LOTENG, LOMBOKTODAY.ID — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) kembali menegaskan komitmennya pada masa depan pendidikan.
Pada Rabu (11/2/2026), Ruang Rapat Bupati Lantai 5 Puspem Kantor Bupati Loteng, menjadi titik temu berbagai pihak dalam Musrenbang Tematik Pendidikan, forum diskusi yang tidak sekadar formalitas, tetapi ruang kolaborasi lintas sektor untuk merancang arah pendidikan daerah.
Hadir dalam forum tersebut, Wakil Bupati Lombok Tengah (Wabup Loteng), Dr. HM Nursiah, S.Sos., M.Si.; Kepala Bidang AP2M Bapperida, Sri Mulyana Widiastuti; perwakilan Program Inovasi Provinsi NTB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, BPMP, Balai Bahasa NTB, BPTK, NU, Universitas Mataram, Baznas, pengawas, kepala sekolah, guru, hingga jajaran OPD lingkup Pemkab Lombok Tengah.
Kepala Bidang AP2M Bapperida Lombok Tengah, Sri Mulyana Widiastuti, menjelaskan Musrenbang Tematik Pendidikan yang digelar untuk kedua kalinya ini, dirancang sebagai forum partisipatif. Di dalamnya, para pemangku kepentingan duduk bersama untuk berbagi data, memetakan masalah, lalu merumuskan solusi.
Menurutnya, pendekatan ini penting agar kebijakan pendidikan tidak hanya berbasis administrasi, tetapi benar-benar lahir dari kebutuhan lapangan, mulai dari akses pendidikan hingga peningkatan mutu pembelajaran.
Perwakilan Program Inovasi NTB, Jamaludin, menilai Musrenbang menjadi momentum strategis membuka isu pendidikan secara jujur berbasis fakta.
Ia menekankan usulan prioritas harus realistis: selaras dengan kemampuan daerah serta regulasi yang berlaku. Dengan begitu, program yang direncanakan tidak berhenti di dokumen, tetapi bisa benar-benar dijalankan.
Wabup Loteng, Dr. HM Nursiah, menegaskan, pendekatan tematik menuntut analisis yang lebih dalam terhadap akar persoalan pendidikan. Ia mengajak kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk aktif berdiskusi dan berani menyampaikan persoalan nyata di lapangan.
“Solusi pendidikan tidak bisa lahir dari satu meja saja. Harus dibangun bersama, dari pengalaman langsung para pendidik,” tegasnya.
Melalui forum ini, Pemkab Loteng berharap perencanaan pendidikan ke depan tidak hanya terstruktur di atas kertas, tetapi benar-benar berdampak pada kualitas pembelajaran dan masa depan generasi daerah.(LS)

















