Pemprov NTB Percepat Perbaikan Jalan Rusak Akibat Banjir, Andalkan Dana Darurat dan Tim Reaksi Cepat

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Dinas PUPR NTB, Ilham Ardiansyah (tengah) saat rapat kecil bahas mengenai perbaikan jalan yang rusak akibat banjir.

Sekretaris Dinas PUPR NTB, Ilham Ardiansyah (tengah) saat rapat kecil bahas mengenai perbaikan jalan yang rusak akibat banjir.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Awal 2026 menjadi ujian serius bagi infrastruktur di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Curah hujan tinggi sepanjang Januari hingga Februari memicu banjir di sejumlah wilayah, terutama di Pulau Sumbawa seperti Bima, Dompu, dan Kabupaten Sumbawa. Dampaknya, akses jalan di berbagai titik mengalami kerusakan cukup parah.

Merespons kondisi ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) langsung bergerak cepat. Fokus utama yakni memastikan jalan tetap bisa digunakan masyarakat meski dalam situasi darurat.

Sekretaris Dinas PUPR NTB, Ilham Ardiansyah, menegaskan bahwa penanganan awal dilakukan menggunakan skema Belanja Tidak Terduga (BTT). Skema ini memungkinkan perbaikan dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu proses panjang.

“Karena ini bencana banjir, penanganan cepatnya menggunakan BTT. Tujuannya agar infrastruktur segera berfungsi kembali,” tegas Ilham, di kantornya, Rabu (1/4/2026).

Meski jadi solusi cepat, Ilham mengingatkan bahwa perbaikan melalui dana BTT bersifat sementara, bukan permanen.

Baca Juga :  Wisata Gili Nanggu Dihebohkan Penemuan Mayat, Polda NTB Selidiki Identitas Korban

Untuk perbaikan jangka panjang, pemerintah tetap harus melalui mekanisme pengadaan reguler yang membutuhkan waktu lebih lama.

Di sisi lain, kondisi fiskal daerah juga menjadi tantangan. Penurunan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat membuat ruang gerak pembangunan semakin terbatas.

“Ini bukan sekadar angka. Dampaknya langsung ke berapa kilometer jalan yang bisa kita tangani tahun ini,” jelasnya.

Akibatnya, strategi pembangunan pun berubah. Jika sebelumnya menggunakan pendekatan pemerataan, kini Pemprov NTB beralih ke skala super prioritas—hanya jalan dengan kerusakan paling parah dan dampak ekonomi besar yang akan didahulukan.

Selain mengandalkan BTT, Pemprov NTB juga menginisiasi pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC). Tim ini fokus menangani kerusakan ringan seperti jalan berlubang yang berpotensi membesar jika dibiarkan. “Kerusakan kecil langsung ditangani supaya tidak jadi besar dan lebih mahal,” kata Ilham.

Baca Juga :  Bupati Lotim Terima Paspor Perdana dari Kantor Imigrasi Baru

Menariknya, sistem kerja TRC akan berbasis partisipasi masyarakat. Laporan warga menjadi kunci agar tim bisa bergerak cepat ke lokasi.

Untuk mendukung operasional, Dinas PUPR NTB mengoptimalkan dua Balai Pemeliharaan Jalan yang berada di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa sebagai pusat kendali respons lapangan.

Namun, Ilham menegaskan satu hal penting: semua upaya ini tetap bergantung pada ketersediaan anggaran. “Ada laporan, ada tim, tapi kalau anggaran terbatas, tentu gerak kami juga terbatas,” tegasnya.

Melalui kombinasi skema BTT untuk kondisi darurat dan TRC untuk perawatan cepat, Pemprov NTB berharap konektivitas antarwilayah tetap terjaga, terutama di tengah ancaman cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

Langkah ini menjadi krusial, bukan hanya untuk mobilitas masyarakat, tetapi juga untuk menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan di daerah terdampak.(Sid)

Berita Terkait

Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh
Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?
Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan
Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat ”Brotherhood” Lintas Generasi
Gubernur NTB: Juara Itu Bonus, Misi Utama Kafilah adalah Syiar Al-Qur’an
BKN Beri Lampu Hijau, 1.000 PPPK Paruh Waktu Lombok Timur Bakal Jadi Penuh Waktu pada 2027
Jangan Terpancing Emosi di Jalan, Ini 5 Cara Tetap Aman Saat Berkendara
Jangan Merasa Paling Benar di Jalan, Beri Ruang untuk Kesalahan Pengendara Lain

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:02 WIB

Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh

Kamis, 10 September 2026 - 08:20 WIB

Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?

Kamis, 10 September 2026 - 05:07 WIB

Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan

Rabu, 9 September 2026 - 15:00 WIB

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat ”Brotherhood” Lintas Generasi

Rabu, 9 September 2026 - 11:08 WIB

Gubernur NTB: Juara Itu Bonus, Misi Utama Kafilah adalah Syiar Al-Qur’an

Berita Terbaru