Mabes Polri Dorong Transparansi Informasi di NTB, Kominfotik Kenalkan “Golden Time” 1–3 Jam

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis Kominfotik NTB, Ahsanul Khalik (kiri) saat sebagai narasumber utama dalam kegiatan diskusi publik tentang keterbukaan informasi di wilayah hukum Polda NTB, yang digelar di Hotel Astoria Lombok, Rabu (22/4/2026).

Kadis Kominfotik NTB, Ahsanul Khalik (kiri) saat sebagai narasumber utama dalam kegiatan diskusi publik tentang keterbukaan informasi di wilayah hukum Polda NTB, yang digelar di Hotel Astoria Lombok, Rabu (22/4/2026).

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Mabes Polri melalui Divisi Humas menggelar diskusi publik tentang keterbukaan informasi di wilayah hukum Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat transparansi sekaligus meningkatkan kepercayaan publik di era digital yang serba cepat.

Bertempat di Hotel Astoria Lombok Mataram, forum ini menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, sebagai narasumber utama.

Acara turut dihadiri Wakapolda NTB, Brigjen Pol Hari Brata, jajaran Divisi Humas Mabes Polri yang dipimpin Karopidivhumas Polri, Brigjen Pol. Tjahyono Saputro, pejabat utama Polda NTB, hingga personel humas Polres se-NTB.

Diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Peserta aktif mengajukan pertanyaan kritis, terutama terkait tantangan penyampaian informasi publik di tengah derasnya arus digital dan media sosial.

Dalam paparannya bertajuk “Optimalisasi Keterbukaan Informasi Publik pada Humas Polri sebagai Badan Publik yang Informatif”, Ahsanul Khalik yang akrab disapa AKA menegaskan bahwa kecepatan kini menjadi faktor kunci dalam komunikasi publik.

Baca Juga :  Desa Perampuan Raih Status Desa Mandiri

“Hari ini bukan lagi soal siapa yang paling benar, tetapi siapa yang paling cepat menyampaikan informasi. Jika Polri terlambat, ruang itu akan diisi spekulasi dan hoaks,” tegasnya.

Salah satu poin penting yang disorot adalah konsep “golden time informasi”, yakni periode krusial 1–3 jam pertama setelah suatu peristiwa terjadi.

Menurut AKA, momen ini sangat menentukan arah opini publik. “Siapa yang pertama menyampaikan informasi, dialah yang membentuk persepsi,” ujarnya.

Konsep ini dinilai relevan bagi humas institusi, terutama dalam menghadapi cepatnya penyebaran informasi di media sosial.

Ahsanul juga menegaskan bahwa keterbukaan informasi harus tetap mengacu pada regulasi, khususnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Ia mengingatkan bahwa transparansi memiliki batas yang jelas. Informasi seperti data penyidikan, intelijen, hingga data pribadi tetap harus dilindungi. Karena itu, diperlukan keseimbangan antara keterbukaan dan perlindungan hukum.

Baca Juga :  Sultan Dukung Upaya Pemerintah Indonesia Negosiasi Pedagang ke Negara Paman Sam AS

“Keterbukaan bukan berarti membuka semuanya. Ada yang wajib disampaikan, dan ada yang wajib dilindungi,” katanya.

Dalam konteks transformasi digital, Aka mendorong peran Humas Polri untuk lebih proaktif dan adaptif.

Menurutnya, humas saat ini tidak cukup hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu mengelola kepercayaan publik.

“Humas Polri bukan sekadar penyampai informasi, tetapi pengelola trust publik,” tegasnya.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi, seperti respons informasi yang belum seragam, pola komunikasi yang cenderung reaktif, serta meningkatnya disinformasi.

Keterbukaan informasi yang dikelola dengan baik, lanjutnya, memiliki dampak langsung terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Mulai dari menangkal hoaks, meredam konflik sosial, hingga mendorong partisipasi publik dalam menjaga keamanan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Mabes Polri untuk meningkatkan kualitas keterbukaan informasi publik, khususnya di wilayah NTB, sekaligus memperkuat peran humas sebagai garda terdepan komunikasi institusi.(Sid)

Berita Terkait

Jangan Asal Tarik Rem! Astra Motor NTB Ungkap Teknik Aman Melintasi Jalan Turunan
Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Salurkan 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Sekotong
Celah Sempit di Tengah Kemacetan Bisa Picu Kecelakaan, Pengendara Motor Wajib Waspada
Ops Patuh Rinjani 2026 Dimulai, 578 Personel Gabungan Siap Tindak Pelanggaran Lalu Lintas di NTB
Wakapolda NTB Turun ke Jalan, Atur Lalu Lintas Pagi di Simpang Empat BI Mataram
Astra Motor NTB dan Satlantas Polres Lombok Utara Pasang Papan Black Spot, Pengendara Diminta Lebih Waspada
Jangan Sepelekan Sakit Kepala, Kenali Tanda Bahaya yang Bisa Mengancam Nyawa
NTB Satu Data Tembus 5 Besar Indonesia’s SDGs Action Awards 2026, Gubernur Iqbal Perkuat Pembangunan Berbasis Bukti

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Jangan Asal Tarik Rem! Astra Motor NTB Ungkap Teknik Aman Melintasi Jalan Turunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Salurkan 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Sekotong

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Celah Sempit di Tengah Kemacetan Bisa Picu Kecelakaan, Pengendara Motor Wajib Waspada

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Ops Patuh Rinjani 2026 Dimulai, 578 Personel Gabungan Siap Tindak Pelanggaran Lalu Lintas di NTB

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Wakapolda NTB Turun ke Jalan, Atur Lalu Lintas Pagi di Simpang Empat BI Mataram

Berita Terbaru