Gubernur NTB Tinjau Arus Mudik di Terminal, Bandara hingga Pelabuhan Lembar

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat memantau arus mudik di Pelabuhan Lembar.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat memantau arus mudik di Pelabuhan Lembar.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung meninjau sejumlah simpul transportasi utama guna memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, pada Minggu (15/3/2026).

Peninjauan dilakukan di Terminal Mandalika, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), serta Pelabuhan Lembar, sekaligus melepas program Mudik Gratis jalur laut rute Lembar–Surabaya.

Kegiatan tersebut diikuti Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo, Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjamsul Arief, Kajati NTB Wahyudi, serta unsur Forkopimda lainnya, termasuk Danlanud Zainuddin Abdul Madjid, Danlanal Mataram, Kepala Imigrasi Mataram, dan jajaran pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.

Peninjauan dimulai di Terminal Mandalika untuk melihat kesiapan pos pengamanan dan pelayanan keberangkatan penumpang angkutan darat menjelang puncak arus mudik.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal menyoroti isu kenaikan harga tiket bus yang sempat menjadi perhatian masyarakat. Menurutnya, perbedaan harga tiket tidak selalu berarti pelanggaran karena adanya variasi kelas layanan dan fasilitas yang disediakan perusahaan otobus.

“Tarif yang diatur pemerintah sebenarnya untuk kelas ekonomi. Di lapangan banyak bus memiliki fasilitas tambahan seperti leg rest dan layanan lain. Karena fasilitasnya berbeda, kelasnya juga berbeda sehingga harga tiket ikut bervariasi,” jelas Gubernur Iqbal.

Meski demikian, pemerintah bersama aparat penegak hukum telah mengingatkan perusahaan otobus agar tetap mematuhi batas tarif tertinggi yang telah ditetapkan. Ia juga menyoroti praktik penjualan tiket melalui pihak ketiga yang berpotensi memunculkan permainan harga.

“Banyak penumpang membeli tiket melalui pihak ketiga, bukan langsung ke perusahaan bus. Di situ sering muncul persoalan harga. Bahkan ada laporan oknum yang memaksa penjualan tiket mahal demi komisi. Praktik seperti ini harus ditertibkan,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur Iqbal menilai fasilitas Terminal Mandalika secara umum sudah cukup baik, namun masih perlu penyempurnaan, terutama dalam penataan kawasan dan standar pelayanan.

Baca Juga :  Bupati Lotim Minta Pimpinan OPD Sampaikan Kendala Pencapaian Target PAD

“Kita ingin terminal ini memiliki standar pelayanan yang baik, bahkan suasananya bisa seperti di bandara. Pengaturan area publik dan area khusus penumpang perlu ditata lebih baik agar pelayanan semakin tertib,” ujarnya.

Dari Terminal Mandalika, rombongan melanjutkan peninjauan ke Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) untuk memantau langsung perkembangan arus penumpang menjelang Lebaran.

Gubernur Iqbal mengungkapkan bahwa jumlah penumpang ternyata melampaui prediksi awal. “Awalnya diperkirakan sekitar 8.000 penumpang pada H-4, namun ternyata sudah mencapai sekitar 9.000 penumpang. Ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun lalu dan bisa menjadi indikator membaiknya kondisi ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Puncak arus penumpang diprediksi terjadi pada H-3 Lebaran, dengan rute paling diminati menuju Jakarta dan Surabaya. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak bandara telah menyiapkan tujuh penerbangan tambahan (extra flight).

Sementara itu, pergerakan penerbangan internasional masih relatif normal, terutama untuk rute Malaysia dan Singapura.

Gubernur Iqbal juga menyoroti aspek keselamatan penerbangan, khususnya kondisi kesehatan kru pesawat di tengah meningkatnya frekuensi penerbangan. “Kami menyarankan pemeriksaan kesehatan kru dilakukan secara acak agar seluruh kru tetap dalam kondisi sehat dan fit, sehingga keselamatan penerbangan tetap terjaga,” ujarnya.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Pelabuhan Lembar, salah satu titik vital pergerakan penumpang dan kendaraan antara Lombok dan Bali.

Dari hasil pemantauan, arus penyeberangan keluar dari Pulau Lombok masih relatif normal. Namun arus kedatangan mengalami peningkatan signifikan.

“Tercatat terjadi kenaikan sekitar 20 persen pada arus kedatangan, baik barang, kendaraan maupun penumpang. Peningkatan paling terlihat pada kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi dari luar daerah,” jelas Gubernur Iqbal.

