Pemprov NTB Percepat Program Prioritas 2026: Sinkronisasi dengan Pusat, Fokus Infrastruktur hingga Pariwisata

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten II Setda NTB Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Lalu Moh. Faozal, saat memimpin rapat koordinas lintas OPD, di Ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, pada Selasa (28/4/2026).

Asisten II Setda NTB Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Lalu Moh. Faozal, saat memimpin rapat koordinas lintas OPD, di Ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, pada Selasa (28/4/2026).

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) tancap gas mempercepat realisasi program prioritas daerah tahun 2026.

Langkah ini ditegaskan dalam rapat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipimpin Asisten II Setda NTB Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Lalu Moh. Faozal, di Ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, Selasa (28/4/2026).

Rapat tersebut menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan pemerintah pusat, terutama di tengah kondisi fiskal yang terbatas.

Faozal menegaskan, sinkronisasi program bukan sekadar formalitas, melainkan strategi kunci agar investasi pusat yang masuk ke NTB benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat.

“Fokus kita adalah memastikan program pusat dan daerah berjalan selaras. Dengan keterbatasan fiskal, kita harus cermat agar investasi besar dari pusat tepat sasaran,” ujarnya.

Pemprov NTB menggarisbawahi tiga agenda utama yang menjadi prioritas pembangunan, yakni: Pengentasan kemiskinan, Ketahanan pangan, Pariwisata berkualitas.

Ketiganya disebut sebagai “triple agenda” yang akan menjadi fondasi kebijakan daerah ke depan.

Salah satu isu krusial yang dibahas adalah konektivitas transportasi, baik udara maupun laut. Tingginya biaya perjalanan masih menjadi hambatan utama mobilitas orang dan distribusi barang.

Baca Juga :  Denpom Periksa Kendaraan Dinas Anggota TNI Kodim 1620/Loteng

Faozal menekankan perlunya koordinasi lintas sektor untuk menekan biaya tinggi tersebut agar NTB semakin kompetitif sebagai destinasi investasi dan wisata.

Kawasan wisata Senggigi kembali masuk radar prioritas. Pemprov NTB berencana melakukan revitalisasi menyeluruh, termasuk optimalisasi fasilitas penunjang.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengalihfungsian Pasar Seni menjadi fasilitas pendukung dermaga. Tujuannya jelas: meningkatkan tingkat hunian lebih dari 3.500 kamar hotel di kawasan tersebut.

Di sektor ekonomi, Pemprov mendorong hilirisasi industri sekaligus memperkuat rantai pasok untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Produk peternak lokal seperti telur dan daging ayam diharapkan bisa terserap dalam program nasional tersebut. Peran koperasi juga diperkuat sebagai penghubung distribusi agar produk lokal mampu bersaing dengan pasokan dari luar daerah.

Isu lingkungan tak luput dari perhatian. Pengelolaan sampah, khususnya di jalur utama dari bandara menuju Kota Mataram, menjadi sorotan penting.

Baca Juga :  Safari Ramadan di Sumbawa, Gubernur NTB Cek Harga Bahan Pokok di Pasar Brang Biji

Keberlanjutan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok juga ditekankan sebagai bagian dari komitmen menjaga citra NTB yang bersih dan hijau.

Di sektor infrastruktur, integrasi program perumahan dengan pekerjaan umum terus diperkuat, termasuk dukungan terhadap program nasional pembangunan tiga juta rumah.

Selain itu, perbaikan jaringan irigasi juga menjadi prioritas untuk mendukung ketahanan pangan daerah.

Sementara di sektor energi dan sumber daya mineral, percepatan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) didorong untuk menekan praktik tambang ilegal yang merusak lingkungan.

Faozal menekankan bahwa gubernur memiliki posisi strategis sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah.

Peran ini dinilai krusial untuk memastikan tidak terjadi kesenjangan antara kebijakan nasional dan implementasi di lapangan.

Ke depan, koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat. Bappeda, Biro Ekonomi, dan OPD teknis diminta segera memetakan potensi serta kebutuhan daerah.

Tujuannya satu yakni memastikan seluruh program strategis berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat NTB.(arz)

Berita Terkait

Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh
Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?
Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan
Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat ”Brotherhood” Lintas Generasi
Gubernur NTB: Juara Itu Bonus, Misi Utama Kafilah adalah Syiar Al-Qur’an
BKN Beri Lampu Hijau, 1.000 PPPK Paruh Waktu Lombok Timur Bakal Jadi Penuh Waktu pada 2027
Jangan Terpancing Emosi di Jalan, Ini 5 Cara Tetap Aman Saat Berkendara
Jangan Merasa Paling Benar di Jalan, Beri Ruang untuk Kesalahan Pengendara Lain

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:02 WIB

Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh

Kamis, 10 September 2026 - 08:20 WIB

Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?

Kamis, 10 September 2026 - 05:07 WIB

Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan

Rabu, 9 September 2026 - 15:00 WIB

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat ”Brotherhood” Lintas Generasi

Rabu, 9 September 2026 - 11:08 WIB

Gubernur NTB: Juara Itu Bonus, Misi Utama Kafilah adalah Syiar Al-Qur’an

Berita Terbaru