Program MBG NTB, Gubernur Iqbal: Dampak Ekonominya Nyata dengan Serapan Tenaga Kerja Signifikan

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal (tengah) berama Plh Sekda NTB, HL Moh Faozal (kiri) dan  Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Letjen (Purn) Dadang Hendrayudha (kanan) dalam Rakor Program MBG, di Ruang Rapat Hajar Aswad Kantor Bank NTB Syariah, Jalan Udayana Kota Mataram, Rabu (4/2/2026).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal (tengah) berama Plh Sekda NTB, HL Moh Faozal (kiri) dan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Letjen (Purn) Dadang Hendrayudha (kanan) dalam Rakor Program MBG, di Ruang Rapat Hajar Aswad Kantor Bank NTB Syariah, Jalan Udayana Kota Mataram, Rabu (4/2/2026).

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bukan sekadar program sosial semata. Tapi, inisiatif nasional ini terbukti membawa efek domino yang kuat bagi perekonomian daerah, salah satunya melalui penyerapan 31.509 tenaga kerja lokal hanya dalam kurun waktu sekitar 10 bulan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Program MBG bersama Badan Gizi Nasional (BGN), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan Satgas Percepatan, di Ruang Rapat Hajar Aswad Kantor Bank NTB Syariah, Jalan Udayana Kota Mataram, Rabu (4/2/2026).

Di hadapan para pemangku kepentingan, Gubernur Iqbal memaparkan, bahwa hingga saat ini Program MBG di NTB telah menjangkau 1.793.423 penerima manfaat.

Keberhasilan tersebut didukung oleh jaringan 670 Sentra Pengolahan Pangan Bergizi (SPPG) yang aktif beroperasi serta 2.719 mitra pemasok (supplier) yang terlibat langsung.

Baca Juga :  Sekda Lotim Membenarkan Pemaparan Kepala BPKAD Terkait Sisa Kas Daerah

Menurut Gubernur Iqbal, angka penyerapan tenaga kerja sebesar itu merupakan capaian luar biasa. Biasanya, realisasi sebesar itu baru bisa tercapai dalam dua hingga tiga tahun. Namun di NTB, target tersebut berhasil ditembus dalam waktu kurang dari setahun.

“Untuk menyerap tenaga kerja sebanyak ini umumnya butuh waktu 2–3 tahun. Tapi di NTB, hanya sekitar 10 bulan sudah tercapai. Ini bahkan belum termasuk dampak tenaga kerja tidak langsung, seperti petani yang kini lebih mudah menjual hasil panennya dengan harga yang lebih baik,” ujarnya.

Gubernur Iqbal juga menegaskan bahwa program yang sempat diragukan efektivitasnya di awal, kini justru menjelma menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan publik mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Meski demikian, tantangan ke depan tetap ada. Salah satunya adalah menjaga stabilitas pasokan pangan agar lonjakan permintaan tidak berujung pada inflasi.

Baca Juga :  Terbaru dari Honda PCX160, Tetap Terkoneksi dan Bebas Ribet dengan Honda RoadSync

“Tantangan terbesar kami ada di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), mengingat NTB memiliki lebih dari 200 pulau berpenghuni. Karena itu, kami melakukan intervensi langsung untuk memastikan ketersediaan pasokan agar tingginya permintaan tidak memicu kenaikan harga,” jelasnya.

Mengakhiri arahannya, Gubernur Iqbal menekankan pentingnya soliditas dan koordinasi lintas sektor dalam menyukseskan program ini. Ia meminta seluruh jajaran Forkopimda serta Satgas Percepatan di tingkat kabupaten/kota untuk terus bekerja bersama dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Kita berada dalam satu struktur yang sama dengan kabupaten/kota. Jadi harus kompak. Setiap masukan, kendala, maupun solusi perlu dikomunikasikan dengan baik agar program ini semakin optimal,” tegasnya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Letjen (Purn) Dadang Hendrayudha; Pelaksana Harian (Plh) Sekda NTB, HL Moh Faozal; Ketua Satgas Percepatan se-Provinsi NTB, serta jajaran pimpinan perangkat daerah terkait.(Sid)

Berita Terkait

ASLIPAY Hadir untuk Warga ASLI, Bukan Sekadar Aplikasi Transaksi: Ada Perlindungan hingga Marketplace UMKM
Gubernur NTB Pesan Peserta Magang di Jepang: Jangan Cuma Cari Gaji, Bangun Komitmen dan Aset
Tak Dapat Bansos? Wabup Lombok Timur Tegas Minta Warga Isi Data Sendiri
Tak Dapat Pensiun, 4.000 Marbot dan Guru Ngaji di Lombok Timur Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan
Honda CT125 Tampil Makin Ikonik, Warna Baru Matte Fresco Brown Bikin Motor Trekking Ini Makin Berkarakter
Dana Transfer Pusat Bertambah, Lombok Timur Alokasikan Rp71 Miliar untuk Infrastruktur Jalan
Gubernur Iqbal Perintahkan APBD-P 2026 Tindak Lanjuti Arahan KPK
Bulan Maulid Nabi, Pemprov NTB Gelar GPM di RS Mandalika, Harga Pangan Lebih Terjangkau

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:07 WIB

ASLIPAY Hadir untuk Warga ASLI, Bukan Sekadar Aplikasi Transaksi: Ada Perlindungan hingga Marketplace UMKM

Senin, 14 September 2026 - 15:34 WIB

Gubernur NTB Pesan Peserta Magang di Jepang: Jangan Cuma Cari Gaji, Bangun Komitmen dan Aset

Sabtu, 12 September 2026 - 07:06 WIB

Tak Dapat Bansos? Wabup Lombok Timur Tegas Minta Warga Isi Data Sendiri

Sabtu, 12 September 2026 - 06:01 WIB

Tak Dapat Pensiun, 4.000 Marbot dan Guru Ngaji di Lombok Timur Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 10 September 2026 - 13:05 WIB

Honda CT125 Tampil Makin Ikonik, Warna Baru Matte Fresco Brown Bikin Motor Trekking Ini Makin Berkarakter

Berita Terbaru

Suasana kunjungan tiga perempuan yang mewakili kekuatan eksekutif, kebudayaan, dan legislatif NTB ke Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide, pada 11–12 September 2026.

Internasional

Dari Adelaide, Tiga Srikandi NTB Bawa Kekayaan Budaya Mendunia

Senin, 14 Sep 2026 - 13:09 WIB