi bagian dari agenda pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Di tengah perdebatan publik yang makin dinamis, Tiyo tampil sebagai suara mahasiswa yang lugas dan argumentatif. Sosoknya bukan figur sembarangan. Ia merupakan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), sekaligus mahasiswa Program Studi Filsafat yang dikenal aktif dalam berbagai gerakan advokasi kebijakan publik.

Sebagai pimpinan mahasiswa di salah satu kampus tertua dan paling berpengaruh di Indonesia, Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo telah lama terlibat dalam diskursus sosial-politik. Rekam jejaknya menunjukkan konsistensi dalam menyuarakan isu-isu strategis, mulai dari transparansi kebijakan hingga keberpihakan terhadap masyarakat rentan.

Baca Juga :  Gubernur NTB Tegaskan Kepala Sekolah dan Guru Harus Fokus Meningkatkan Tingkat Pendidikan di Daerah

Sorotan publik semakin menguat ketika ia mengirim surat terbuka kepada UNICEF terkait implementasi program MBG. Langkah tersebut menuai beragam respons—dari dukungan hingga kritik tajam. Namun di situlah dinamika demokrasi menemukan relevansinya: ruang dialog tetap terbuka, sekalipun penuh perbedaan.

Gaya komunikasi Tiyo yang tegas, argumentatif, dan berbasis kajian membuatnya dipandang sebagai representasi generasi muda yang tidak apatis. Di era Gen Z dan milenial, keberanian menyampaikan pendapat dengan basis data dan nalar kritis menjadi nilai yang diapresiasi.

Baca Juga :  Eksepsi ST Rogaya Ditolak PN Cikarang, Sidang Pidana Khusus Berlanjut ke Tahap Pembuktian

Terlepas dari pro dan kontra, kemunculan Tiyo Ardianto dalam perdebatan publik menegaskan kembali satu hal penting: mahasiswa tetap memegang peran strategis sebagai agen kontrol sosial. Kritik bukan sekadar oposisi, melainkan bagian dari upaya memastikan kebijakan publik berjalan akuntabel dan tepat sasaran.

Di tengah lanskap politik yang terus bergerak cepat, suara mahasiswa seperti Tiyo mengingatkan bahwa demokrasi bukan hanya tentang kekuasaan, tetapi juga tentang partisipasi, keberanian, dan tanggung jawab intelektual.(ltn)

Berita Terkait

8 Tahun Pascagempa, Putri Victoria Saksikan Ketangguhan Lombok Utara dari Sekolah hingga Kesehatan
Gubernur Iqbal Dorong Pramuka NTB Jadi Pelopor Swasembada Pangan dari Desa hingga Sekolah
Lulusan SMK NTB Mulai Dibidik Kerja di Qatar, Gubernur Iqbal Buka Jalan ke Pasar Global
Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi, PT Bank NTB Syariah dan Universitas Islam Al-Azhar Jalin Kerja Sama Strategis
Pemprov NTB Gandeng UMM, Fokus Tekan Kemiskinan hingga Perkuat Ketahanan Pangan
96 Mahasiswa Fakultas Geografi UGM Teliti Potensi dan Ancaman Wilayah Lombok Tengah dengan Teknologi Geospasial
Leadership Camp SMK Bina Putra Kemang ‘’Bangun Karakter dan Cinta Tanah Air’’, 800 Siswa Digembleng di Yonbekang Kostrad
MK Putuskan Anggaran Makan Bergizi Gratis Tak Boleh Lagi Ambil Porsi Dana Pendidikan, Berlaku Mulai APBN 2028

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 15:02 WIB

8 Tahun Pascagempa, Putri Victoria Saksikan Ketangguhan Lombok Utara dari Sekolah hingga Kesehatan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Gubernur Iqbal Dorong Pramuka NTB Jadi Pelopor Swasembada Pangan dari Desa hingga Sekolah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Lulusan SMK NTB Mulai Dibidik Kerja di Qatar, Gubernur Iqbal Buka Jalan ke Pasar Global

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi, PT Bank NTB Syariah dan Universitas Islam Al-Azhar Jalin Kerja Sama Strategis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Pemprov NTB Gandeng UMM, Fokus Tekan Kemiskinan hingga Perkuat Ketahanan Pangan

Berita Terbaru

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat rapat koordinasi bersama maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan melalui konferensi daring dari Mataram, pada Selasa (8/9/2026).

Pariwisata Seni Budaya

Jelang MotoGP Mandalika 2026, NTB Desak Maskapai Tambah Penerbangan ke Lombok

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:09 WIB