NTB Tinggalkan Perencanaan Berbasis Asumsi, Kini Andalkan Data Inklusif untuk Musrenbang 2026

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis Kominfotik NTB, Ahsanul Khalik saat membuka Lokakarya Penyediaan Data Pendukung Tematik Musrenbang Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Sosial (TEMBANG PUGIS) 2026, di Prime Park Hotel Mataram, Rabu (1/4/2026).

Kadis Kominfotik NTB, Ahsanul Khalik saat membuka Lokakarya Penyediaan Data Pendukung Tematik Musrenbang Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Sosial (TEMBANG PUGIS) 2026, di Prime Park Hotel Mataram, Rabu (1/4/2026).

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menegaskan perubahan besar dalam arah perencanaan pembangunan. Ke depan, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tidak lagi berbasis asumsi, melainkan harus didukung data terpilah, terintegrasi, dan inklusif.

Komitmen ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, saat membuka Lokakarya Penyediaan Data Pendukung Tematik Musrenbang Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Sosial (TEMBANG PUGIS) 2026, di Prime Park Hotel Mataram, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan yang digelar Bappeda NTB bersama Program SKALA ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah hingga organisasi masyarakat yang fokus pada isu perempuan, anak, disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.

Dalam arahannya, Ahsanul Khalik—yang akrab disapa AKA—menegaskan bahwa era perencanaan berbasis asumsi sudah berakhir. Menurutnya, data kini menjadi faktor kunci dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.

“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan asumsi. Kita harus tahu secara pasti siapa yang tertinggal, di mana ketimpangan terjadi, dan siapa yang belum terlayani,” tegas AKA.

Baca Juga :  DPRD dan Pemda Lombok Timur Teken Nota Kesepakatan Tentang APBD Perubahan 2025

AKA mengingatkan, tanpa data yang akurat dan inklusif, pembangunan berisiko meleset dari sasaran dan justru meninggalkan kelompok yang paling membutuhkan.

AKA menyoroti bahwa tantangan utama pembangunan saat ini bukan terletak pada kurangnya program, melainkan pada akurasi penargetan.

Tanpa dukungan data yang terpilah dan terintegrasi, kebijakan berpotensi bias dan tidak menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Pemprov NTB sendiri telah memulai langkah melalui Portal NTB Satu Data dan DT-SEN. Namun, ia mengakui masih ada pekerjaan rumah, terutama dalam hal: Ketersediaan data terpilah, Integrasi antar sistem, Pemanfaatan data dalam proses Musrenbang.

“Data tidak boleh berhenti sebagai laporan. Data harus jadi instrumen perubahan dalam perencanaan pembangunan,” ujarnya.

Dalam pendekatan baru ini, seluruh perangkat daerah dituntut tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga produsen data yang bertanggung jawab terhadap kualitas dan keterpaduannya.

Baca Juga :  Pemprov NTB Genjot SPBE Terintegrasi, Pelayanan Publik Ditargetkan Lebih Cepat

Data yang dikembangkan juga harus mampu merepresentasikan kondisi nyata: Perempuan, Penyandang disabilitas, Masyarakat miskin, Kelompok rentan lainnya.

Tujuannya jelas yakni untuk memastikan kebijakan yang lahir benar-benar inklusif dan tepat sasaran.

AKA menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk kolaborasi dengan mitra pembangunan seperti Program SKALA, agar pengelolaan data tidak berjalan parsial.

AKA juga mendorong transformasi Musrenbang dari sekadar agenda administratif tahunan menjadi forum berbasis data yang strategis.

“Musrenbang harus berubah. Dari forum formal menjadi forum berbasis data yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat,” tegasnya.

Melalui lokakarya ini, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman lintas sektor terkait pentingnya data inklusif, sekaligus menghasilkan langkah konkret dalam integrasi data untuk perencanaan TEMBANG PUGIS 2026.

Di akhir pernyataannya, AKA menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi dari sejauh mana keadilan bisa diwujudkan. “Yang terpenting adalah memastikan tidak ada satu pun yang tertinggal,” pungkasnya.(Sid)

Berita Terkait

Ops Patuh Rinjani 2026 Dimulai, 578 Personel Gabungan Siap Tindak Pelanggaran Lalu Lintas di NTB
Wakapolda NTB Turun ke Jalan, Atur Lalu Lintas Pagi di Simpang Empat BI Mataram
Astra Motor NTB dan Satlantas Polres Lombok Utara Pasang Papan Black Spot, Pengendara Diminta Lebih Waspada
Jangan Sepelekan Sakit Kepala, Kenali Tanda Bahaya yang Bisa Mengancam Nyawa
NTB Satu Data Tembus 5 Besar Indonesia’s SDGs Action Awards 2026, Gubernur Iqbal Perkuat Pembangunan Berbasis Bukti
Honda BeAT Diklaim Irit hingga 60,6 Km/Liter, Begini Teknologi Pendukungnya
BPBD NTB Perkuat Kesiapsiagaan Gempa dan Tsunami, Simulasi Lintas Sektor Digelar
Fauzan Khalid Minta Rencana Penyaluran Gaji ASN Lewat Koperasi Desa Dikaji Ulang, Ini Alasannya

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Ops Patuh Rinjani 2026 Dimulai, 578 Personel Gabungan Siap Tindak Pelanggaran Lalu Lintas di NTB

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Wakapolda NTB Turun ke Jalan, Atur Lalu Lintas Pagi di Simpang Empat BI Mataram

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Astra Motor NTB dan Satlantas Polres Lombok Utara Pasang Papan Black Spot, Pengendara Diminta Lebih Waspada

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:07 WIB

Jangan Sepelekan Sakit Kepala, Kenali Tanda Bahaya yang Bisa Mengancam Nyawa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:03 WIB

NTB Satu Data Tembus 5 Besar Indonesia’s SDGs Action Awards 2026, Gubernur Iqbal Perkuat Pembangunan Berbasis Bukti

Berita Terbaru