Baca Juga :  Bupati Lombok Timur Siap Tindaklanjuti 22 Temuan BPK RI

Mayoritas arus kedatangan berasal dari Pelabuhan Padangbai, Bali, sementara arus keluar dari Lombok diperkirakan meningkat setelah Hari Raya Idul Fitri.

Terkait pengaturan lalu lintas penyeberangan, pemerintah akan menyesuaikan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) serta regulasi dari Pemerintah Provinsi Bali yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan.

“Pada tanggal 18 Maret penyeberangan dari Lombok akan ditutup hingga pukul 09.00 dan dibuka kembali pada 20 Maret pukul 04.00 dini hari. Sementara dari arah Bali akan mulai ditutup pada tanggal 19,” terangnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelepasan Program Mudik Gratis Angkutan Laut 1447 Hijriah/2026 Masehi rute Lembar–Surabaya yang dilepas langsung oleh Gubernur NTB.

Gubernur Iqbal menegaskan program ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan di sektor transportasi laut.

“Program ini adalah hasil kolaborasi pemerintah dengan berbagai pihak. Bapak dan Ibu bukan hanya mendapatkan perjalanan gratis, tetapi juga perlindungan asuransi selama perjalanan. Semoga perjalanan lancar dan semua sampai dengan selamat di kampung halaman,” ujarnya.

Ia berharap program mudik gratis dapat terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. “Tahun ini jumlahnya meningkat dibandingkan tahun lalu. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa menggratiskan lebih banyak perjalanan mudik lagi,” katanya.

Menutup kegiatan tersebut, Gubernur Iqbal secara resmi melepas keberangkatan para pemudik menuju Pulau Jawa. “Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, mudik gratis jalur laut dari Lombok menuju Surabaya secara resmi saya lepas. Selamat jalan, semoga perjalanan lancar dan selamat sampai tujuan,” pungkasnya.

Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov NTB bersama Forkopimda untuk memastikan arus mudik Lebaran berlangsung aman, tertib, dan nyaman, sekaligus memastikan seluruh simpul transportasi di NTB siap melayani masyarakat selama periode mudik tahun ini.(Sid)

Berita Terkait

Gubernur Iqbal Perintahkan APBD-P 2026 Tindak Lanjuti Arahan KPK
Bulan Maulid Nabi, Pemprov NTB Gelar GPM di RS Mandalika, Harga Pangan Lebih Terjangkau
Putri Victoria Dengar Kisah Petani Sajang, 450 Meter Irigasi Pulihkan Harapan Pascagempa Lombok
Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, Astra Motor NTB Ajak Konsumen Touring Satu Hati dan Tebar Beragam Apresiasi
Pemprov NTB dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Belanja Daerah Tembus Rp6,52 Triliun
Bulan Maulid, Pemprov NTB Gelar Gerakan Pangan Murah di Rusunawa Montong Are, Ayam Dijual Rp37 Ribu per Kg
Honda ST125 Dax Tampil Beda dengan Warna Baru, Harga Rp84,5 Juta
New Honda NX500 Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa Teknologi E-Clutch dan Harga Rp230 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 18:06 WIB

Bulan Maulid Nabi, Pemprov NTB Gelar GPM di RS Mandalika, Harga Pangan Lebih Terjangkau

Sabtu, 5 September 2026 - 17:09 WIB

Putri Victoria Dengar Kisah Petani Sajang, 450 Meter Irigasi Pulihkan Harapan Pascagempa Lombok

Sabtu, 5 September 2026 - 11:08 WIB

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, Astra Motor NTB Ajak Konsumen Touring Satu Hati dan Tebar Beragam Apresiasi

Jumat, 4 September 2026 - 23:30 WIB

Pemprov NTB dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Belanja Daerah Tembus Rp6,52 Triliun

Kamis, 3 September 2026 - 13:01 WIB

Bulan Maulid, Pemprov NTB Gelar Gerakan Pangan Murah di Rusunawa Montong Are, Ayam Dijual Rp37 Ribu per Kg

Berita Terbaru

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat rapat koordinasi bersama maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan melalui konferensi daring dari Mataram, pada Selasa (8/9/2026).

Pariwisata Seni Budaya

Jelang MotoGP Mandalika 2026, NTB Desak Maskapai Tambah Penerbangan ke Lombok

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:09 WIB